Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 68


__ADS_3

Di Aparteman Jimmy....


Berdansa menikmati alunan musik yang diputar oleh Jimmy. Rindi dan Jimmy berdansa berdua setelah makan.


Jimmy memeluk pinggang Rindi begitu posesif. Keduanya saling tatap. Mengagumi satu sama lain. Jimmy sungguh terpesona oleh kecantikan dan kemolekan tubuhnya Rindi.


Jimmy sungguh sangat ingin merasakan manisnya bibir Rindi. Perlahan tapi pasti Jimmy mendekatkan wajah nya ke Rindi. Entah bagaimana caranya kedua bibir mereka bertemu, cukup lama bibir itu menempel. Karena tidak tahan Jimmy ******* bibir itu dengan lembut, Rindi pun menyambutnya.


Keduanya saling *******. Dengan perlahan Jimmy membimbing langkah Rindi menuju kamarnya. Keduanya berjalan tanpa melepas ciuman mereka.


Ceklek....


Jimmy dan Rindi sudah berada di dalam kamar. Ciuman mereka belum terlepas, Jimmy dan Rindi sudah duduk diatas ranjang.


Jimmy melepas ciumannya, memberikan pasokan udara untuk keduanya.


"Bibir mu sangat manis Baby." bisik Jimmy mesra.


Rindi tersipu malu. Rindi sungguh dibuat melayang oleh seorang Jimmy. Perlakuan Jimmy begitu lembut.


"Baby...maukah kamu menjadi kekasihku?" pinta Jimmy tulus. Entah kenapa Jimmy ingin memiliki Rindi.


Rindi masih ragu menjawabnya. Namun Rindi juga tak memungkiri bahwasannya ia juga menyukai Jimmy.


Rindi menatap wajah tampan Jimmy, dia melihat keseriusan diwajah itu. "Apa kau serius? Aku takut kau hanya mempermainkan aku saja." Bisik Rindi menunduk.


"Baby, dengarkan aku." Jimmy menangkup wajah Rindi.

__ADS_1


"Aku serius Baby, aku jatuh hati kepadamu. Jatuh cinta pada pandangan pertama." Ucap Jimmy Jujur.


"Kau maukan menjadi kekasihku?" tanya Jimmy sekali lagi.


Rindi menghela nafasnya. Mungkin dia akan mencoba untuk menjadi kekasih seorang Jimmy.


"Iya. Aku mau." Rindi menjawabnya.


Jimmy sangat senang sekali Rindi menerimanya sebagai kekasihnya.


"Terimakasih Baby." seru Jimmy. Pria itu mengecup bibir sang kekasih.


****


Sepasang suami istri yang lagi berbahagia. Keduanya lagi menikmati sejuknya udara sore hari di taman belakang Mansion mereka.


"Mas...apa mas bahagia menikah dengan aku?" bisik Mega.


"Ck. Mas pasti bahagia lah sayang. Apalagi sebentar lagi kita akan punya Baby." Ucap Keindra tulus dan jujur.


"Aku juga bahagia mas menikah sama kamu." Ujar Mega.


"Mas...aku pengen ketemu mbak Rachel deh. Tiba - tiba kangen." Ujar Mega.


"Tumben Yank."


"Iya mas. Yuk ke rumah mbak Rachel." ajak Mega.

__ADS_1


"Ya udah. Ganti baju dulu." Ajak Keindra.


Karena Keindra lagi cuti bekerja, Mega mengajak suaminya ke rumah Rachel. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu.


****


Kandungan Rachel sudah sangat besar, usianya sudah delapan bulan. Diperkirakan bulan depan akan melahirkan.


Namun kondisi Rachel kurang sehat. Belakangan ini kesahatan Rachel ngedrop. Sehingga dokter menyarankan untuk bedrest total.


Rachel sangat bosan dirumah terus. Ketika ada suami, kebosanannya hilang, tapi ketika Ivan pergi kekantor, Rachel mulai kesepian.


Saat ini Rachel lagi bersantai diruang televisi. Menikmati cemilan sambil menonton drama korea.


Lagi asyik menikmati cemilannya, suara seorang wanita memanggilnya.


"Mbak Rachel?!" teriak Mega antusias.


Kalau kedua wanita itu bertemu pasti sangat ramai. Banyak sekali yang mereka bicarakan.


Keindra hanya geleng geleng kepala. Kei akan menjadi pendengar budiman saja nantinya.


"Kamu nginap kan Mega? Mbak bosan banget." Keluh Rachel.


"Maaf mbak. Aku gak bisa nginap." Seru Mega.


Rachel kecewa. Akhir akhir ini suaminya selalu sibuk. Banyak proyek baru yang akan dikerjakan Ivan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2