
Pertemuan antara Rachel dan Rani di taman tadi membuat Rachel takut. Takut akan kehilangan sahabat terbaiknya dan laki laki kesayangannya yaitu kakak laki laki dari sahabatnya Rindi. Laki laki itu adalah Ivan. Siswa SMA yang di gandrungi seluruh siswi nya. Di julukin seorang playboy, banyak perempuan yang patah hati dibuatnya.
Sepulangnya Rachel dari tempat Rindi. Ia sangat kesal dengan Ivan, di depan mata nya ia menggoda seorang cewek. Tapi, kenapa Rachel harus marah. Toh, tidak hubungan apa pun diantara mereka berdua.
"Rachel bodoh!" teriaknya tertahan di dalam kamarnya. Kalau ia berteriak dengan sangat kencang seluruh isi penthouse ini akan mendengarnya.
Mama Alya yang tak sengaja lewat di depan kamar Rachel. Mendengar teriakan kecil dari dalam.
Tok...tok...tok...
"Sayang...kamu kenapa?" panggil mama Alya luar kamar Rachel.
"Gak apa apa ma!!" teriak Rachel dari dalam.
"Ya sudah. Mama kembali ke kamar mama ya sayang? Kamu tidur sayang, sudah larut ini" seru mama Alya.
"Iya ma..!!."
"Hah!! Ini gara gara kak Ivan. Kak Ivan nyebelin!!" gumam Rachel kesal.
Dari pada terus terusan kesal lebih baik Rachel memejamkan matanya dan tidur. Semoga esok pagi akan menjadi pagi yang indah.
**********
__ADS_1
Di pagi hari di Bandung.
Seorang wanita cantik tampak sedang melamun. Ia melamunkan nasibnya. Nasib tentang percintaannya. Kemarin malam saja ada seorang pria yang hadir di mimpinya. Pria itu sangat menyayangi dirinya dan anaknya Jihan. Pria itu menerima wanita cantik itu dengan tulusnya.
Wanita itu adalah Reina. Ia memimpikan seorang Morgan. Asisten sekaligus sekretaris pribadi dari pengusaha terkenal se ASIA yaitu Rio Tama Baharsyah.
Reina menghela nafasnya pelan. "Kenapa aku harus memimpikan Tuan Morgan ya?" gumamnya. Tidak ingin terlambat bangun paginya Reina bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan setelah itu Reina akan memasak sarapan pagi untuk Jihan dan Mama nya.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Reina menuju dapur untuk membuat sarapan kesukaan putrinya.
Ternyata putri cantikya itu telah menunggunya di meja makan. "Hei, anak mama uda wangi saja. Laper ya sayang?" ucap Reina.
Jihan mengerucutkan bibirnya. Ia kesal dengan mamanya. Mamanya itu sekarang selalu pulang larut. Dan pagi ini mamanya pagi sudah dandan cantik. Itu artinya ia akan pergi dan tinggalah dirinya dengan sang nenek.
"Mama gak kemana mana sayang. Hari ini mama akan nemani Jihan untuk bermain. Bagaimana kalau siang nanti kita pergi kesuatu tempat sayang?" ucap Reina.
Jihan mengangguk dengan antusiasnya. Ia sangat senang akan pergi lagi dengan mamanya. "Benerankan ma?"
"Iya sayang......"
Dengan semangat empat limanya Jihan menghabiskan sarapannya. Ia akan pergi dengan mama tercinta nya.
************
__ADS_1
Di penthouse mewah Rio dan Alya.
Pagi ini pun Rachel sangat senang. Karena pagi ini ia akan di jemput oleh Kak Ivan sang pujaan hatinya. Rindi sahabatnya menelpon dirinya, mengatakan kalau kakaknya Ivan akan menjempunya ke penthouse. Setelah pulang sekolah nanti Rindi ingin mengajak sahabatnya itu ke rumah oma dan opanya.
Mengenakan seragam putih birunya dan menyisir rambut panjangnya dengan rapi. Ia pun keluar menghampiri mama dan papanya untuk sarapan.
"Pagi ma, pa" sapa Rachel dan mengecup pipi kedua mama papa nya. Rachel menundukkan tubuhnya di samping sang mama.
"Ma, Rachel pergi sekolah di jemput sama temen ma" ucap Rachel sambil menyuapkan sarapannya.
"Sama siapa sayang?" tanya Alya.
"Kak Ivan ma. Kakak nya kk Rindi" jelas Rachel.
"Terus pulangnya nanti, gimna?" tanya sang papa.
"Nanti Rachel kabarin ya ma pa."
Rachel telah selesai makan sarapannya. Dan yang menjemputnya pun telah datang. Rachel sangat senang laki laki pujaan hatinya telah datang menjemputnya.
Rachel melangkahkan kakinya dengan sangat antusias. Ketika sampai di depan pintu, Rachel tertegun melihat seorang wanita cantik turun dari mobil bersamaan dengan kak Ivan.
"Siapa dia?" gumam Rachel dalam hati.
__ADS_1
bersambung....