Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Malam Pertama


__ADS_3

Setelah mendapat telpon dari sang mama, Hati dan pikiran Rachel semakin bimbang saja. Mendengar mamanya kesakitan seperti tadi. Membuat Rachel ingin segera menemui mamanya. Ada apa dengan mamanya. Apakah mamanya sakit?


********


Resepsi pernikahan Rio dan Alya berjalan degan sangat lancar. Para undangan semuanya datang. Banyak makanan yang di hidangkan. Para sahabat, rekan bisnis dan keluarga sangat antusias menghadiri resepsi pernikahan mereka.


Putri dari Rio yang bernama Rachel sedari tadi tidak fokus. Ia hanya memikirkan sang mama. Rio yang duduk di atas pelaminan memperhatikan putrinya itu. Rachel begitu tidak tenang sedari tadi. "Kenapa dengan Rachel" batin Rio. Pikirnya nanti saja ia akan berbicara dengan Rachel.


Pukul sudah menunjukan 23.30 malam. Acara sudah selesai. Tamu undangan juga sudah berpulangan satu persatu. Hanya keluarga saja masih terlihat.


Sedangkan sepasang suami istri yang sedari tadi duduk di pelaminan sudah entah kemana. Mungkin mereka langsung kekamar mereka ingin melanjutkan aksi mereka yang tertunda tadi. Menikmati satu sama lainnya.


Benar saja sepasang suami istri itu sekarang sudah berada di dalam kamar pengantin mereka. Rio sang suami menarik Alya masuk kekamar dan tanpa babibu, Rio mendorong sang istri ke dinding kamar dan segera ******* bibir manis sang istri. Ciuman yang begitu panas.


"Mass...mandi dulu ya? Gerah banget" ucap Alya melepaskan ciuman suaminya.


"Nanti aja yank. Sekalian aja nanti mandinya" ucap Rio.


"Gerah mas"


Rio menghela nafasnya. "Baiklah sayang..." ucap Rio pasrah.


Sepasang suami istri itu membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu.


Mereka berdua sudah berada di atas ranjang. Rio sudah menindih sang istri. "Sayang.." ucapnya lirih. "Sekarang ya?"


"Aku takut mas. Pasti akan sakit kan?" ucap Alya takut, karena ini untuk yang pertama untuk Alya. Ia akan melepaskan mahkotanya untuk pria yang sangat dicintainya yang sekarang telah menjadi suaminya.


"Mas akan pelan - pelan saja sayang" seru Rio. Walaupun ini bukan yang pertama untuk Rio. Sebelum bercerai dengan Rani. Rio sudah lama tidak menyalurkan hasratnya. Dikarenakan sang istri selalu berpergian bersama selingkuhannya.


Alya mengangguk pelan. Dengan lembutnya, Rio mencium seluruh wajah Alya. Dari dahi, kedua mata, dab kebibir merah Alya pun di nikmati Rio. Puas menikmati bibir merah istrinya. Ciuman Rio turun di leher jenjang sang istri, memberikan tanda kepemilikan.


Rio menciumi setiap lekuk yang ada ditubuh Alya. Setiap sentuhan dari bibir Rio membuat Alya mendesah, ia hanya bisa menutup matanya dan menikmati setiap perlakuan yang diberikan oleh suaminya. Bibir Rio ******* dada Alya, tangan sebelahnya meremas dengan lembut.


Alya hanya bisa meremas pinggiran sepre, sesekali ia menggigit bibir bawahnya tanda ia begitu menikmatinya. Seperti tak ada rasa lelah dan kantuk mereka berdua masih terus bergairah dan memuaskan hasrat mereka. Dan enatah berapa banyak sudah jejak merah di tubuh keduanya.


2 jam berlalu mereka masih dalam aksi panasnya, sampai pagi menjelang mereka masih melakukannya. Entah berapa banyak benih yang di keluarkan Rio kedalam rahim istrinya. Dan mudah mudahan di segerakan mempunyai momongan.


**********


Ke esokan harinya.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul 09.30 pagi. Rio dan Alya masih nyenyak di peraduan mereka. Setelah menghabiskan malam yang panjang, mereka masih terasa lelah untuk membuka mata.


Rio dan Alya masih dalam posisi berpelukan. Alya terasa nyaman membenamkan wajahnya di dada bidang milik Rio. Hangatnya hembusan nafas Alya terasa menyentuh kulit Rio dan akhirnya Rio pun membuka matanya.


