
Brakkk...
Ivan sontak terkejut, lebih terekjutnya ia melihat kedatangan dua wanita yang ia takuti sekarang ini. Dua wanita yang ingin menghancurkan hubungannya dengan Rachel.
"Apa maksud kak Ivan ingin menikah dengan Rachel?! Kakak mengingkari janji kakak!" teriak Rindi tiba tiba.
"Rindi?! Apa seperti ini cara kamu menyapa kakak?" tanya Ivan geram.
"Kenapa?! Kakak gak suka?" tantang Rindi marah.
Sementara itu Sisil yang melihat adegan itu hanya tersenyum menang, inilah yang ia mau, Rindi marah marah dengan Ivan. Ia sangat tahu kalau Ivan sangat menuruti kata kata Rindi.
"Apa mau kamu Rindi?!" bentak Ivan.
"Aku mau, kakak membatalkan pernikahan kakak dengan anak wanita ****** itu!!" teriak Rindi emosi.
"Gak akan. Aku akan tetap menikah dengan Rachel. Aku mencintainya." seru Ivan tegas.
Sisil mengepalkan kedua tangannya. Bukan ini yang ia mau, kenapa Ivan tak menuruti Rindi.
"Kakak pikir, aku takkan tinggal diam. Aku akan menggalkan pernikahan kakak." ancam Rindi.
"Terserah kau saja." Ivan tak memperdulikannya.
__ADS_1
"Dan kau?! Jangan pernah ganggu aku lagi. Jangan kau ganggu Rachelku. Aku tak ingin terjadi apa apa dengan wanita yang sangat aku cintai." ucap Ivan menunjukka Sisil.
Sisil semakin geram saja. Berani sekali Ivan mengancamnya.
"Lebih baik, kalian berdua keluar dari ruangan ini!" bentaknya.
"Jangan sampai aku panggil security." ucapnya lagi.
Kedua wanita itu sangat geram dan emosi sekali. Mereka tak terima diperlakukan seperti ini. Sisil lebih marah, ia akan mencari cara lain lagi untuk menggagalkan Ivan menikahi Rachel.
Akhirnya kedua wanita itu pergi juga dari ruangan Ivan. Ivan pun bernafas sangat lega. Dua wanita perusuh akhirnya pergi.
Ivan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Pernikahannnya dengan Rachel sebentar lagi, tapi wanitanya masih saja mendiamkannya.
*****
Mega sungguh sangat bahagia, benih cintanya dengan sang suami akhirnya tumbuh di dalam rahimnya.
Mega mengelus - elus perutnya yang masih rata. Mega masih belum mengatakan kalau dia sedang mengandung. Mega akan memberi kejutan kepada Suaminya ketika dihari ulang tahun suaminya.
Duduk diatas ranjang dan bersandar di kepala ranjang dan menutupi tubuh polosnya. Suami tercintanya menagih jatah malam nya. Keindra tampak lelah dan terlelap. Mega memandangi wajah suami tercintanya. Sungguh dirinya tak menyangka, bisa menikah dengan pria yang arogan.
Jam dinding menunjukan sudah pukul sepuluh malam. Selepas magrib tadi keduanya bergumul dengan mesra. Sampai keduanya kelelahan dan terlelap sampai melewatkan waktu isya.
__ADS_1
"Sayang...mama belum kasih tahu ke papa, kalau kamu sudah ada didalam perut mama." gumamnya dalam hati sambil mengelus perutnya.
"Nanti, waktu papa ulang tahun mama akan memberitahu tentang keberadaan kamu sayang. Kamu akan menjadi kado terindah buat papa." Seru Mega lagi. Suaminya pasti sangat senang.
Mega beranjak dari tempat tidurnya, wanita itu berniat membersihkan tubuhnya yang sangat lengket sekali.
Setelah selesai membersihkan diri dengan mandi, Mega menaiki tempat tidur lagi dan bergabung dengan sang suami.
Keindra merasa terusik karena harum dari rambut sang istri, pria itu membuka matanya. Istri tercinta berada dipelukannya dan sudah mandi dan wangi.
"Yank..." bisik Keindra pelan.
"Kenapa mas?" sahut Mega dan membuka matanya.
"Udah mandi kamu? Kenapa gak bangunin mas, hmm?" tanya Keindra lembut.
"Gerah mas. Lagian mas nyenyak banget tidurnya." ujar Mega.
"Nyenyak dong, kan di cas ampe berjam jam." goda Keindra.
"Ck. Mesum." dengus Mega.
"Ya sudah, bobok lagi yuk." Ucap Keindra. Pria itu memeluk erat tubuh istri tercintanya dengan erat. Keduanya kembali terlelap.
__ADS_1
Bersambung....