Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Menuju Pernikahan


__ADS_3

Flashback Off


Pernikahan super mewah Rio dan Alya akan di gelar tujuh hari lagi. Semuanya keperluannya telah siap sedia. Calon pengantin selama tujuh hari menuju hari - H. Mereka berdua tidak boleh bertemu. Ya...mereka di pingit.


Rio protes kepada papa dan mamanya. Kenapa harus ada acara di pingit segala. Rasanya gak adil.


"Pa, ma. Kenapa Rio gak boleh ketemu sama Alya Pa?" rengek Rio.


Mama Revi hanya geleng - geleng kepala melihat putranya merengek minta ketemu dengan Alya. "Ma, Rio mau ketemu sama Alya ma? Rio kangen Lo ma?" rengeknya lagi.


"Ck,ck. Kamu Rio?! Kayak anak kecil aja. Apa gak malu sama Rachel?" ucap papa Faisal sambil menunjuk Rachel cucunya. Sekarang Rachel berada di rumah opa dan omanya.


Rachel hanya tersenyum tipis. Ia melihat sang papa begitu rindunya dengan tante Alya. Papa Rio pasti sangat mencintai tante Alya. Rachel sudah memikirkan semuanya dengan baik. Ia akan mencoba menerima Alya sebagai ibu sambungnya.


Rachel melihat Papa Rio terus saja merengek kepada oma dan opa meminta untuk bisa ketemu dengan tante Alya. Dengan kejahilannya Rachel, ia sengaja menelpon Alya dengn mode video call di depan papanya.


tutt...tut....tut...


"Hallo tante Alya?" sapa Rachel.


"Hai sayang"


Rio mendengar suara Alya, langsung mendatangi putrinya di sofa tempat Rachel duduk. "Sayang, itu tante Alya ya? Sini biar papa aja yang ngomong?" pinta Rio.


"No...papa! Rachel juga rindu sama tante Alya. Papa kan gak boleh bertemu ataupun telpon!" tolak Rachel.


"Sayang ada apa?"


"Papa tante. Katanya rindu banget sama tante"


"Tante juga rindu sayang...boleh gak tante ngomong sama papa kamu?" ucap Alya malu - malu. Ternyata Alya juga sangat merindukan kekasih hatinya itu.


Rio mendengar kalau kekasihnya merindukannya, merampas ponsel Rachel. Dan Rio berlari kedalam kamarnya dan mengunci kamarnya.


Rachel kesal sekali melihat papanya. Seperti anak kecil saja merampas ponselnya. "Papa?!!" teriak Rachel karena ponselnya di rampas sang papa.

__ADS_1


Di dalam kamar Rio.


"Sayang....mas kangen tau. Papa mas ngelarang mas untuk ketemu kamu sayang..." rengek Rio disana.


"Alya juga mas..." ucap Alya manja.


"Kita ketemuan yok sayang?" ajak Rio.


"Gak bisa dong mas, kita kan masih di pingit. Nanti papi marah sama papi"


"Sayang...mas beneran rindu banget...bisa sakit mas kalau gini"


"Sakit apa mas? Jangan buat Alya khawatir dong mas"


"Sakit menahan rindu"


"Aah maasss...aku kan jadi cemas"


"Hehehe, beneran sayang mas kangen bangen sama kamu. Pingin peluk kamu dan cium kamu"


"Ayo dong yank kita ketemuan, bentarrr aja"


"Gak ah...yaudah ya mas. Ntar papi marah sama kita. Bye mas ku sayang....muach..."


"Sayang....."


Rio kesel Alya memutus panggilan videonya. Rio masih sangat Rindu dengan kekasihnya itu.


Rachel ingin meminta ponselnya kepada papanya. Rachel pun naik kelantai atas menuju kamar papanya.


Tok...tok...tok...


"Papa?!! Ponsel Rachel mana pa?!" teriak Rachel.


Rio mendengar teriakan sang putri hanya mendengus kesal.

__ADS_1


Ceklek...


"Ni...ponsel kamu!" ucapnya ketus sambil menyerahkan ponselnya.


"Ngambek ni ceritanya? Dih...udah tua lo pa?" seru Rachel tertawa geli melihat papanya ngambek. Wajah papanya sangat lucu.


"Bodo ah.." ketus Rio lagi.


Rachel hanya tertawa saja melihat papanya cemberut seperti itu. "Kayak anak abg aja papa" gumam Rachel.


***********


Di apartemen Mewah milik Rani dan Kekasihnya.


Rani masih memikirkan suatu hal. Cara apalagi untuk menggagalkan pernikahan Rio dan Alya. Pernikahan tujuh hari lagi. Mengingat kehamilannya dulu pada saat mengandung Rachel, ia tidak begitu yakin kalau Rachel adalah anaknya dan Rio. Ia malah yakin kalau Rachel adalah anaknya dan kekasihnya Toni.


Untuk mengilangkan rasa penasarannya, Rani tes DNA. Ia mengambil sampel rambut Rachel.


Tidak butuh waktu lama. Hasilnya mengatakan kalau Rachel memang anak Rio dan dirinya.


Rasa takut itu hilang. Ketika mengetahui Rachel anaknya dan Rio. Kalau lah saja Rachel bukan darah daging Rio. Makan Rio pasti akan semakin membenci dirinya.


Siang ini Rani berencana akan menjumpai Rachel dirumahnya. Tapi sayang sejak kejadian kemarin Rachel sudah tidak tinggal dirumah itu lagi. Ia dibawa kerumah opa dan omanya.


Semakin susah saja Rani untuk menemui Rachel. Kedua orang tua Rio tidak menyukainya bahkan membencinya. Ia harus bertemu putrinya bagaimana pun caranya.


bersambung....


vote...


like...


hadiah...


komen...

__ADS_1


TERIMAKASIH....


__ADS_2