
Ricko sampai di apartemen miliknya. Ia begegas sedikit berlari. Sampai di depan pintu, ia menekan nomor kunci apartemennya.
Ceklek....
Sepi, gelap. Tidak ada orang didalamnya. Ia mencari keberadaan istrinya. Dicarinya di setiap sudut ruangan. Tidak ada siapa pun. Kemana istrinya.
"Kemana kamu sayang..." Ujar Ricko menarik rambutnya kebelakang.
Ricko teringat, Istrinya tadi pergi bersama Laras. Apa mungkin Shinta berada di tempat Laras. Tanpa pikir panjang Ricko berjalan keluar dan menaiki mobilnya menuju kerumah Laras.
Dirumah Kediaman Reyhan.
Reyhan yang sedari tadi sudah pulang kerumahnya sedang menunggu sang istri di ruang tv. Dia juga menunggu kedatangan sang asisten sekaligus sahabatnya Miko.
Tidak lama menunggu Miko pun tiba dirumah Reyhan.
"Rey. Tumben Lo nyuruh gue kerumah Lo sore gini?." Tanya Miko penasaran.
"Entar Lo juga tahu. Sini duduk temani gue minum teh." Pinta Reyhan.
Langkah kecil terdengar. Alya yang mendengar kedatangan Om tampannya langsung berlari menuju ke arah Om nya.
"Om tampan..." Teriak Alya senang.
"Hai cantik." Di raihnya tubuh kecil itu. Dan di bawanya kepangkuannya. Miko sungguh gemas dengan anak kecil bernama Alya ini. Di usianya sudah 6 tahun tapi manjanya minta ampun.
"Om tampan. Kok disini?" tanya Alya polos.
"Jadi, om gak boleh ya kesini?" jawab Miko pura pura cemberut.
"Ih..om jelek tau, kalau cemberut gitu. Nanti gak tampan lagi." ejek Alya.
__ADS_1
Reyhan tertawa geli melihat tingkah sahabatnya itu.
"Gak pantas Lo cemberut gitu." Ucapnya mengejek.
Miko ketawa cengengesan. "Apa sih Lo."
Terdengar suara mesin mobil masuk di pekarangan rumah Reyhan. Laras dan Shinta telah sampai.
Alya yang mendengar suara mesin mobil turun dari pangkuan Miko. Pasti itu maminya yang datang.
"Itu pasti mami. Alya mau sama mami." Berlari menuju maminya.
"Assalamualaikum....." Sapa Laras.
Walaikumsalam mami." Jawab Alya.
"Anak mami. Mana papi sayang?"
"Hai cantik. Makin gemes deh lihat kamu." sahut Shinta mencubit gemas pipi Alya.
Mereka bertiga masuk kedalam. Menuju ke tempat Reyhan lagi bersantai. Dengan senyum yang mengembang Laras menyapa suaminya.
"Assalamualaikum....mas." sapanya. Dan mencium punggung tangan suaminya.
"Walikumsalam sayang..."Reyhan membalasnya dan menciun dahi istrinya.
Shinta yang melihatnya merasa iri. Betapa romantisnya Reyhan memperlakukan Laras.
Reyhan begitu menyayangi istrinya. Melihat itu ia teringat dengan Ricko suaminya. Sakit rasanya.
Tanpa sadar sepasang mata memandangnya. Mata yang memandangnya berisi dengan cinta yang tulus. Miko yang melihat Shinta dari awal masuk sampai sekarang. Sepertinya ia melihat ada kesedihan di wajah cantik sang pujaan hati.
__ADS_1
"Mas, boleh ya, Shinta nginap disini?" pinta Laras pada suaminya.
"Boleh sayang. Shinta sudah mas anggap sebagai adik mas." ucap Reyhan.
"Makasih mas Rey." ucap Shinta dengan tersenyum getir.
Miko merasa bingung, kenapa Shinta menginap disini. Sementara ada suaminya.
"Lo bingung? Pasti Lo mau tahukan kenapa Shinta mau nginap disini?" Tanya Reyhan kepada Miko yang sedari tadi kelihatan bingung.
Shinta dan Laras sudah meninggalkan ruangan itu. Laras megantarkan Shinta ke kamar tamu untuk beristirahat.
"Rey?" panggil Miko.
"Ck. Shinta ingin pisah dengan suaminya." Ucap Reyhan singkat.
Miko melongo mendengar ucapan Reyhan.
"Ma...maksud Lo?"
"Miko. Shinta sudah mengetahui semua perbuatan bejat Ricko." Ucap Reyhan santai.
Miko tersenyum tipis. Apakah ini jalan menuju cinta sejatinya. Setelah sekian lama menunggu. Untuk kali ini dia akan mempertahankan cintanya agar dia bisa memilikinya.
"Kenapa Lo senyum - senyum?" tanya Reyhan.
"Hah.! Gue senang bro." ucap Miko cengengesan.
Reyhan hanya geleng - geleng kepala melihatnya. Sahabatnya itu masih sangat mencintai Shinta dan berharap memilikinya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa beri vote kalian ya? Ini sudah hari senin. Like, komen dan beri hadiah juga. Terimakasih.