Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Kebencian Ricko


__ADS_3

Ricko meninggalkan rumah Reyhan. Malam ini dia akan menginap di kantornya saja. Dia tidak ingin pulang ke apartemennya. Itu pasti akan mengingatkannya kepada istrinya. Rasa cinta masih terus terpatri dihatinya hanya untuk Shinta seorang. Kalau pun nantinya dia akan menikah dengan Sandra, dia pastikan yang namanya cinta tidak kan bisa dia berikan kepada Sandra. Dia akan memberikan hanya rasa tanggung jawab.


Rasa sepi dan sebotol wine menemani Ricko malam ini. Entah sudah berapa botol ia habiskan. "Arrgghh....Shinta maafkan aku sayang, jangan tinggalkan aku."Gumamnya lirih.


Sama halnya dengan Shinta, ia juga merasa sepi. Menangisi pernikahannya yang sudah diujung tanduk. Berat rasanya untuk mengikhlaskan suaminya untuk orang lain.


"Mas, kamu jahat!!"Isak Shinta.


Seseorang masuk ke dalam kamar Shinta.


Ceklek....


"Shin, boleh gue masuk?" tanya Laras.


Shinta menoleh arah Laras. "Masuklah Ras." Sahut Shinta sambil menghapus air matanya.


"Shin, gue minta maaf sama lo. Seharusnya gue gak ..." ucapan Laras terpotong.

__ADS_1


"Laras, justru gue berterima kasih sama lo, kalau gue gak tahu mungkin hidup gue akan dibohongi terus." Ujar Shinta lirih.


"Shin, lo boleh tinggal disini kapan pun Lo mau." Ucap Laras tersenyum.


Shinta menjawab dengan anggukan saja.


Miko berada di apartemennya, ada sedikit harapan untuknya. Kali ini dia akan berusaha untuk mendapatkan Shinta. Tidak henti - hentinya dia tersenyum membayangkan wajah Shinta yang cantik. "Hah...Shinta, aku masih mencintaimu." Gumamnya.


Seminggu sudah Ricko dan Shinta pisah ranjang, proses perceraian mereka akan dilakukan di minggu depannya. Keputusan Shinta sudah bulat kalau dia ingin berpisah.


Di Kantor Ricko mendapat surat panggilan dari pengadilan agama. Ternyata Shinta tidak main - main dengan keputusan. Dia tetap ingin berpisah. Semakin hancur saja Ricko. "Tidak bisahkah kau memaafkan mas sayang. Bagaimana aku bisa hidup tanpa mu Shinta." Gumamnya sambil memandang surat dari pengadilan agama.


Tidak butuh waktu lama ia sampai tujuan. Dilangkahkannya kakinya di loby kantor. Bertanya pada recepsionis, dan ia pun di izinkan masuk ke ruangan sang CEO. Dengan hati berdebar ingin bertemu dengan sang pujaan hati. "Sebentar lagi kamu ketemu sama papa kamu nak, sabar ya?" Dielusnya perutnya yang sudah tampak membuncit.


Ceklek....


"Mas..." Panggil Sandra degan senyum mengembangnya.

__ADS_1


Ricko yang sedang sibuk akan pekerjaannya. Ia hanya menatap sekilas ke arah Sandra.


"Mas, kemana aja kamu mas? Kamu sehatkan?"


Belum ada jawaban dari Ricko. Ia masih saja sibuk dengan pekerjaannya.


"Mas..."


Dengan menghela nafas panjangnya Ricko menggebrakkan meja kerjanya. "Puas kamu kan?!. PUAS...Aku dan Shinta sebentar lagi akan bercerai.!! Bentak Ricko.


Sandra terkejut dengan bentakan Ricko dan air matanya sudah tidak bisa lagi di bedungnya.


"Apa maksudmu mas?" Tanyanya terisak.


"Ck. Tidak usah berpura - pura kau. Bukannya kau senang, aku akan bercerai dengan wanita yang sangat AKU CINTAI.!! Bentak Ricko lagi. Ricko tidak perduli dengan tangisan Sandra, yang dipikirkannya sekarang hanya kebencian saja. Semua gara - gara wanita yang ada di depannya ini.


"Hiks...hiks...maaf mas." Ujar Sandra terisak.

__ADS_1


Ricko mendekati Sandra. "Pergi kau dari sini. Aku muak melihat mukamu. Dengar, kau ingin kita menikahkan? Aku akan menikahimu, tapi jangan harap ada CINTA diantara kita.!!" Bisik Ricko.


Sandra tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ricko. Sebegitu benci kah dia kepadanya. Air mata di matanya mengalir deras tak terbendung. Dengan langkah berat ia meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2