Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 88


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, sepasang suami istri yang sudah tiga hari tidak bertemu. Mereka kelelahan karena asyiknya memadu kasih.


Terlalu lelap mereka tertidur sampai lupa waktu. Baby mereka menangis pun mereka tidak mendengarnya.


Reyhan yang terbangun duluan karena mendengar suara tangis anaknya. Ia pun bangkit dari tidurnya. Baby Kei ternyata haus, ia memberikan susu formula saja. Karena Reyhan tidak tega membangunkan istrinya akibat pertempuran mereka tadi malam. Semua itu membuat Laras kelelahan.


Reyhan pun memberikan susu sambil menggendong baby Kei kearah balkon kamar.


"Duh...gemes banget anak papi ini." ucap Reyhan sambil memberikan susu.


Laras mulai membuka matanya perlahan. Di lihatnya disampingnya tidak ada suaminya. Laras melihat jam di dinding kamar mereka. Dia kaget melihatnya. Sudah pukul 10.00 wib, ternyata dia bangun kesiangan. Laras pun turun dari ranjangnya mencari keberadaan suami dan anaknya.


"Mas...!!" panggil Laras.


Reyhan mendengar istrinya memanggil dirinya. "Sayang. Mas di sini!!." teriak Reyhan dari balkon kamar.


"Kei bangun ya Ma?." tanya Laras menghampiri mereka.


"Iya sayang, Kei haus banget dia. Mas kasih susu formula dia." seru Reyhan.


"Maaf ya mas. Akunya kesiangan bangun." ujar Laras merasa bersalah.


"Kok minta maaf sih sayang, Kei ini anak mas juga. Jadi nggak masalah juga kalau mas bantuin kamu ngerawat Kei." ucap Reyhan.


"Yawda, mas mandi dulu sana. Nanti setelah mas baru aku mas." pinta Laras.

__ADS_1


"Iya sayang." balas Reyhan sambil mengecup pipi istrinya dan memberikan Kei ke Laras.


Keduanya telah selesai mebersihkan diri dan mereka turun kebawah untuk sarapan dan menemui putri cantik mereka.


"Pagi sayangnya mami." sapa Laras ke Alya.


"Pagi mami cantik." balas Alya.


"Papi kok nggak di sapa ne?." ucap Reyhan.


"Papi kapan pulang?." tanya Alya terkejut melihat papinya sudah dirumah.


"Peluk dong papi nya sayang." ucap Reyhan sambil merentangkan tangan ke Alya.


Alya pun memeluk papi nya. Dia begitu merindukan papinya.


"Assalamualaikum.." sapa orang itu.


"Walaikumsalam..." jawab mereka bersama.


Laras yang melihat siapa yang datang langsung berdiri dari kursi makannya. Dia sangat merindukan seseorang itu. Sudah beberapa bulan ini dia tidak menemukannya.


"Shinta!!." pekik Laras. Laras pun langsung memeluk sahabatnya itu.


"Laras." balas Shinta.

__ADS_1


"Kemana saja kamu Shin, gue dan mas Rey mencari kamu."


"Aku baik - baik saja Ras.Laras gue datang bersama..." ucapan Shinta terputus.


"Hai Laras. Apa kabar?." tanya Ricko tersenyum.


"Kak Ricko?." seru Laras.


"Pak Ricko? ucap Reyhan heran, mengapa Shinta bisa datang bersama Shinta.


"Laras gue nemuin Lo karena ada yang mau gue omongi. Dan gue juga minta restu sama Lo." ucap Shinta gugup.


"Maksud kamu minta restu untuk apa? tanya Laras.


"Hmm....gue...gue dan Kak Ricko, minta restu Lo dan kak Rey. Kami... mau menikah." seru Shinta gugup.


"Iya Laras. Aku sama Shinta akan menikah. Aku mencintainya." ucap Ricko yakin dan menggenggam tangan Shinta. Shinta pun membalasnya.


Laras dan Reyhan hanya terpaku menatap mereka berdua. Banyak pertanyaan di benak mereka. Terutama Laras. Banyak sekali yang harus di tanyakan kepada sahabatnya ini.


Bukannya Shinta menyukai Miko dan sebaliknya Miko juga begitu. Gimana dengan perasaan Miko nanti.


Suasana di rumah itu tampak hening. Terdengar sapaan dari luar rumah.


"Shinta..."!!

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2