Diapndangnya wajah cantik sang istri. Terbit sebuah senyuman di wajah Rio. Betapa bahagianya ia akhirnya bisa menikah dengan pujaan hatinya. Yang awalnya hanya untuk membalas sakit hatinya kepada Rani. Namun seiring berjalannya waktu Rio mencintai Alya bahkan sangat mencintai Alya.


Rio mencium puncuk kepala Alya dengan penuh kasih sayang. Terdapat bercak darah di balik selimutnya. Itu pasti darah perawan Alya. Alya benar - benar menjaganya untuk dirinya.


"Yank...bangun" seru Rio.


"Hmm..."


"Yank..."


Dengan berat Alya membuka matanya. "Masih ngantuk mas..." ucap Alya.


"Uda siang sayang..." Ucap Rio lembut.


"Hmmm" ucap Alya masih memejamkan mata.


Rio bangkit dari tidurnya, untuk membersihkan tubuhnya dari sisa - sisa percintaannya dengan istrinya.


Selesai membersihkan tubuhnya, Rio menghubungi room service hotel untuk memesan sarapan pagi untuk mereka berdua. Ia tahu pasti nanti Alya akan kelaparan.


Alya membuka matanya perlahan. Bibirnya tersenyum melihat suami tampannya. Senang rasanya menikah. "Mass...ssshh...aww.." Alya merasakan perih dibagian wanitanya.


"Kenapa sayang?" tanya Rio khawatir.


"Perih mas.. " rengek Alya manja.


"Apanya yang perih yank..."


"Isshh....gara - gara mas gak ngasi jeda sama aku" ucap Alya.


Rio tertawa geli melihat wajah menggemaskan istrinya. "Maaf sayang, habis kamu nikmat banget..." goda Rio.


"Mesum" kerus Alya.


**********


Di kamar hotel lainnya, Rachel gadis berparas cantik, putri dari Rio lagi bersiap untuk menemui sang mama tercinta Rani. Ia sangat khawatir dengan kondisi mamanya. Sebelum ia pergi bertemu mamanya, ia mengirim chat ke papa Rio.

__ADS_1


💌 Papa, Rachel pergi bentar ya, Rachel mau ketemu sama mama Rani. Mama Rani sakit Pa.


Send.


Setelah mengirim pesan chat itu, Rachel segera keluar dari kamarnya menuju parkiran. Ia pergi dengan supir pribadinya bernama Mang Didi. Sedari Rachel masih TK mang Didi sudah bekerja dengan Rio sebagai supir pribadi Rachel.


"Mang...Kita ke Apartemen Taman Anggrek ya?" ucap Rachel.


"Baik Non"


Dikamar Alya dan Rio, pengantin baru itu lagi menikmati sarapan sekaligus makan siang mereka. Rio mendapati pesan di ponselnya, ternyata dari putrinya Rachel.


Rio mengkerutkan dahinya. Mantan istrinya sakit? Rio hanya membacanya saja tanpa membalasnya. Ia membiarkan Rachel bertemu mamanya.


"Siapa mas?" tanya Rachel.


"Rachel sayang, izin ketemu Rani. Katanya lagi sakit" jawab Rio datar. Kalau tentang Rani memang Rio tidak peduli lagi.


Alya menganggukan kepalanya. Mereka berdua menikmati makan mereka.


***********


Sampai di Apartemen Rani. Rachel dengan langkah cepat menuju lantai tempat mamanya berada. Sampai di depat pintu.


Ting...tong .. .


"Mama!?" panggil Rachel.


Dengan cepat Rani membukakan pintu untuk putrinya. Ia tahu putrinya pasti datang. Dengan memasang wajah sedih Rani mulai berakting.


"Sayang..." ucapnya lirih.


"Mama..." sahut Rachel langsung memeluk mamanya. "Mama sakit apa, wajah mama kok pucat banget" khawatir Rachel.


"Hiks...hiks...sayang..." akting Rani mulai beraksi. Ia berpura - pura menangis.


"Sayang....maafkan mama, jangan tinggalin mama sayang" mohon Rani.


"Rachel gak akan ninggalin mama, Rachel akan selalu berada di sisi mama" ucap Rachel.


"Makasih sayang, mama merasa sendiri sayang. Papa kamu sekarang sangat mebenci mama"

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2