
"Cukup Silvi!!. Teriak Reyhan. "Aku mohon pergilah dari sini. Jangan ganggu aku lagi. Biarkan ku bahagia dengan Keluargaku". Mohon Reyhan sambil mengatupkan kedua tangannya.
Reyhan pergi meninggalkan Silvi dirumahnya. Reyhan ingin mencari keberadaan istrinya. Teringat satu nama di pikirannya. Reyhan melajukan mobilnya menuju rumah Shinta. Sahabat istrinya.
Tidak butuh lama Reyhan pun sampai di apartemen Shinta. Pintu apartemen pun terbuka. Shinta yang melihat kedatangan suami dari sahabatnya itu pun menatap jijik kepadanya ketika Reyhan mendatangi tempat tinggalnya.
Shinta sudah mengetahui semua masalah yang dihadapi sahabatnya itu. Karena Laras menghubunginya dan menceritakan semuanya. Dan Laras minta dan mohon kepada Shinta. Jangan beritahukan keberadaannya di rumah tantenya kepada Suaminya. Bahkan Tantenya pun turut berbohong kepada Reyhan.
"Shinta. Kumohon katakan dimana Laras. Kau tau kan saat ini Laras lagi mengandung". Ucap Reyhan memohon.
"Kupikir kau pria baik-baik. Tapi ternyata, kau dan mantan istrimu itu sama saja." Jawabnya dingin. Shinta bahkan tidak mempersilahkan Reyhan masuk kedalam apartemenya. "Aku tidak tau dia dimana. Kalaupun ku tau dimana Laras saat ini, aku tidak akan memberitahukan kepadamu." Jawab Shinta Lagi. Wanita itu berdiri dengan santainya di pintu apatemennya dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
"Kumohon. Bantu aku Shin." Mohon Reyhan.
__ADS_1
"Untuk apa? Apa untungnya untukku ? Laras itu bukanlah orang yang sabar dan tegar. Tapi anda terus menerus menguji kesabarannya. Aku saja yang menjadi pendengar sudah tudak kuat menahan marah. Apalagi dia. Anda pikir dia orang suci ? Dia itu hanya manusia biasa. Anda hanya tinggal berdoa saja semoga dia berubah pikiran dan kembali kepada anda." Shinta kembali masuk kedalan apartemennya. Membiarkan Reyhan bergelut dengan pikirannya.
Marah. Reyhan meninju tembok yang ada di hadapannya sampai kuku jarinya memerah. Kemana semua orang ketika dia membutuhkannya?!. Umpatnya dalam hati.
Shinta benar. Laras bukan orang suci. Laras bukan orang sabar. Laras hanya manusia biasa yang selalu kecewa dibuatnya. Yang selalu di berikan kata cinta tapi pada akhirnya dikecewakan. "Kemana kamu sayang. Maafkan mas. Maafkan mas yang tidak tegas ini. Mas benar - benar mencintaimu. Kembali Lah sayang". Gumam Reyhan yang sudah berada di dalam mobilnya. Dia bingung harus mencari kemana lagi istrinya.
Laras yang kini lagi menenangkan pikiran dan hatinya dirumah tantenya. Laras tidak pergi kemana - mana dia ingin menenagkan dirinya saja. Masih ada rasa kecewa di dalam hatinya melihat suaminya dicium dan dipeluk oleh mantan istrinya. Dan si mantan istri ingin kembali kepadanya. Air mata selalu saja mengalir diwajah cantiknya. Dia bingung apa yang harus dilakukannya, dia juga memikirkan nasib se jabang bayi.
"Mas." Panggil Silvi.
Reyhan tidak memperdulikan panggilan Silvi. Dia terus berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Dia muak dengan sikap murahan Silvi. Saat ini dia ingin menenangkan pikirannya.
"Mas Rey!!!. Kau dengar ini. Aku akan selalu mengganggu rumahbtangga kalian. Agar kau kembali kepadaku dan kita akan membesarkan Alya bersama!!!." Teriak Silvi. Namun itu semua tidak di perdulikan oleh Reyhan. Reyhan membanting pintu kamarnya dengan sangat keras. Sehingga terdengar oleh Alya anaknya.
__ADS_1
"Mami Silvi. Papi kenapa?." Tanya Alya polos.
Silvi tidak mendengarkan pertanyaan Alya. Saat ini dia sangat kesal pada semua orang. Kenapa tidak ada satu orang pun mengertinya. Silvi pun meninggalkan Alya sendiri berdiri terdiam terpaku di depan pintu kamarnya.
Bersambung.....
Malam ini segini dulu ya ....
soalnya lagi ribet...
jangan lupa Like, Komen dan vote ya???
Terimakasih semunya.
__ADS_1