Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Perjodohan


__ADS_3

Kini giliran Rio yang akan melamar Alya. Ia akan menikahi Alya secepatnya. Hanya menunggu waktu yang tepat saja.


*******


Pembicaraan para orang tua Rio dan Alya mereka ingin menikahkan mereka. Tuan Faisal dan Nyonya Revi sudah melihat foto calon menantu mereka. Alya begitu cantik. Mereka sangat setuju kalau Alya menjadi menantu mereka.


"Pah, mama suka banget lihat Alya. Mama yakin Alya gadis yang baik." ucap Mama Revi.


"Mudah - mudah Mah." sahut Papa Faisal.


Sementara itu di Penthouse milik Rio. Semenjak Rio dan Alya bersatu lagi. Sekarang Rio tinggal di Penthouse nya. Rumahnya tidak lagi ditempatinya. Karena ia tahu kalau Rani sang mantan istri selalu berkunjung ke sana. Rachel putrinya akan ia bawa untuk tinggal di Penthouse.


Rio juga ingin mengatakan kepada Rachel tentang hubungannya dengan Alya. Kini Rio sedang bersiap untuk menemui anak perempuannya sepulang ia sekolah.


Sebelum menjemput Rachel. Rio akan ke kampus untuk menemui sang pujaan hatinya.


Ia juga membeli sebuket bunga mawar putih untuk Alya. Rio memarkirkan mobilnya di depan toko bunga langganannya.


Langkah Rio terhenti oleh teriakan seorang wanita. "Pak Rio?" sapa wanita cantik itu.


Rio menghadap ke arah wanita itu. "Hai, Nona Reina. Anda disini juga?" tanya Rio ramah.


"Iya Pak. Saya ingin membeli bunga untuk Mami saya. Dia sangat suka bunga Lili." seru Reina.

__ADS_1


"Saya juga. Mau beli bunga untuk kekasih saya." ucap Rio.


Reina tidak suka mendengar Rio memiliki kekasih. Karena Reina berencana ingin mendekati Rio. Ia sudah suka dengan Rio pada pandangan pertama.


"Maaf Nona Reina. Saya permisi duluan ya. Bunga saya sudah dapat. " tunjuk Rio kepada Reina. Tanpa menunggu jawaban dari Reina. Rio pergi begitu saja. Dan ia bertujuan untuk ke kampus.


Reina hanya memandang kepergian Rio. Gimana mau mendapatkan Rio. Sikap nya saja sangat dingin. Tapi ia tidak akan menyerah.


Di kampus. Alya telah selesai dengan kelasnya. Begitu lelah hari ini. Lumayan banyak kelas yang diajarnya. Perutnya terasa lapar sekali. Tujuan utamanya adalah kantin. Sebelum kekantin Alya keruangannya terlebih dahulu. Karena ponsel dan dompetnya ketinggalan di mejanya.


Berjalan di koridor kampus menuju ruangan. Alya di kaget kan dengan tarikan pada lengannya. Seseorang menarik lengannya. Alya ingin marah ke orang itu.


"Sayang..." seru Rio nyengir.


"Heheh...maaf ya. Mas bawa ini untuk kamu." ucapnya dan memberikan sebuket bunga mawar putih.


Kebetulan keadaan tempat mereka berdiri sekarang agak lumayan sepi. Tidak banyak mahasiswa maupun mahasiswi berlalu lalang. Sehingga Alya dan Rio tidak merasa malu dengan keromantisan mereka.


"Kamu mau kemana Yank? Kok buru - buru?" tanya Rio.


"Makasih bunganya mas. Alya lapar mas. Alya mau kekantin. Tapi, dompet Alya dan handphone tinggal di meja ruangan Alya." ucapnya.


"Jadi, sayangnya mas ini laper ya? Yaudah kita makan di restoran dekat kampus yuk?" aja Rio.

__ADS_1


"Iya mas. Tapi dompet aku?"


"Kekasih kamu ini masih sanggup untuk membayari kamu makan sayang. Kalau perlu restorannya mas beli untuk kamu." ucap Rio menyombongkan diri.


Alya menatap jengah kekasihnya. "Alya lupa kalau kekasih Alya ini Sultan." ucap Alya malas. Alya pun berjalan melewati Rio. Rio hanya terkekeh geli melihat raut wajah Alya. Rio pun menyusul Alya. Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil.


"Sayang, setelah makan siang ini mas akan menjemput Rachel ke sekolah dan membawanya tinggal bersama mas di Penthouse. Mas juga ingin mengatakan hubungan kita." ucap Rio sambil menggenggam tangan Alya.


"Mas, Alya takut kalau Rachel gak setuju." ucap Alya sendu.


"Kamu tenang aja ya sayang. Rachel itu putri mas yang baik. Dia pasti mengerti dengan perasaan papanya." jelas Rio menenangkan Alya.


Rio menepikan mobilnya. Ia menangkup kedua pipi Alya dengan tangannya. "Sayang, dengar mas, apa pun keputusan Rachel nanti. Mas akan tetap menikah dengan kamu. Mas gak sanggup kehilangan kamu lagi. Gak sanggup sayang." ucap Rio sangat lembut.


Mata Alya sudah berkaca - kaca. Dari mata kekasihnya itu tidak ada kebohongan. Kekasihnya berkata jujur dan tulus. "Makasih mas. Alya juga gak akan sanggup kehilangan mas." Ucap Alya dan memeluk tubuh Rio dengan erat. Rio pun membalas pelukan kekasihnya. Untuk beberapa saat, Rio merenggangkan pelukannya. Dan sedikit memiringkan wajahnya dan Rio ******* bibir merah Alya. Cukup lama mereka berciuman di dalam mobil itu. Sampai - sampai mereka berdua ke habisan oksigen untuk bernafas.


"Mas sangat mencintai kamu sayang." ujar Rio.


Alya pun mengangguk. "Alya juga mencintai kamu mas." balas Alya.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju restoran. Untuk mengisi perut mereka.


bersambung.....

__ADS_1


jgn lupa vote ya....


__ADS_2