Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 109


__ADS_3

Beberapa hari Laras koma. Dan akhirnya Laras bangun juga dari komanya. Semua keluarga telah di beri kabar dengan bangunnya Laras dari komanya. Alya, putri kecilnya sangat bahagia mendengar maminya telah bangun.


Dia ingin sekali menemui maminya itu. Dia ingin mencium seluruh wajah maminya. Dia sangat merindukannya.


Langkah kecil seorang anak yang ingin sekali bertemu dengan mami kesayangannya. Sudah seminggu dia tidak bertemu dengan maminya. Hari ini anak cantik itu dengan riangnya berjalan di lorong koridor rumah sakit. Dia menuju ruangan dimana maminya dirawat.


Ceklek....


"Assalamualikum ... mami." Teriaknya manja dan menggemaskan.


Dengan semangatnya ia berlari menuju brangkar maminya. Dan memeluk tubuh maminya dengan erat.


"Mami, Alya kangen sama mami. Jangan tidur lama - lama lagi ya?." ucapnya lirih.


"Sayang, mami juga kangen banget sama kamu sayang." jawab Laras sambil membalas pelukan sang anak.


Laras begitu bahagia, suami yang menyayanginya dan anak yang bukan darah dagingnya sangat menyayangi nya.

__ADS_1


Semua keluarga datang menjenguk Laras. Mereka sangat bahagia dan mengucapkan syukur dengan bangunnya Laras dari komanya.


Sementara itu Chintya di bawa ke rumah rehabilitasi. Berharap dibawah penanganan yang tepat wanita itu bisa kembali menjadi dirinya sendiri. Reyhan berharap Chintya dapat sembuh dari ketidak warasannya.


Semua orang berkumpul di kamar rawat Laras, Mertua Laras, tantenya, para sahabatnya dan lain sebagainya. Mereka semua mengucapkan syukur karena Laras telah kembali kepada mereka semua.


Satu persatu yang berkunjung di ruang rawat Laras telah berpulangan. Termasuk Alya dan para oma dan opa. Sementara itu sepasang suami istri baru Ricko dan Shinta masih setia menemani Laras di ruangannya.


Ricko dan Shinta kelihatan sangat mesra membuat hati seorang pria yang berada di samping Reyhan menahan emosinya. Miko yang sedari tadi menatap tajam ke Ricko. Bisa - bisanya pria itu tidak merasa bersalah kepada istrinya dengan perbuatan yang dilakukannya.


"Shin, gimana kabar Lho?" tanya Laras.


"Aku baik aja. Aku bahagia sekarang Ras." ucap Shinta sambil menggenggam tangan suaminya.


Shinta tidak melepas genggaman tangannya dari suaminya. Itu semua karena sedari tadi Miko memandang tajam ke arah suaminya. Entah kenapa Miko sangat membenci suaminya itu.


"Mas Rey, kau harus jaga Laras dengan baik. Jangan sampai Laras terluka lagi." ucap Shinta sedikit mengancam.

__ADS_1


"Ck. Kau tenang saja Shinta, aku bakalan jaga istriku tersayang ini. Tidak akan ada lagi yang akan berani untuk mencelakainya." ujar Reyhan tegas.


Shinta hanya menjawab dengan mengancungkan jempolnya saja.


Miko, yang memandang kearah pasangan suami istri itu begitu muak dengan mereka. Dia pun pergi meninggalkan ruangan rawat Laras tanpa pamit. Bahkan dengan Reyhan pun dia tidak pamit.


Sepeninggalan Miko, Shinta begitu sedih melihat pria yang masih saat ini menghiasi hatinya. "Kenapa kamu mas?" tanya Shinta dalam hatinya.


Shinta yang penasaran dengan sikap Miko itu pamit kepada suaminya dan Laras untuk ke toilet.


"Mas, Shinta ke toilet dulu ya?." ucapnya lembut kepada suaminya. Ricko pun menjawab dengan anggukan.


Shinta pun keluar dari ruang rawat Laras. Dia menemukan Miko yang sedang duduk bersandar di bangku tunggu pasien. Shinta mendatangi Miko.


"Mas..." Panggil Shinta pelan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2