
Setelah makan siang bersama. Rio dan Alya melanjutkan perjalanan mereka ke sekolah Rachel. Rio membawa Alya untuk memperkenalkan Rachel dengan Alya.
Sampai di sekolahan Rachel. Rio melihat putri cantiknya sudah menunggu di pos satpam.
"Sayang...maaf ya. Papa telat jemput kamu." mohon Rio sambil mengatupkan kedua tangannya.
Rachel menatap papanya cemberut. Sudah dua kali ini papanya menjemputnya terlambat.
"Papa kemana saja sih? Telat mulu?" ucapnya bete sambil melipat tangannya didada.
"Maaf ya??" mohon Rio.
"Ck. Ok." jawab Rachel singkat. Rachel pun berlalu menuju mobil sang papa. Rachel tidak tahu kalau di dalam mobil ada seorang wanita yaitu kekasih papanya.
Rio pun menyusul Rachel. Rio berharap Rachel mau menerima Alya.
Rachel membuka pintu mobil. Dan ia kaget melihat ada seseorang wanita duduk di jok depan. "Tante siapa?" tanya Rachel. Rachel ingat kalau ia pernah bertemu dengan wanita ini.
"Hai sayang...nama tante Alya." sapa Alya sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Aku Rachel tante." jawab Rachel masih dengan kebingungannya.
__ADS_1
"Oya, kamu mau duduk di depan ya? Biar tante pindah." ucap Alya.
"Gak usah tante. Aku di belakang aja." balasnya.
Rachel perindah kebelakang. Rio melihat interaksi kedua wanita kesayangannya ini hanya tersenyum saja.
Rio melajukan mobilnya menuju rumah tempat ia pernah tinggal bersama Rani. Sekarang di tempati Rachel bersama pengasuhnya.Rachel sudah tahu tentang perceraian orang tuanya. Ia pun sudah mengerti kenapa mama dan papanya bercerai. Mamanya selalu saja pergi meninggalkan papanya. Rachel tidak tahu penyebab sebenarnya. Rio tidak ingin menjelaskannya.
Rachel sedari masuk kedalam mobil hanya diam saja. Ditambah lagi ada Alya bersama mereka. Rachel pernah melihat papanya jalan berdua dengan papanya dan makan di cafe.
"Sayang...apa boleh tante Alya ikut kita kerumah?" tanya Rio memecah keheningan.
Rachel tidak bergeming. Ia masih menatap jalanan dari jendela mobil. Tanpa melihat papanya. "Kenapa harus ikut?!" tanya Rachel ketus tanpa menoleh kearah papanya.
Rachel masih saja diam belum mau menjawab pernyataan papanya.
"Mas..." ucap Alya sambil menggelengkan kepalanya itu tandanya tidak usah saja. Nanti saja di lain waktu.
Rachel melirik kearah papanya. Ia melihat papanya menggenggam tangan wanita itu.
Rachel mengalihkan wajahnya lagi ke luar jedela mobil.
__ADS_1
"Ada hubungan apa papa sama tante ini? tanya Rachel tanpa memandang papanya.
"Rachel, kita ngobrol dirumah ya?" ujar Rio.
Rachel tidak menjawab. Ia kesal dengan papanya. Rachel berpikir, apakah karena tante ini Papa dan Mamanya bercerai. Karena mamanya pernah mengatakan kepadanya kalau mereka bercerai papanya mempunyai kekasih lain.
Rachel tidak suka melihat Alya. Wanita itu pasti kekasih papanya. Hanya keheningan yang menyapa mereka. Sampailah mereka di rumah. Rachel turun lebih awal smabil melewati papa dan Alya.
Alya menghembuskan nafasnya kasar. Putri dari kekasihnya sepertinya tidak meyukai dirinya.
"Mas, Rachel tidak menyukai aku mas." ucap Alya sendu dan menundukan kepalanya.
Rio mendekati Alya. Ia menangkup kedua pipi Alya. "Mungkin Rachel masih kaget saja. Rachel pasti menerima kamu." ucap Rio menenangkan Alya. Rio mengecup dahi kekasihnya. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Rachel. Rachel semakin tidak suka dengan Alya. Ternyata wanita itu sudah mengambil alih diri papanya.
"Kita masuk ya sayang?." Ucap Rio lembut dan menarik Alya.
Alya hanya ikut saja. Ada rasa tidak nyaman di hatinya. Gimana caranya dia merebut hati putri kekasihnya.
Bersambung.....
jangan lupa vote dan hadiahnya ya...
__ADS_1
biar semangat up nya.