
Diperjalanan Miko meminta anggotanya untuk segera menuju rumah Silvi. Tentu saja dengan perbekalan dengan senjata yang tak kalah hebat dari para penjahat sialan itu.
Mereka melajukan mobil mereka dengan kecepatan tinggi untungnya jalanan tidak sedang macet sehingga dengan mudah mereka lalui. Tidak butuh waktu yang lama mereka telah sampai di rumah Evan. Yang pastinya ada Silvi juga di dalam.
Dengan emosi yang tinggi, kedua Pria tampan itu memasuki rumah Evan. Reyhan dan Miko masuk tanpa permisi. Membuat seiisi rumah terkejut karena setelahnya terjadi baku hantam. Kedua pria tersebut habis menghajar para pengawal Evan.
"Silvi keluar kau brengsek!!." teriak Miko yang makin kesetanan. Mereka berdua memeriksa di segala tempat namun tak ada Silvi dan Evan. Dan sampai Reyhan mendapatkan sebuah telepon dari seseorang dan kabar dari sebrang sana berhasil membuat jantungnya berhenti berdetak. Dilihatnya siapa yang menelponnya. Ternyata Silvi.
"Kalian manusia bodoh yang gampang di tipu. Ucapkan selamat tinggal kepada istrimu Reyhan sayang."
Ttuutt...ttutt...
Reyhan membeku seketika, jantungnya serasa berhenti, nyawanya serasa di cabut paksa dari tubuhnya. Laras? istrinya yang sedang hamil besar sedang ketakutan saat ini.
"SILVIIII!! BANGSAT KAU!!." Reyhan yang tiba - tiba berteriak membuat Miko terkejut. Namun sebelum Miko bertanya. Reyhan sudah berlari keluar. Miko pun mengikutinya dari belakang dan mengkuti Reyhan yang memasuki mobilnya.
"Rey. Ada apa?." tanya Miko kebingungan.
"Kita dijebak. Mereka sengaja memancing kita dengan Shinta. Istri gue dalam bahaya Ko." ucap Reyhan geram.
__ADS_1
Baammm!! Miko seketika diam membeku mendengar kabar dari Reyhan.
Drrtttt...
Salah satu anak buah Reyhan menelponnya.
"Tuan. Nyonya Laras dan Shinta di sekap di dalam rumah. Nona Silvi dan Evan mereka ada di sini. Kami masih mengintai dari luar. Kami butuh bantuan Tuan." ucap si anak buah Reyhan.
"Baiklah. Tetap pantau di sana. Saya gak mau wanita sialan itu kabur lagi." Perintah Reyhan tak terbantahkan.
Di dalam perjalanan, Reyhan tak henti- hentinya menyumpahi Silvi mantan istrinya itu dan juga Evan pria brengsek yang belum pernah ketemu dengannya sekalipun.
Melihat itu Reyhan naik pitam. "Brengsek lo Shinta. Lo ngejebak gue sama Miko biar lo bisa kerjasama dengan bajingan ini kan?!" teriak Reyhan murka.
Shinta hanya diam tak bicara sedikit pun. Ia hanya menatap mata Reyhan dan Miko bergantian. Ia melihat ada rasa sakit dan kecewa yang di rasakan oleh kedua pria tersebut saat melihat kearahnya.
Sementara itu Miko yang menatapnya merasa sangat kecewa kepada Shinta wanita yang di cintainya. Ternyata wanitanya berkerjasama kepada para bajingan itu."Gue kecewa sama lo Shin. Kenapa lo tega ngelakuin ini." Gumam Miko dalam hati sambil melihat kearah Shinta yang masih tertunduk.
"Maafkan aku, aku terpaksa melakukannya." isak Shinta dalam hati.
__ADS_1
"Hahahahaha. Kalian dua pria bodoh mau saja di bodohi. Sekarang kalian liat ini?." Silvi menarik rambut Laras membuat wanita itu mendongak ke atas namun belum sadarkan diri.
"Silvi!!!. Lepaskan tangan kotormu itu!!!." murka Reyhan. Reyhan ingin maju ke depan. Tapi Silvi menodongkan sebuah pistol ke kepala Laras. Seketika itu Reyhan pun mundur.
"Shinta. Jangan macam - macam buang pistol itu." perintah Reyhan.
"Kau pikir aku akan menurutimu sayang? aku akan menurutimu kalau kau mau menceraikan Wanita sialan ini dan kau menikahlah denganku sayang." ucap Silvi santai.
Reyhan menggeleng tak percaya. "Apa kau sudah gila? Jangan main - main sama ku brengsek." ucap Reyhan geram.
"Aku tak main - main. Aku serius sayang. Kita pasti akan bahagia bersama anak kita Alya." ucap Silvi tertawa bahagia.
"Jangan mimpi kau Silvi!." ucap Reyhan.
"Terserah kau saja sayang. Keputusan ada di tanganmu. Pilih menikah denganku atau wanita sialan ini yang sedang mengandung anakmu mati di depan matamu!." ucap Silvi mengancam.
Dunia Reyhan berhenti seketika melihat wanita yang sangat di cintainya itu sedang dalam bahaya.
bersambung.....
__ADS_1