Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 22


__ADS_3

Mentari pagi menyinari dan mulai menyapa dari balik tirai kamar pasangan suami istri yang semalam baru saja menjemput kenikmatan.


Laras menggeliatkan tubuhnya pelan saat sinar matahari yang mengintip dari tirai gorden kamar mereka dengan tanpa permisi mengenai wajahnya yang cantik. Walaupun matanya masih terasa mengantuk, namun secara perlahan dia membuka matanya. Dilihatnya wajah suaminya yang masih terlelap dan Laras pun masuk kedalam pelukan suaminya. Namun pelukan itu membuat Reyhan terbangun.


"hhmmm...udah bangun?". Tanyak Reyhan serak. Namun Laras tak menjawab. Dipandanginya wajah bantal Reyhan yang tetap terlihat tampan. Merasa tak ada jawaban dari istrinya Reyhan membuka matanya dan menatap wajah istrinya dengan lekat.


"Kenapa liatin wajah suami sampai segitunya ?". Tanya Reyhan pelan.


Laras menggeleng. "Aku masih belum percaya mas, apa ini mimpi atau kenyataan".


Mendengar ucapan istrinya, Reyhan langsung menarik Laras kedalam pelukannya.


"Sayang, ini nyata, mas berjanji akan selalu mencintaimu dan menjagamu". Ucap Reyhan lembut dan mencium pucuk kepala istrinya.


"Mas, aku juga janji sama kamu, aku akan selalu menjaga cinta dan kepercayaanmu mas, aku akan jadi istri yang baik dan menjadi mami yang baik untuk anak anak kita kelak mas". Yakin Laras sambil mengelus pipi suaminya.


Mendengar kata anak anak Reyhan tersenyum, dan dia berpikir ingin menggoda istrinya ini. "Berarti, kamu ingin punya anak dari mas kan, kalau gitu mas mau pagi ini kita satu ronde lagi". Ucap Reyhan dengan semangat.

__ADS_1


Pipi Laras merona merah mendengar perkataan Reyhan, seketika itu dia menarik selimut sampai menutupi kepalanya yang membuat Reyhan tertawa terbahak bahak.


"Gimana? mau ya sayang pagi ini kita satu ronde lagi ya..ya". Ucap Reyhan manja.


"Ihh...mas Rey". Ucap Laras malu malu yang masih menutupi kepalanya dengan selimut. Laras menarik selimut turun sedikit kebawah sampai bagian matanya saja yang terlihat.


"Mas". Panggilnya.


"hmm?".Jawab Reyhan.


"Sakit". ucapnya pelan mengadukan pada Reyhan.


"Perih mas". Reyhan terkejut mendengarnya, Reyhan langsung menyibakkan selimut tersebut dan melemparnya turun kelantai.


"Mana yang sakit sayang". Tanya Reyhan panik.


"Mas....".

__ADS_1


"Yang mana yang sakit sayang?".


"Perih mas". Rengek Laras. Reyhan langsung mengendong tubuh Laras yang polos kedalam kamar mandi. Meletakan tubuh istrinya kedalan bathtub dan merendam tubuhnya dan dirinya dengan air hangat.


Jujur sebenarnya Laras merasa malu dengan keadaan ini. Ini pertama kalinya dia berendam dan mandi dengan seorang lelaki.


"Apa masih sakit?". Tanya Reyhan khawatir.


Laras menggeleng lalu mengangguk namun dia menggeleng kembali membuat Reyhan gemas seketika. Reyhan menarik wajah istrinya dan mengecup gemas bibir istrinya. Menekan kedua pipi Laras sehingga membuat bibir Laras tertekan kedepan. Dan Reyhan tidak tahan untuk tidak melakukan aksi mereka seperti tadi malam dan mereka pun melakukan kegiatan suami istri itu lagi dipagi hari dikamar mandi.


Laras yang mengkrucutkan bibirnya kedepan merasa kesal pada suaminya karena Reyhan melakukannya lagi dikamar mandi. Reyhan yang melihatnya hanya tersenyum geli.


"Sayang maaf ya, aku nggak bisa menahannya, kamu mau ikut kekantor nggak hari ini?". Ucap Reyhan sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Aku ada kuliah jam 10.00 nanti, tapi nanti Laras kekantor mas ya, ngantar makan siang untuk mas". Jawab Laras.


"Yawda sayang". ucap Reyhan sambil mengecup pipi Laras.

__ADS_1


Mereka pun Segera bersiap siap untuk sarapan pagi, karena takutnya ditunggu oleh Alya dan mama dan papa Reyhan di meja makan.


Bersambung....


__ADS_2