
Di sebuah apartemen sederhana seorang wanita sedang menagis sedih. Hatinya hancur dikarenakan ditinggal kekasihnya.
Semua telah diberikannya, bahkan kehormatannya telah dia berikan kepada seorang lelaki yang sudah beristri itu.
Shinta dialah wanita itu. Shinta sudah hancur. Ia pikir bisa hidup bahagia bersama pria yang sangat dicintainya. Tapi ternyata semuanya berakhir. Pria itu lebih memilih keluarganya.
Dirumah besar Keluarga Angkasa. Mereka semua berkumpul sambil menikmati kue yang dibuat oleh Laras. Selama kehamilannya Laras memang sering membuat berbagai macam makanan. apalagi makanan manis seperti kue. Semua keluarga berkumpul termasuk Silvi. Kehadiran Silvi di tengah - tengah merek membuat mamanya Reyhan begitu kesal.
Walty santai keluarga Angkasa nampak canggung dengan hadirnya Silvi. Mama Ratih, mamanya Reyhan sekaligus mantan mertua Silvi hampir tak berselera memakan kur buatan menantunya. Kalau saja Laras tak memaksanya untuk memakannya. Setiap gerakan Laras, Silvi selalu memperhatikan nya. Mulai dari menyuapi Alya makan kuenya. Dan yang selalu manja dengan Reyhan. Silvi merasa muak melihatnya.
"Alya sayang, mau mami tambah kuenya?". ujar Laras penuh kasih sayang.
"Iya mami. Kue buatan mami enak banget." Jelas Alya dengan antusiasnya.
"Tapi mami suapi Alya lagi ya?". Pinta Alya.
__ADS_1
"Boleh sayang, tapi harus di habiskan ya?". Alya pun mengangguk patuh. Semua orang melihat interaksi yang dilakukan oleh Alya dan Laras mereka sepertu ibu dan anak. Reyhan pun merasa senang melihatnya. Dia sungguh bersyukur karena Laras mau menerima Alya dan menyayanginya seperti anaknya sendiri. Walaupun masih muda Laras mempunyai sifat keibuan yang tinggi.
Reyhan melirik Silvi yang mulai kesal terlihat dari wajahnya. Reyhan hanya menggelengkan kepalanya saja. Silvi kesal dan marah melihat perlakuan Laras yang penuh perhatian kepada Alya dan sangat menyayangi anaknya. Seharusnya yang diposisi itu dia. Dan Silvi juga kesal melihat Reyhan yang memanjakan Laras.
"Laras!!. Jangan terlalu kau manjakan Alya Anak Ku!". Silvi mencoba memberitahukan Larad dengan menekankan kata Anak Ku.
Mama Ratih yang tak terima langsung menyahuti perkataan Silvi. Ia tak mau jika menantu sah nya terlihat lemah di depan mantan menantu.
"Itu jelas bukan urusan mu Silvi !!." Bentak Mama Ratih. Reyhan bahkan sampai tersentak karena mamanya benar - benar menolak keras kehadiran Silvi dirumah ini. Laras pun merasa terkejut mendengarnya.
"Kenapa Rey?!, Kau marah sama Mama. Karena Mama ngebentak mantan istrimu?!!." Mama Ratih kesal bukan main. Ia kecewa sama Reyhan dengan membiarkan Silvi selalu berada dirumah ini. "Apa kau masih mengharapkan mantan mu ini?!!." Lanjut mama masih kesal. Mama Ratih menyadari akan kehadiran Laras. Dilihatnya raut wajah kesedihan di wajah menantunya itu. Mama Ratih pun menyesal sudah berkata seperti itu.
"Maafkan mama sayang. Mama kesal dengan sikap suamimu ini." Ucap mama Kepada Laras.
"Tidak apa - apa ma. Laras ke kamar ya ma." Ucap Laras sedih.
__ADS_1
Di kamar Laras duduk ditepi ranjangnya. Ia menangis terisak. Rasa takut kehilangan muncul lagi di pikirannya. Kalau seandainya mas Reyhan masih mengharapkan Silvi lagi. Ia tak kan sanggup untuk di madu.
Reyhan melihat Laras yang naik ke kamar mereka. Ia pun menyusulnya. Istrinya pasti sedih dengan perkataan mamanya tadi. Istrinya berpikir pasti Reyhan masih mengharapkan Silvi. Pintu Kamar dibuka.
Ceklek...
"Sayang...". Ucap Reyhan. Ia melihat istrinya menangis di tepi ranjang.
Reyhan pun duduk di samping Laras. Dan menggenggam kedua tangan istrinya.
"Sayang. Mas hanya menginginkan kamu dan mas hanya ingin kamu yang menjadi Maminya Alya. Mas tidak ingin yang lain. Mas cinta sama kamu." Ucap Reyhan menjelaskan dengan penuh kasih sayang.
Bersambung....
Bantu like, komen dan vote ya....
__ADS_1