
Tidak butuh waktu yang lama, Keluarga Reyhan putra Angkasa telah sampai duluan di sebuah Restoran tempat bertemunya dengan calon besannya.
Para pelayan Restoran menunjukkan tempat ruangan yang akan dibuat untuk pertemuan dua keluarga ini.
Dengan resah dan gelisah Alya merasa gugup menunggu siapa pria yang akan dijadikan suaminya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Mami Laras lembut.
"Gak...papa mi" ucap Alya gugup.
Mami Laras tahu kalau putrinya gugup. Kasihan melihat putrinya seperti ini. Hatinya dipermainkan oleh papinya sendiri. Alya sangat mencintai Rio. Tapi, dengan keisengan papinya hubungan antara Alya dan Rio di permainkan.
Mudah - mudahan dengan pertemuan ini Alya dan Rio akan bahagian selamanya.
*********
Di rumah Keluarga Baharsyah.
Papa Faisal dan Mama Revi lagi menunggu anak sematawayangnya lagi bersiap. Sudah satu jam lamanya mereka menunggu Rio.
"Kemana anak kamu Ma?" tanya papa Faisal kesla kepada mama Revi.
Mama Revi hanya menggidikan bahunya. "Kita tunggu sajalah Pa" ucap Mama Revi.
Sedangkan Rio di dalam kamarnya, masih mondar mandir. Apa yang harus di lakukannya, apa ia harus membatalkan perjodohan ini. Tapi, ia tidak ingin mempermalukan orang tuanya. Rio memutuskan untuk turun kebawah bertemu dengan papa dan mamanya. Dan akan pergi ikut orang tuanya.
Dengan langkah tegap dan gagah Rio menuruni anak tangga menuju Papa dan Mamanya. Papa Faisal tersenyum melihat anaknya akhirnya turun juga.
"Wah...anak papa akhirnya turun juga." ucap Papa Faisal.
Dengan wajah datar Rio hanya menatap papa Faisal dingin dan tajam. Rio tidak menghiraukan ucapan papanya. Ia langsung menuju mobilnya dan mengambil posisi duduk di jok depan sambil menunggu papa dan mamanya.
Papa Faisal berdecak kesal dengan anaknya. Dengan teganya Rio meninggalkan mereka. Papa Faisal dan Mama Revi berjalan menuju mobil dan mereka duduk di bangku belakang.
Di perjalanan tak ada satu orang pun yang bersuara. Rio yang duduk di samping supir hanya diam menatap jalanan di malam hari dari jendela mobilnya. Di pikirannya dan di hatinya hanya nama Alya saja. "Kau tahu sayang...mas sangat sulit melupakan kamu. Mas udah cinta mati sama kamu. Alya ...mas sangat mencintai kamu" gumam Rio dalam hatinya sambil memejamkan matanya.
Di Restoran.
__ADS_1
Keluarga Angkasa, keluarga Reyhan masih menunggu kedatangan Keluarga Baharsyah. Alya yang sedari tadi resah, gelisah. Ia pun dari tadi bolak balik toilet. "Pi, mi. Alya ke toilet lagi ya?" seru Alya.
Mereka hanya mengangguk saja. Putri mereka sedari tadi bolak balik ke toilet. Mereka pun sangat mengerti dengan sikap Alya itu.
"Pi?! liat tu anak kamu. Kasihankan?" ucap Mami Laras sewot.
"Uda mami tenang aja. Bentar lagi mereka akan bahagia mi. Dan kamu akan punya menantu ganteng dan kaya" ucap Papi Reyhan terkekeh.
Mami Laras memutar matanya malas. Suaminya sangat tak berperasaan.
Akhirnya kekuarga Rio telah sampai di Restoran tersebut. Dan para pelayan menyambut mereka dengan hormat. Bagaimana tidak, mereka lah yang punya restoran ini.
