Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan Silvi dan Dokter Hendri di gelar di sebuah Hotel milik Reyhan. Reyhan menyediakan tempat untuk pernikahan Silvi dan Hendri l. Hitung - hitung sebagai kado pernikahan mereka.


Banyak tamu undangan yang berdatangan. Teman sesama Dokter dan keluarga dari Hendri dan juga Keluarga Silvi.


Ricko pun datang di pernikahan Silvi kakak sepupunya. "Mabak Silvi selamat ya? Semoga samawa." Ucap Ricko tulus.


Ricko hadir bersama Sandra. Walaupun datang bersama tapi, Ricko dan Sandra seperti bukan sepasang suami istri. Mereka berjauhan seperti tidak mengenal. Ricko yang duduk bersama keuarganya, sementara Sandra duduk bersama para undangan yang lain. Sandra menguatkan hatinya untuk sabar saja menghadapi sikap suaminya. Sementara Ricko tak perduli dengan perasaan Sandra.


Pasangan suami istri Reyhan dan Laras pun hadir bersama putra dan putri mereka. Bahkan semua keluarga besar Reyhan dan Laras pun turut hadir. Seperti tante Mia. Mama Ratih dan Papa Putra mereka turut hadir merasakan kebahagian Silvi.


"Selamat ya mbak Silvi." ucap Laras.


"Selamat Silvi." ucap Reyhan.


"Terimakasih mas Rey, Ras." balas Silvi.


Seorang gadis kecil mengenakan pakaian berwarna putih seperti princes berjalan dengan riang. Ia berjalan menuju kepelaminan. Ia ingin bertemu dengan Mami Silvinya.


"Mami. Selamat ya? Semoga mami bahagia selalu." ucap gadis kecil itu dan mengecup pipi sang mami dengan sayang.


"Terimakasih sayangnya mami." jawab Silvi.


Hendri senang akhirnya Alya anak Silvi mau menerima Silvi sebagai maminya. Hendri sudah mengetahui semua cerita tentang Silvi. Silvi mencerita semua kehidupannya kepada Hendri. Dengan lapang dada Hendri menerima semua kekurangan Silvi. Dan Hendri juga bahagia Silvi sangat menyayangi anaknya Ariel. Silvi mau menerima dirinya yang duda beranak satu. Hendri berjanji akan selalu memberi kebahagian untuk Silvi istrinya.


"Oya sayang. Sekarang Alya panggil om Hendri jangan om lagi ya? Alya panggilnya Papi Hendri. Mau kan sayang?." pinta Silvi.

__ADS_1


"Iya mami." jawabnya.


"Halo Papi Hendri. Alya minta sama Papi Hendri selalu bahagiain Mami Silvi ya ?." Pinta Alya tulus.


"Pasti dong sayang. Papi akan selalu bahagiain Mami kamu." janji Hendri.


"Papi Hendri, adik aku Ariel mana?." tanya Alya. Alya memang sudah sangat dekat dengan Ariel anak Hendri.


"Ariel tadi udah bobok. Ariel nya kecapekan. Sekarang dia ada dikamar hotel sayang." jawab Hendri.


"Ya...Alya tadi mau maen sama Ariel. Keburu bobok Arielnya. Mau main sama Kei. Kei nya masih bayi. Main sama siapa dong Alya?." ucap Alya cemberut.


Silvi dan Hendri tertawa gemas melihat Alya yang cemberut.


"Mbak Silvi, selamat ya?." ucap Shinta memeluk Silvi.


"Terimakasih Shinta. Maafkan Ricko Shinta." Bisik Silvi lirih.


Shinta hanya menganggukan kepalanya. Silvi mengetahui semua berita tentang pernikahan Shinta dan Ricko dan juga apa penyebab mereka bercerai.


Shinta dan Miko sudah selesai memberikan ucapan selamat kepada pengantin. Dan mereka pun mencari tempat untuk duduk dan menikmati hidangan yang disajikan.


Tanpa sengaja mereka satu meja dengan Pria yang sedari tadi melihat awal kedatangan mereka. Saling genggam dan romantis. Ada rasa cemburu yang dirasakannya. Ternyata Shinta bahagia dengan pria yang mencintainya dari awal. Walaupun sakit melihatnya, Ia harus kuat dan ikhlas untuk melepasnya. Walaupun di hatinya masih terisi penuh dengan nama Shinta. Dengan perlahan ia akan mengikisnya. Meskipun dengan waktu yang sangat lama.


"Apa kabar Shinta?." Sapa pria itu.

__ADS_1


Shinta dan Miko sangat terkejut dengan keberadaan pria itu. Rasa gugup menghampiri Shinta. Namun Miko tetap menggenggam tangan Shinta untuk menguatkannya.


"Baik mas." jawabnya gugup. Mereka duduk bersebelahan.


"Kau kelihatan sangat bahagia Shinta. Selamat ya? Aku dengar kau akan menikah." ucapnya tulus. Walaupun di matanya terpncar kesedihan yang mendalam.


"Terimakasih." jawab Shinta seadanya.


Shinta yang baru sadar tidak adanya Sandra disamping Ricko. Bukankah mereka sudah menikah. Dimana Sandra.


Shinta melihat sekeliling mencari keberadaan Sandra. Dilihatnya Sandra yang duduk agak jauh dari Ricko. Sandra pun menatap Shinta dengan tatapan sedih.


Shinta heran kenapa Sandra duduknya jauh sekali. Dan kenapa wajah Sandra sangat sedih. Ada apa dengan mereka pikir Shinta.


Ia melihat Ricko. Tidak ada rasa khawatir di wajah mantan suaminya itu. Yang ada hanya wajah yang sangat Dingin. Kenapa Ricko tidak mencari keberadaan Sandra.


Miko yang melihat kekasihnya yang gelisah. "Sayang kamu kenapa?." bisik Miko.


"Mas, kamu lihat deh. Sandra duduknya jauh banget sama mas Ricko. Ada apa dengan mereka mas?." tanya Shinta penasaran.


"Udah sayang. Biar saja mereka. Gak usah ngurusi masalah mereka." ucap Miko.


Shinta tetap penasaran. Apa yang terjadi sebenarnya. Ia harus mencari tahu. Sandra sepertinya tidak bahagia bersama Ricko. Wajahnya yang cantik. Sekarang pucat sekali.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2