Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD Season 2


__ADS_3

Alya menganggukan kepalanya dan tersenyum. Ia mengelus perutnya yang masih rata. Bahagia sekali rasanya. "Baik baik di dalam ya sayang. Mama dan papa sangat bahagia dengan kehadiran kamu."


Alya teringat akan putrinya. Rachel, kemana dia. "Mi, Rachel mana?" tanya Alya, ia tak melihat Rachel sedari tadi.


"Ya ampun, mami lupa. Rachel masih di kamarnya. Katanya tadi banyak tugasnya. Jadi ia meminta makanannya di bawa ke kamar saja." ucap sang mami.


"Ya sudah." ucap Alya.


Mereka mengisi perut mereka dengan makanan yang sangat enak buatan sang mami tercinta. Setelah makan Alya akan memberitahu kabar tentang kehamilannya kepada Rachel. Rachel pasti senang akan memiliki seorang adik. Karena ia pernah berkata kalau ia ingin adik perempuan.


...**********...


Sedangkan di negara seberang sana, Rio yang tengah memeriksa dokumen perusahaannya, di ganggu dengan suara dentingan suara ponselnya pertanda adanya pesan masuk. Rio segera mengambil ponselnya dan membukanya, ternyata pesan tersebut dari sang istri tercinta.

__ADS_1


Mendapati sang pengirim pesan adalah Alya, Rio segera membuka chat room dan sungguh untuk beberapa detik Rio merasa dunia berhenti seketika.


"Pa....papa?What?Papa? I'm going to be Papa? Papa? Alya hamil?" seperti ada ratusan bahkan ratusan bahkan ribuan kembang api yang beruforia di langit malam, Rio merasakan perasaan yang sangat sangat bahagia.


Bahkan Rio tak tahu harus menyentuh apa setelahnya. Saking senangnya, letak aplikasi kontak di ponselnya saja ia lupa. Setelah mendapatkan aplikasi tersebut, Rio segera mencari nomor istrinya dan menekan tombol panggil. Namun panggilan dari dirinya tak kunjung diangkat oleh istri manjanya itu.


"Ayolah sayang, angkat telponnya!" seru Rio yang tak sabar ingin mengkonfirmasi kabar ini dari Alya. Namun sudah lima kali Rio mencobanya tetap tak diangkat oleh Alya.


Setelah memberi tahukan tentang kepulangannya kepada Morgan. Rio segera membereskan kopernya dan segera check out dari hotel menuju bandara. Untung saja ada pesawat malam ini ke Indonesia.


Rio diantar Morgan ke Bandara. Dan untung saja pesawatnya tidak terlambat. Jadilah Rio sampai ke Jakarta tak terlalu malam. Rio pulang dengan taksi online. Karena mobilnya ia tinggalkan dirumah.


Namun saat kakinya sudah menginjak halaman rumah. Suasana rumah kelihatan sudah sangat tenang dan lampu sudah di padamkan. Sepertinya mertuanya dan istrinya sudah tidur.

__ADS_1


Untungnya salah satu pelayan dirumah sang mertua belum tidur. Jadi sang pelayan bisa membukakan pintu untuk Rio. Setelah masuk kedalam rumah, Rio menuju kamar istrinya, sedangkan kopernya tidak ia bawa keatas.


Saat sampai di kamar, ternyata Alya sudah tidur. Ingin rasanya Rio menceramahi istrinya saat ini juga karena tak mengangkat telpon darinya. Namun rasa kesal Rio seketika meluruh habis saat kertas yang tadi Alya foto dan kirimkan padanya tertata rapi di atas bantalnya di sebelah Alya.


Rio mengambil kertas tersebut dan meletakannya di atas meja nakas. Rio hanya melepaskan celana jeans nya saja. Sedangkan baju kaosnya tetap ia kenakan.


Secara perlahan ia masuk kedalam selimut dan memeluk Alya sepelan mungkin. Entah sedang mimpi atau memang tak sadar, Alya justru meringsek masuk kedalam pelukan Rio. Seolah saat itu ia tengah berada di tempat yang nyaman.


"I Love You sayang. Good Night" bisik Rio.


bersambung....


happy saturday night all......

__ADS_1


__ADS_2