
Larasati yang sedang menunggu jemputan sang kekasihnya Ricko. Hari ini dia akan makan siang bersama Ricko dan Ricko membawanya makan siang bersama kliennya. Setelah menungu 25 menit menunggu, orang yang ditunggu pun telah tiba.
"Lama ya sayang?". Tanya Ricko.
"nggak kok bi". Balas Laras dengan senyuman.
Mereka pun menuju Cafe yang dituju. Sementara Reyhan dan Miko telah sampai di Cafe yang sama dengan Laras. Mereka juga akan makan siang dengan klien mereka dari MK GRUP. Reyhan dan Miko telah memesan tempat VIP. Mereka menunggu kedatangan kliennya. Beberapa menit menunggu, akhirnya yang ditunggu pun telah tiba. Ricko yang melihat kliennya pun segera menuju ketempatnya sambil menggengam erat tangan Laras mereka berjalan bersama menuju meja tersebut.
"Selamat siang tuan Reyhan, maaf lama menunggu ". Kata Ricko sambil berjabat tangan.
Deg....
"Se...lamat siang, Reyhan kaget melihat Laras datang bersama Ricko, rasa nya sesak sekali dada ini, melihat istrinya bersama orang lain.
Laras pun kaget melihat dihadapannya ternyata suaminya. Laras merasa bersalah kepada suaminya.
"Maaf Tuan Reyhan saya agak telat, karena tadi saya menjemput kekasih saya kekampusnya". Kata Ricko sambik mencium punggung tangan Laras dengan mesra.
Sementara itu, Reyhan merasa sesak didadanya, melihat istrinya bermesraan bersama orang lain. Tapi ini semua salahnya, dia yang memberikan kebebasan kepada Laras. Dia memberi kesempatan kepada Laras untuk terus menjalin hubungan dengan kekasihnya, dengan syarat Laras harus menyayangi Alya. Ternyata semuanya telah dibuktikan Laras.
Sebelum memulai percakapan mereka, Pelayan datang membawa menu makanan, mereka pun memilih menu makan siang mereka. Setelah memesannya Ricko yang memulai percakapannya.
"Oya, Tuan Reyhan, bagaimana apakah anda menyetujui kerjasama kita?". Tanya Ricko.
Reyhan yang dari awal tidak fokus, hanya memandangi tangan Ricko yang terus menggenggam tangan Laras didepannya merasa hatinya tersayat. Laras pun yang merasa di liatin terus, melepas genggaman tangan Ricko perlahan dan terlepas.
__ADS_1
"Tuan Reyhan". Panggil Ricko lagi.
"Ah...ya, saya menyetujuinya, persiapkan semua suratnya, dan asisten pribadi saya Pak Miko akan menyelesaikanya". Kata Reyhan.
"Kalau begitu, terimakasih Tuan". Ucap Ricko dengan senang.
Pelayan pun datang membawa pesanan mereka, semuanya pun memakan makan siang mereka dengan nikmat, tapi tidak dengan Reyhan dan Laras. Mereka merasa gelisah. Reyhan yang menyelesaikn makan nya dengan cepat, dan dia pun permisi untuk pulang duluan.
"Ah...maaf kan saya Pak Ricko, sepertinya saya harus permisi, karena ingin menjemput anak saya". Ucap Reyhan sambil melirik Laras."
Laras yang dilirik pun merasa tersindir dengab ucapan Reyhan, karena dia lupa hari ini dia harus menjemput Alya disekolahnya.
"Ya Tuhan, aku lupa untuk menjemput Alya disekolah, maaf kan mama Alya". Gumam Laras dalam hatinya.
"Dan segala urusan saya serahkan kepada asisten pribadi saya Pak Miko". Ucap Reyhan kepada Ricko. Miko pun menganggukan kepalanya.
"Sayang, aku juga pamit ya, karena aku tadi udah janji sama Shinta mau nemani dia ketoko buku". Ucap Laras berbisik.
"Mau aku antar sayang?". Tanya Ricko.
"Nggak usah sayang, aku naik taksi saja, kamy kan masih sibuk".Kata Laras.
Ricko pun akhirnya mengiyakannya. Laras dengan segera bangkit dari duduknya, menyusul Reyhan ke parkiran. Ketika Reyhan ingin membuka pintu mobilnya, Laras memanggilnya.
"Mas Rey, tunggu aku".
__ADS_1
Reyhan tidak memperdulikannya, Reyhan tetap masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya, ketika dia ingin melajukannya, Laras menghadang mobilnya.
"Berhenti mas,". Teriak Laras.
Reyhan yang menghiraukannya, ingin terus melajukan mobilnya. Tapi Laras tetap kekeh untuk menghadangnya.
"Masss Reyhan, berhenti aku ikut". Teriak Laras lagi sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
Reyhan yang menahan emosinya pun membuka kaca mobilnya.
"MINGGIR...". Bentak Reyhan juga.
"Mas aku mohon, aku ikut, hiks...hiks...". ucap Laras sambil terisak.
Reyhan yang merasa kasihan pun akhirnya luluh, dan membiarkan Laras naik kedalam mobilnya.
Setelah naik, diperjalanan tidak ada yang berbicara, hanya keheningan yang tercipta. Laras yang sudah tidak bisa menahan tangisnya, akhirnya menangis juga.
"Maaf". Ucap Laras Lirih.
Bersambung......
Hay semuanya ketemu lagi kita, malam ini aku up ya, semoga ceritanya kalian suka.
terimakasih....
__ADS_1
jgn lpa like dan coment ya....