
Hari yang dinanti oleh sepasang calon pengantin telah tiba. Saat ini Alya baru saja selesai di make up di bantu oleh asisten MUA yang bernama Sarah untuk mengenakan gaun pengantinnya. Alya menggenakan gaun pengantin dengan rancangan Disigner terkenal. Sarah merapikan sedikit gaun pengantin yang di kenakan Alya. Alya memakai kebaya putih.
"Wah...mbak sangat cantik sekali. Pasti calon suami mbak akan sangat terpana melihat kecantikan mbak"goda Sarah yang telah selesai membantu Alya.
Alya tersenyum malu. Ia berdiri di depan cermin meihat dirinya. Alya tak menyangka pagi ini ia akan menjadi seorang istri dari pria yang begitu ia cintai dan mencintai dirinya, yaitu Rio Tama Baharsyah.
Semuanya telah siap sedia. Calon pengantin Pria pun sudah duduk di depan pengulu dan calon mertua yang akan menikahkanya. Dengan degup jantung yang semakin kencang membuat sang calon pengantin pria merasa gugup ketika mengucapkan ijab kabul nanti. Walaupun ini adalah pernikahan kedua bagi Rio, tapi perasaan gugup itu masih saja ia rasakan seperti baru pertama kali ingin menikah.
Acara akad dan resepsi dilaksanakan di hotel milik Reyhan. Setelah akad nanti akan dilanjut dengan resepsinya.
Alya yang sudah selesai di dandan sangat cantik memakai kebaya warna putih. Wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri itu berjalan di dampingi oleh sang mami dan calon mertuanya untuk duduk di samping calon pengantin pria, yang akan mengucapkan ijab kabul.
Semua mata tertuju pada Alya. Terutama mata sang pria yang sedari tadi menatapnya tanpa kedip sedikitpun. Begitu terpesonanya ia melihat calon istrinya itu. Sangat cantik sekali.
"Cantik" gumamnya.
Suara dehemam membuat lamunan Rio buyar. Ternyata sang calon mertua menggodanya.
"Udah gak sabar ya?" goda sang calon mertua.
Rio hanya tersenyum malu - malu ketahuan sedari tadi memandangi Alya tanpa kedip. Sekarang Alya sudah duduk di samping Rio. Dengan senyum yang sangat manis diwajahnya. Sebentar lagi ia akan menjadi istri seorang Rio. "Mas..." gumamnya.
"Kamu sangat cantik sayang?" seru Rio masih dengan keterpesonaannya.
Alya tersenyum malu, menahan rona merah di wajahnya. Rio mengatakan dirinya cantik.
"Bisa kita mulai nak Rio?" tanya pak penghulu.
Rio yang tersentak kaget mendengar suara pak penghulu. Ia masih saja memandangi wajah kekasih hatinya itu begitu sangat cantik.
"Ah..iya pak" ucap Rio gugup. Jantungnya berdegup kencang.
__ADS_1
Dengan mengucapkan bismilah, Papi Reyhan menjabat tangan calon menantu dan Rio pun membalas jabatan tangan sang calon mertua.
"Saya nikahkan dan kawinkan ananda Rio Tama Baharsyah bin Faisal Malik Baharsyah dengan putri kandung saya Alya Putri Angkasa dengan mas kawin sebuah Penthouse dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap papi Reyhan menggenggam tangan Rio yang terasa begitu dingin.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Alya Putri Angkasa binti Reyhan Putra Angkasa dengan mas kawin sebuah Penthouse dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Rio lantang dan tegas tanpa ada sedikitpun kesalahan dan dengan satu tarikan nafas.
Sah...
Sah...
Sah....
Semua para saksi mengucapkannya. Maka resmilah Rio dan Alya menjadi sepasang suami istri. Semoga mereka menjadi pasangan yang sakinah mawardah warahmah. Amin.
Acara akad nikah telah selesai. Kedua calon pengantin sungkeman dengan kedua orang tua mereka. Mengucapkan kata - kata maaf dan terimakasih. Dengan linangan air mata Alya meminta maaf dan terimakasih kepada mami dan papinya. Berterimakasih telah membersarkannya dan memberikannya begitu banyak kasih dan sayang.
Begitu juga sebaliknya dengan Rio ia juga mengucapkan kata maaf dan terimakasih kepada kedua orang tuanya. Dan ia juga meminta maaf atas kesalahannya ketika menikahi Rani dulu.
"Maafkan Rachel ma. Gak bisa bantu mama bersatu kembali dengan papa" gumam Rachel dalam hatinya sambil memandang ke arah papanya yang sangat bahagia karena sudag menikah dengan wanita yang di cintainya. Semoga sang papa bahagia selalu.
Sementara sepasang mata memandang ke arah sepasang pengantin itu. Dengan mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak terima melihat mantan suaminya bahagia bersama istri barunya. Sementara ia tidak bahagia. Jauh dari anaknya.
"Kamu Lihat saja mas Rio. Aku akan menghancurkan rumah tanggamu" ucapnya geram menahan emosinya.
Dengan langkah cepat ia meninggalkan tempat itu. Ia pergi untuk menenangkan pikirannya dan mencari rencana lain untuk mengganggu rumah tangga Rio dan Alya. Mungkin melalui Rachel lagi dia akan menghancurkan Alya dan Rio.
Akad telah selesai, nanti malam akan di langsungkan acara resepsi pernikahan mereka di sebuah ballroom hotel mewah milik keluarga Angkasa yaitu milik Reyhan.
Kedua pengantin sekarang berada di dalam kamar hotel president suit yang di khususkan untuk pengantin. Mereka berdua sejenak istirahat dan akan lanjut resepsi.
"Mas..." ucap Alya pelan.
__ADS_1
"Sayang...akhirnya kita sudah resmi menikah. Mas sudah gak tahan sayang?" bisik Rio di telinga Alya menggoda.
"Maass..." ucap Alya malu dan menahan rona di pipinya.
"Sayang...gimana kalau sekarang saja. Mas, udah gak tahan. Sebelum para MUA akan datang." Ucap Rio memelas. Ia sungguh sudah tak tahan.
Alya mencubit lengan suaminya dengan sangat kuat. "Aaww...sayang sakit" rengek Rio.
Alya tak habis pikir ternyata suaminya ini sangat mesum sekali. "Mas...kita masih akan resepsi lagi mas. Tahan dong" kesal Alya.
Rio hanya nyengir saja. Ia sudah sangat - sangat tidak tahan untuk melakukan malam pertama dengan istri cantiknya ini.
"I Love you sayang" bisik Rio dan mengecup dahi Alya sangat dalam.
"I Love You too masku sayang" balas Alya dan tersenyum.
Bersambung....
Malam semuanya para readers ku. Satu bab meluncur untuk di nikamati. Selamat membaca. Dan kira - kira apa ya yang akan di rencanakan Rani???
Jangan lupa berikan
Vote...
Hadiah...
Like....
Komen....
Kalian semua ya. Saya sangat berharap partisipasinya. Terimakasih. 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
__ADS_1