Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 58


__ADS_3

Semenjak pertemuannya dengan pria yang bernama Jimmy itu, Rindi selalu mengingat wajah tampan pria itu. Ingin rasanya Rindi bertemu dengan Jimmy lagi.


Rindi tak tahu dengan hatinya ini, kenapa selalu berdebar mengingat nama Jimmy. Rindi mengembangkan senyuman diwajahnya. Rasa yang dulu, rasa ketika ia menyukai pria bernama Keindra Putra Angkasa, pria yang selalu membuat dia berdebar. Namun sayang cintanya bertepuk sebelah tangan.


Rindi menyukai Jimmy pada pandangan pertama. Tanpa berpikir, Jimmy itu siapanya Sisil.


***


Rachel si bumil yang manja, tidak ingin lepas dari pelukan sang suami. Bahkan Rachel kerap selalu ikut ke kantor bersama Ivan. Ivan sang suami lagi bekerja, sementara Rachel selalu duduk di atas pangkuan Ivan.


Ivan tak pernah keberatan atau marah. Ivan malah sangat senang, istri tercintanya selalu manja.


"Mas...setelah selesai bekerja, kita jalan ya mas?" seru Rachel meminta sambil memainkan kancing kemeja kerja sang suami.


"Iya sayang, kita jalan jalan ya?" sahut Ivan begitu lembut.


"Terimakasih suamiku sayang..." seru Rachel lagi, kini wanita itu mengecup bibir sang suami.


Ivan yang terpancing, membuat hasratnya menaik. Tanpa menunggu lama, Ivan menggendong tubuh Rachel seperti anak koala dan membawanya kedalam kamar yang ada diruangan Ivan.


Dengan perlahan Ivan membaringkan tubuh sang istri keatas tempat tidur, karena tidak ingin membuat perut buncit Rachel terganggu.


"Kita main bentar ya Yank. Mas udah gak tahan." seru Ivan serak.


Dengan senang hati Rachel mengangguk. Ivan ******* bibir merah Rachel dengan lembut. Ciuman dibibir, turun keleher jenjang nan putih milik Rachel, memberi tanda cinta di tempat itu. Tangan Ivan pun tak tinggal diam, Ivan sudah mendaratkan tangannya di dua aset berharga Rachel. Bentuknya semakin besar dan menggemaskan saja.

__ADS_1


Tubuh keduanya sudah polos, Rachel sungguh tak tahan, suaminya terus saja mempermainkannya.


"Mas...masuki..." rengek Rachel manja.


Ivan terkekeh geli. Istri cantiknya itu sungguh menggemaskan. Penyatuan keduanya akhirnya terjadi, Ivan hanya melakukan dua ronde saja. Tak ingin sang istri kelelahan.


***


Di Perusahaan Angkasa Grup.


Perusahan terbesar di Asia, milik Reyhan Putra Angkasa dan telah diwariskan untuk putra sematawayang yaitu Keindra Putra Angkasa. CEO mudah dan calon papa itu sangat suka bekerja. Kalau bekerja lupa waktu. Tapi, tak pernah lupa degan istri tercintanya.


Kehamilan Mega ini, wanita itu tak ingin berdekatan dengan suaminya. Kalau berdekatan selalu saja Mega mual mual.


Bahkan Mega selalu kesal dan sebal melihat suaminya. Seperti saat ini, Mega lagi ngambek dengan Keindra, tak tahu kenapa. Keindra sangat pusing sekali, Mega tak ingin disentuh olehnya. Mana bisa Keindra tak menyentuh sang istri.


*Drt....drt....


"Hallo sayang..." sapa Keindra dengan lembut. Istri tercintanya yang menelpon*.


"Mas...cepat pulang! Aku pengen makan bubur ayam mas. Cepat pulang ya?!" rengek Mega disana.


Keindra mendengus kesal. Ah...ternyata sang istri menyuruhnya pulang untuk menemani makan bubur ayam. Padahal pekerjaannya masih banyak. Keindra tak tahan akan rengekan sang istri, dan tak ingin anaknya nanti ileran.


Dengan cepat Keindra menyambar jas kerjanya, dompet dan kunci mobilnya. Ia pun bergegas keluar ruangan. Keindra telah sampai di parkiran dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Kei sudah sampai di Mansion. Ternyata istri cantiknya sudah menunggunya.


"Lama banget sih mas." Seru Mega ketus dan cemberut.


"Maaf Yank...macet." Seru Kei beralasan.


Degan wajah cemberutnya Mega langsung masuk kedalam mobil dan membanting sedikit pintu mobil.


Brakk...


Keindra diam terpaku. Kenapa istrinya jadi kasar seperti itu. Keindra mengelus dadanya dengan sabar, mungkin bawaan bayi pikirnya.


"Cepatan dong mas!" teriak Mega dari dalam mobil.


Kei menghela nafasnya, dan menaiki mobilnya. "Makan bubur dimana Yank?" Suara Kei masih bernada lembut.


"Tempat biasa." jawab Mega datar tanpa melihat suaminya.


Disepanjang jalan tak ada suara dari keduanya. Mega kelihatan sangat kesal dengan suaminya karena datang telat.


"Yank...masih ngambek Ya?" tanya Keindra memecah keheningan.


Mega masih belum mau menjawabnya.


"Mau sampai kapan ngambeknya Yank?" Kei berucap sambil mencubit sebelah pipi Mega sebelah dengan gemas. Mega menoleh kearah suaminya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Pulang aja yuk mas. Gak usah jadi makan buburnya. Aku jadi gak pengen lagi. Kita pulang aja, aku mau mandi aja lagi." Keindra mendelik lebar, tempat tujuan sudah didepan mata pikirnya. Sekarang harus balik ke Mansion? Huh ... memang bumil. Untung cinta.


Dengan sabarnya Keindra putar balik mobilnya. Tak ingin istrinya itu semakin ngambek.


__ADS_2