Sedangkan Rio masih berada di dalam mobil. Masih belum ingin keluar. Masih duduk melamun. Hanya menatap gedung restoran tersebut. Di dalam sana ada sebuah keluarga. Bukan sebuah tapi dua keluarga yang akan bersatu. Dan Rio termasuk salah satu dari keluarga itu.
Para pelayan menunjukan tempat keberadaan tamu pemilik restoran ini.
Papi Reyhan bangun dari duduknya melihat kedatangan keluarga baharsyah. Tapi ia tidak melihat adanya Rio bersama kedua orang tuanya.
"Selamat malam Rey" sapa Papa Faisal.
Mereka saling peluk. "Mas Fai, Rio mana?" bisik Reyhan.
"Masih di mobil. Sedari tadi, gelisah terus tu anak." Ucap Faisal jengah.
"Ck. Mereka berdua sepertinya memang berjodoh Mas. Anak ku juga sedari tadi gelisah terus." seru Reyhan.
"Kemana Putri kamu Rey?" tanya Revi.
"Di toilet Mbak." ucap Reyhan.
Alya pun telah selesai dari toiletnya. Dan melihat ada sepasang suami istri. Apakah itu calon mertuanya. Tapi dimana pria yang akan di jodohkan dengannya.
Alya masih memandangi calon mertuanya dari kejauhan. ingin melangkahkan kakinya menuju meja tempat sang papi dan calonnya ia tak sanggup. Hati kecilnya berkata 'pergi dari sini Alya'. "Pergi. Aku ingin pergi" gumamnya.
Alya tidak ingin kesana. Ia memilih jalan yang lain. Menuju pintu belakang restoran dan melarikan diri. Langkahnya terhenti.
"Mau kemana?!!" teriak papi Reyhan. Reyhan tidak sabar menunggu Alya dan ia pun menyusul Alya ke belakang. Tapi ternyata putrinya ingin lari. "Mau kemana!! Mau membuat papi malu?!" bentak papinya.
__ADS_1
"Pi...maaf?" lirih Alya. Langkahnya terhenti dan berbalik arah menuju sang papi. Berjalan menundukan kepalanya. Takut kepada papinya. "Maaf"
Papi Reyhan menarik tangan Alya berjalan ke depan restoran dimana keluarga berkumpul.
Dengan langkah yang sama Rio keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam restoran tersebut.
Ceklek....
Rio masuk kedalam. Pelayan menyapanya.
"Selamat malam Tuan?" sapa pelayan itu. Anak dari pemilik restoran ini datang. Dan pelayan megantar Rio keruangan VVIP. Dengan langkah tegap ia terus berjalan, dan masuk ke ruangan VViP.
"Ceklek.....
Ia mengernyitkan dahinya. Ia melihat papa dan mamanya berbincang - bicang dengan Keluarga Angkasa, dan membuatnya begitu terkejut ada Alya sang kekasih hati baru saja memasuki ruangan itu. Semburat senyum Rio pancarkan. Dia melangkah mendekat. "Pa, ma?" panggilnya.
Papa Faisal menoleh kearah suara. "Hah...Rio kemarilah." seru papa Faisal.
Alya sedari tadi menunduk dengan perasaan takut. Tapi ketika ia mendengar suara Rio. Ia mendongakan Kepalanya.
"Mas Rio?!" gumamnya!
"Dari mana Sayang?" ucap mama Revi kepada Rio. Sih Rio hanya tersenyum menjawabnya.
"Maaf ma..." ucapa Rio. Rio duduk tepat di sebelah Alya.
"Mass...." gumamnya masih memandang wajah sang kekasih.
"Ehem..."Suara deheman papi Reyhan mengejutkan kedua insan yang sedang jatuh cinta.
"Sudah pandangannya. Gimana? Apa kalian senang." ucapa papi Reyhan menggoda.
Keduanya tak merespon ucapan Papi Reyhan.
Mereka terus saling tatap.
Alya hanya senyum dan senang ternyata papi reyhan menyadarkannya
__ADS_1