Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Menghindar


__ADS_3

Siang ini Rio akan memberikan semua berkas untuk perceraiannnya kepada asisten pribadinya yaitu Morgan. Rio juga telah memanggil pengacaranya. Ia ingin segera bercerai dengan Rani. Sudah tidak ada lagi cinta untuk Rani. Rio benar - benar sudah kecewa dengan sikap Rani. Ia bertahan hanya demi putrinya Rachel.


"Morgan, sudah kau serahkan semua berkas untuk perpisahan saya dengan istri saya?" tanya Rio kepada Morgan sang asisten.


"Sudah Tuan. Dan Pak Martin juga akan datang ke sini." balasnya. Martin adalah pengacara keluarga Baharsya.


Rio mengangguk. Ia sudah tidak sabar. Dan dia juga tidak sabar untuk menjadikan Alya sang pujaan hati menjadi pasangan hidupnya kelak. Yang harus Rio hadapi sekarang adalah Rachel putrinya. Pasalnya putrinya itu sangat menyayangi mamanya. Padahal sang mama telah menyakiti hati papanya. Sang mama pandai sekali mencari perhatian Rachel.


Waktu sudah menunjukan pukul empat sore. Rio enggan untuk pulang kerumahnya. Ia tidak ingin bertemu Rani. Sedari tadi Rani terus saja menghubunginya dengan alasan Rachel memintanya pulang untuk makan malam.


Rio bukan tidak mau pulang, untuk sekali ini ia akan menolak permintaan putrinya. Sedari tadi Rio tidak lepas dari ponselnya. Ia berharap Alya menghubunginya, tapi nyatanya tidak. Ingin menelpon Alya, tapi Ponsel Alya tidak aktif sedari tadi. "Argh...kemana kamu sayang." gumam Rio. Alya selalu saja menghindar darinya. Tidak mau menjawab telpon Rio atau sekedar membalas chat dari Rio. Alya benar - benar menghindar.


Alya sekarang bersama Reza, kekasih barunya . Mereka berdua lagi berada di sebuah mall besar untuk berkencan. Reza memanjakan Alya, apa yang Alya mau selalu dituruti Reza. Waktu sudah sangat sore pukul enam.


Rio memutuskan untuk berjalan - jalan sebentar. Setelah itu ia akan kembali kekantor. Rio akan bermalam di kantornya bersama asistenya Morgan.

__ADS_1


Rio menjalankan mobilnya dengan santai. Berkeliling kota rasanya sudah cukup untuk menenangkan pikirannya. Ketika lampu merah, mobil Rio dan Motor Reza bersebelahan. Rio menoleh ke arah jendela kirinya, ia melihat Alya berpelukan di atas motor bersama Reza. Emosi Rio memuncak. Motor Reza berjalan duluan, Rio mengikutinya dari belakang.


Reza dan Alya sampai di halaman rumah Alya. Reza dengan penuh hati - hati membukakan helm yang dikenakan oleh Alya. Ia pun merapikan rambut panjang Alya dengan sayang.


"Yank...kapan aku boleh main kerumah kamu?" tanya Reza sambil merapikan rambut Alya.


"Za, nanti ya? Papi aku galak." kekeh Alya.


"Ck. Segalak apa sih yank? Aku siap kok menghadapinya." ketus Reza.


"Uluh, uluh, pacar aku ini cemberut." sambil mencubit pipi Reza. "Sabar ya. Nanti kamu aku kenalin kok sama mami papi aku." ucap Alya merayu Reza.


"Ok". Alya masuk ke dalan rumahnya dan Reza beranjak dari tempat itu.


Rio yang melihat adegan mesra tadi merasa geram. Ternyata Alya benar - benar ingin melupakannya. "Apa kamu tidak mencintai mas lagi sayang?" gumam Rio. Rio menghela nafasnya dan menghembuskannya dengan perlahan. Dengan sakit hatinya ia pergi dari tempat itu. Rio malam ini akan bermalam di kantor saja.

__ADS_1


*********


Seminggu sudah Rio tidak ke kampus dan Rio juga tidak ada kabar. Bahkan sahabatnya Vino saja tidak tahu kemana Rio berada. Ponselnya tidak aktif. Vino pun mencari kerumahnya dan juga apartemennya, namun Rio tidak ada. Tujuan terakhir adalah kantor Rio. Vino pun akhirnya menuju kantor sahabatnya itu.


Dan akhirnya Vino bertemu dengan Rio. "Keman aja Lo bro?" tanya Vino .


"Ada gue. Seminggu ini gue di kantor. Nginap di kantor gue." jawabnya.


"Kenapa Lo Ri? Kusut amat penampilan Lo?" tanya Vino lagi. Ia melihat penampilan sahabatnya itu sangat kusut sekali.


"Patah hati gue." jawabnya.


"Kenapa? Alya lagi?"


"Hmm" jawabnya singkat.

__ADS_1


Sementara itu Alya di kampus sangat gelisah. Ia tidak menemukan sosok pria tampan yang gagah di kampus. Sudah seminggu pria itu tak nampak. Apa yang terjadi dengannya? Bahkan sahabat pria itu saja tak tahu keberadaannya.


Alya sangat merindukannya. Alih - alih untuk menghindar dari pria itu, seminggu saja tidak bertemu dengannya saja sudah membuat hati seorang Alya gundah gulana. "Kemana kamu mas, apa terjadi sesuatu dengan kamu?" Batin Alya.


__ADS_2