
Keindra ingin membelikan sebuah hadiah untuk Mega sang kekasih. Kini Keindra berada di sebuah Mall ternama di Jakarta. Keindra ingin membelikan Mega sebuah kalung.
"Mbak...bisa pilih kalung yang paling bagus ya?" seru keindra kepada pelayan toko perhiasan.
"Baik Tuan."
Pelayan toko memilihkan kalung paling bagus di toko nya dan termahal. Keindra tak memandang harga, ia langsung saja membayarnya. Hadiah spesial untuk yang spesial.
Setelah mendapatkan yang di inginkannya. Keindra juga ingin membelikan Mega cake coklat. Mega sangat menyukai coklat. Ketika Keindra ingin masuk ke dalam toko cake, ia melihat sesosok yang ia kenal lagi berdua dengan seorang wanita, dan wanita itu bergelayut manja di lengannya. Namun waniya itu buka Rachel, melainkan wanita lain. Ternyata sosok itu adalah Ivan, kekasih Rachel.
"Ivan..." bisiknya.
Karena penasarannya ia mengikuti Ivan. Serasa mendidih darah Keindra, Ivan kekasih nya Rachel berselingkung. Keindra mengepalkan kedua tangannya.
Keindra pergi dari tempat itu. Niat untuk membelikan cake untuk Mega, alhasil tak jadi.
Keindra sungguh marah dengan Ivan, tega sekali dia mendua. Keindra menuju apartemen Rachel, ia ingin mengatakan kepada Rachel apa yang ia lihat tadi.
Sampai di depan unit apartemen Rachel, ingin mengetuk pintu apartemen Rachel, seorang datang, dan sudah berada di belakangnya.
"Tuan Keindra?" sapa Ivan. Ternyata Ivan yang datang. Ivan tahu, kalau Keindra melihatnya di toko cake di mall. Tidak ingin rahasianya terbongkar, Ivan dengan segera menuju apartemen Rachel juga. Karena ia tahu pasti Keindra akan ke sana juga.
"Anda, di sini juga Tuan?" tanya Ivan tersenyum sinis.
"Iya...aku ingin bertemu dengan Rachel." Sahut Keindra.
"Sebaiknya, anda pulang saja Tuan Keindra. Saya dan Kekasih saya ingin berdua saja." ucap Ivan.
__ADS_1
Keindra berdengus kesal. Benar benar pria brengsek.
Tak ingin ribut, Keindra pergi dari tempat itu. Keindra sungguh sangat emosi, ia tidak menerima, kalau Ivan menduakan Rachel.
******
Sementara itu Ivan sedikit lega, karena Keindra tak jadi menemui Rachel, dan untuk sementara posisinya aman.
Tok...tok...tok....
"Siapa sih?" gumam Rachel. Ia lagi sibuk dengan pekerjaannya. Rachel sedikit kesal, berjalan menuju pintu.
"Si...apa....? Sayang....?" ucap Rachel senang. Ternyata kekasihnya yang datang.
"Hmm...kamu pikir siapa?" tanya Ivan dengan gemas. Pria itu pun memeluk sang kekasih dengan erat. Ia sungguh merindukan Rachel. Sudah tiga hari ia tak bertemu dengan Rachel.
"Aku juga mas..." sahut Rachel manja.
Ivan menangkup kedua pipi Rachel dan memberikan kecupan di bibir Rachel dengan lembut.
******
Sebenarnya Keindra masih sangat kesal, ingin sekali mengatakan yang dilihatnya di mall. Bahwa kekasihnya Rachel itu berselingkuh. Namun, ia kalah cepat dengan Ivan. Lelaki sialan itu malah duluan sampai di apartemen Rachel.
Gara - gara pria sialan itu, Keindra sampai melupakan tujuannya, ia ingin memberikan hadiah kecil untuk kekasih nya.
Keindra menuju kampus Mega. Ia ingin menjemput kekasihnya.
__ADS_1
Di Kampus.
Kini Mega lagi duduk di kantin kampus bersama sahabatnya Mili. Jadwal kuliah mereka telah selesai. Karena perut keduanya terasa lapar, jadi, keduanya makan terlebih dahulu ke kantin.
Lagi asyik menikmati makan siangnya. Mega dan Mili di kaget kan dengan suara.
"Sayang.....?" teriak Keindra dan melambaikan tangannya. Keindra berjalan menuju tempat duduk sang kekasih.
"Kak?" seru Mega. Gadis itu sangat senang, Keindra menghampirinya ke kampus.
"Sayang...pulang yuk?" ajak Keindra.
"Aku lagi makan Kak." sahut Mega.
"Nanti aja lagi. Kita makan di tempat lain." ajak Keindra.
"Ok deh." Mega berpamitan kepada Mili.
"Maaf ya? Gue duluan." seru Mega.
"Ok."
******
"Kita mau kemana Kak?" tanya Mega penasaran.
"Ada deh sayang....kejutan." Keindra ingin mengajak Mega ke suatu tempat. Tempat yang tenang dan nyaman. Ia berencana ingin melamar Mega.
__ADS_1
"Kejutan apa sih kak?" tanya Mega lagi.