
Alya sudah berada di rumahnya, tepatnya di kamarnya. Dihempaskannya tubuhnya, ia merasa lelah. Pangeran yang ada di mimpi malamnya ternyata sangat sombong. Tapi, Alya sangat menginginkan Pria itu. Alya mencoba mendekatinya lagi. Kalau berjodoh alhamdulilah.
*********
Dimalam hari yang dingin. Hujan baru saja berhenti turun membasahi bumi. Alya sedari tadi tidak bisa tertidur jam dinding menunjukkan masih pukul delapan malam. Alya mendengar ada tamu yang datang berkunjung ke rumahnya. Dengan penasarannya ia pun turun ke lantai satu.
Setelah menuruni anak tangga, Alya terkejut melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang Rektor ganteng.
"Pak Rio?." panggil Alya pelan.
Reyhan mendengar suara putrinya,menoleh kearah putrinya. "Sayang...Kenapa belum tidur?." tanya Reyhan.
"Maaf papi, Alya mau ngambil minum." jawabnya gugup karena Rektor gantengnya menatap kearah Alya terus.
Alya pun bergegas pergi. Berlama - lama di tempat itu akan membuat kerja jantungnya tidak baik. Setelah Alya mengambil minumnya di dapur ia pun kembali ke kamarnya. Berjalan menuju kamar Alya sesekali ia melirik Rektor gantengnya itu. Ternyata Rektornya juga meliriknya.
Sampai di kamar Alya mengembuskan nafasnya kasar. "Huh...Ganteng banget tu Rektor. Tapi...kenapa dia mandangi gue terus ya?." ucap Alya tersenyum senang. "Argh...Rektor gantengku." jeritnya bahagia.
Sedangkan di bawah tempat Reyhan dan Rio. Mereka mebicarakan kerjasama perusahaan mereka. Reyhan dan Faisal orang tua Rio berteman sejak lama. Kali ini Reyhan dan Rio akan bekerjasama tentang proyek pembuatan hotel.
Malam telah larut. Reyhan dan Rio telah selesai dengan pekerjaan mereka. Rio berpamitan dengan Reyhan untuk pulang. Ketika Rio ingin membuka pintu mobil tanpa sengaja Rio melihat kearah jendela kamar Alya. Lampu kamar masih hidup. Dan beruntungnya Alya yang belum tidur keluar menuju balkon kamarnya. Menikmati sejuknya malam. Dengan senyum tipis Rio melihat wajah cantik Alya dari bawah. Ada perasaan yang aneh ia rasakan. Entahlah perasaan apa itu. Alya pun tanpa sengaja mengarahkan pandangannya ke arah Rio yang sedang terpaku memandang dirinya dari bawah.
Pandangan mereka beradu cukup lama. Mereka berdua tersenyum bersamaan. Alya yang spontan melambaikan tangannya menyapa Rio.
__ADS_1
Rio pun membalas lambai Alya. Setelah itu Rio masuk kedalam mobilnya dan berlalu dari halaman rumah Alya.
Di perjalanan Rio tak henti - hentinya tersenyum. Seperti ABG yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama. Rasanya sudah lama dia tidak merasakan cinta lagi. Setelah ia tahu tentang tingkah laku istrinya.
Rasa cinta seketika hilang. Bertemu dengan Alya rasa itu kembali hadir.
Sementara itu Alya merasa senang. Rektor gantengnya tersenyum padanya. Ia sempat berpikir kalau akan susah mendekati Rektornya itu. Dengan kejadian tadi Alya jadi semangat untuk mengejar cinta sang Rektor.
"Arrghh.....Rektor gantengku." ucap Alya gemas.
*********
Rio tiba dirumahnya. Rumah yang tak kalah besar dari Reyhan, bahkan sangat besar. Rio memarkirkan mobilnya di grasi mobilnya. Ia turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam rumah menuju kamarnya. Tubuhnya sangat lelah sekali.
Ketika ia menaiki anak tangga menuju kamarnya. Rio melihat kamarnya terbuka sedikit. Degan perlahan ia membuka pintu kamarnya. Ia melihat ada istrinya didalam.
"Mas, kau sudah pulang. Aku kangen sama kamu.?" ucap Rani istri Rio. Ia ingin memeluk suaminya itu. Tapi sayang Rio menepisnya.
"Maaf Rani. Aku sangat lelah.!" jawabnya dingin.
" Ya sudah, mas mandi dulu. Aku siapin pakaian kamu ya?." ucap Rani.
Rio tak memperdulikan istrinya itu. Dia berlalu begitu saja menuju kamar mandi. Rio menyegarkan tubuhnya di bawah kuyuran shower.
__ADS_1
Rani menunggu suaminya di ranjang mereka. Rani yang baru pulang dari Paris karena ada pekerjaannya dan sekalian liburan bersama kekasih simpanannya. Dari bandara ia langsung menuju rumah suaminya. Ia ingin bertemu Rachel anaknya dan suaminya. Di bilang rindu. Ya Rindu.
Rani sangat mencintai Rio. Ia tidak ingin berpisah dari Rio.
Rio telah selesai dari mandinya. Ia pun menuju walk in closeth, ia memakai pakaian tidurnya. Setelah itu ia pun menuju ke ranjangnya tanpa memperdulikan istrinya. Ketika ingin memejamkan matanya.
"Mas. Apa kau tidak merindukanku?." tanya Rani lembut.
Rio membuka matanya. "Untuk apa?!." ketusnya.
"Mas. Aku ini istri kamu."
"Mana ada seorang istri yang meninggalkan suami dan anaknya berbulan - bulan.!!" ucap Rio sedit membentak.
"Mas kau tau kan, aku ini bekerja." jawab Rani.
"Bekerja kau bilang?!"
"Mas..."
"Cukup!!!. Keluar dari kamar ini.! Aku lelah, aku ingin istirahat.!" ucapnya membentak Rani.
Mau tak mau Rani pun keluar dari kamar itu. Ia berpindah ke kamar tamu.
__ADS_1
Rio sudah muak denga istrinya itu. Semua, apa yang dilakukan Rani ia tahu. Bahkan ia juga tahu di Paris sana, istrinya itu pergi dengan siapa.
"Kau pikir, aku tidak tahu apa saja yang kau lakukan di Paris sana? Dasar perempuan jalang.!" Batin Rio dan ia pun memejamkan matanya untuk tidur.