Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Penjelasan


__ADS_3

Mama Alya menceritakan tentang kejadian dimana Rachel bertemu dengan Rani di hadapan Rindi sahabatnya kepada Rio suaminya. Ketika itu Rindi tidak mengetahui kalau Rani adalah Ibu kandung Rachel, yang Rindi tau Rani adalah wanita 'Jalang' yang telah menghancurkan rumah tangga orang tuanya. Tapi, rahasia itu terbongkar, dimana ketika Rani bertemu dengan Rachel di cafe. Pada saat itu Rachel dan Rindi lagi makan siang. Rindi sangat terkejut dan marah, ternyata Rani wanita jalang itu adalah ibu dari sahabatnya. Ia sangat marah, karena awalnya Rachel mengatakan kalau wanita itu saudara jauhnya, namun ternyata ibunya. Rachel terpaksa berbohong karena ia tidak ingin kehilangan sahabat nya. Rindi yang terlanjur kecewa, ia tak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak marah.


"Mas...apa boleh aku kerumahnya Rindi bersama Rachel malam ini?" tanya Alya kepada suaminya setelah menceritakan semuanya.


"Sayang, kamu lagi hamil. Mas ikut aja. Mas temani kalian." ucap Rio khawatir.


"Ya udah mas. Setelah makan malam kita kerumah Rindi mas." ucap Alya.


Rio mengangguk. Rio sangat bahagia memiliki istri seperti Alya, wanita yang dinikahinya ini sangat menyayangi anaknya Rachel. Ia tidak ingin melihat Rachel sedih.


"Sayang...terimakasih, kamu memang mama yang baik." ucap Rio.


"Mas, Rachel anak ku juga Mas." seru Alya.


Rio memeluk erat tubuh sang istri dengan sangat erat.


**********


Di meja makan. Keluarga besar Angkasa lagi menikmati makan malam mereka. Rio yang sudah menjadi menantu dari keluarga itu, memandang anak perempuannya yang hanya mengaduk ngaduk makanannya. Tampak tidak berselera, Rio tau pasti sang anak memikirkan tentang sahabatnya yang marah padanya.


"Sayang...kok makanannya cuma diaduk?" tanya Mama Alya.


Rachel tidak mendengar mamanya. Ia masih saja terus mengaduk makanannya tanpa memakannya.

__ADS_1


"Rachel!" panggil sang papa sedikit meninggi.


Rachel tersentak kaget. "Maaf pa, ma. Rachel udah kenyang." lirihnya. Ia ingin bangkit dari duduknya.


"Duduk!! Habiskan makanan kamu!!." bentak Rio.


Rachel duduk kembali, ia tidak ingin melawan sang papa. Dengan terpaksa ia memakan makanannya. Untungnya ia mengambil makanannya sedikit, jadi ia bisa menghabiskannya.


"Dengar kan papa Rachel, setelah makan malam ini papa dan mama akan menemani kamu kerumah Rindi sahabat kamu. Jelaskan semuanya kepada Rindi." ucap Rio.


Rachel menatap sang papa. Jelas terlihat senyum mengembang di wajah Rachel. Dengan di bantu kedua orang tuanya persahabatannya dengan Rindi akan membaik.


Rachel mengangguk antusias. "Makasih pa, ma."


**********


Alya melihat ketegangan diwajah sang putri.


"Sayang, kamu tenang. Jangan khawatir. Rindi pasti mau mendengarkan kamu." ucap Alya menenangkan Rachel. Alya dan Rachel duduk di jok belakang mobil dan papa Rio duduk di depan bersama supir.


Dengan melihat kebarah belakang duduknya Rio juga mengatakan hal yang sama seperti istrinya untuk menenangkan sang putri.


Perjalanan tiga puluh menit, sampailah mereka di sebuah rumah mewah. Rumah itu rumah Rindi. Sebelum turun dari mobil, Rachel menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.

__ADS_1


Sang asisten rumah tangga Rindi mendengar ada yang datang kerumah majikannya untuk bertamu. Ia pun membukakan pintunya dan mempersilahkan masuk kepada tamunya.


Mempersilahkan duduk dan memanggil sang majikan.


"Selamat malam." ucap Alya dan Rio. Sedangkan Rachel hanya menunduk takut.


"Selamat malam." jawab wanita parubaya yang masih kelihatan sangat cantik itu. Ia adalah mamanya Rindi.


"Maaf mbak, Rindinya ada.?" tanya Alya.


Mama Rindi melihat Rachel yang hanya menunduk sedari tadi. "Rachel?"


"Iya mbak, kami orang tua Rachel. Rachel ingin bertemu dengan Rindi."


"Saya sudah tahu masalahnya. Tadi Rindi menceritakannya. Apa kamu ingin bertemu Rindi sayang?" tanya Mama Rindi lembut.


Rachel mendongakan kepalanya dan ia mengangguk. "Iy...iya tante. Kak Rindi dimana?" tanya Rachel gugup.


"Bentar ya sang tante panggil." ketika Mamanya Rindi ingin berjalan menuju kamar sang anak, Rindi sudah tampak menuruni anak tangga. Ia berhenti di anak tangga ketiga. Dipandangnya siapa yang datang bertamu kerumahnya.


Emosi masih menyelimuti jiwanya. Ia masih kelihatan sangat kecewa dengan Rachel. Tapi, ia menahannya. Apa salahnya ia mendengar penjelasan Rachel terlebih dahulu.


"Rindi, sayang...Rachel ingin bicara sama kamu." ucap Mamanya lembut.

__ADS_1


Rindi tidak menjawab sang mama, ia langsung duduk di sofa dekat Rachel.


"Lo mau ngomong apa?!!" tanya Rindi datar dan dingin tampa melihat Rachel.


__ADS_2