
Rachel sedikit kecewa, karena Ivan datang menjemputnya dengan seorang wanita cantik.
"Hai Rachel" sapa Ivan.
"Kak Ivan sama siapa?" tanya Rachel sedikit tidak suka.
"Ough...ini Siska. Gebetan kakak" ucap Ivan santai.
"Ooo..." jawab Rachel singkat.
Dengan wajah cemberutnya Rachel memasuki mobilnya Ivan dan duduk di jok belakang. Sementara itu Ivan dan Siska duduk di jok depan. Rasa cemburu menyelimuti hati Rachel.
"Kok diam aja Hel?" tanya Ivan.
"Gak papa kak" jawab Rachel singkat.
Selama perjalan ke sekolah tak ada suara satu pun di dalam mobil. Yang biasanya Rachel selalu banyak cerita sekarang hanya diam saja. Hanya butuh 20 menit sampai ke Sekolah mereka. Rachel turun tanpa mengucapkan terimakasih dengan Ivan.
Ivan yang melihat itu merasa heran. Gak biasanya ia melihat Rachel seperti itu. Rachel pasti bersikap manis kepadanya.
"Ada apa dengan anak itu?" gumam Ivan.
Ivan melajukan mobilnya ke sekolahannya bersama Siska. Ivan masih memikirkan sikap Rachel tadi. Masih bertanya tanya dalam hatinya. Kenapa??
Rachel berjalan menuju kelasnya. Dengan wajah di tekuk. Dijalan ia berpapasan dengan Rindi sang sahabat.
"Rachel kamu kenapa? Kok cemberut wajah kamu?" tanya Rindi.
Rachel menatap Rindi lama. Iya tidak mau kalau sahabat nya itu mengetahui bahwa dirinya menyukai kak Ivan.
"Gak apa apa Kak. Lagi sebel aja sama papa tadi" bohong Rachel. Akhirnya papa Rio yang disalahkan.
Rindi hanya mengangguk saja. "Yawda. Kakak ke kelas ya?" seru Rindi.
"Iya kak."
Ditempat lain. Di sekolah yang sama. Hanya bedan Kelas. Tepatnya di kelas tiga. Seorang laki laki tampan. Lagi duduk di taman sekolah. Ia melihat sang pujaan hatinya di antar seorang laki laki tadi. Siapa laki laki itu. Keindra cemburu melihatnya.
Keindra menghela nafasnya pelan. Bagaimana cara ia untuk menarik perhatian Rachel.
...**********...
Hari berganti bulan. Begitulah kehidupan pernikahan Alya dan Rio, semakin bahagia. Rio sangat mencintai Alya. Wanita yang awalnya untuk alat balas dendam sang mantan istri. Tapi, Rio malah jatuh cinta pada pamdangan pertama dengan Alya. Dan cintanya pun terbalas.
Hari ini Rio akan berpergian ke luar negeri tepatnya ke Singapura. Ada pekerjaan yang harus di kerjakannya.
Alya sedang sibuk di dapur dengan sang mami untuk menyiapkan makan malam. Selama Rio pergi ke Singapura Alya dan Rachel tinggal bersama papi dan maminya.
Sebenarnya Rio ingin membawa Alya pergi bersama sekalian berbulan madu. Mereka berdua belum sempat berbulan madu. Alya tidak ingin ikut karena takut mengganggu pekerjaan suaminya.
__ADS_1
Sedang asyik memasak, Alya tiba tiba mendapat telpon dari Rio.
^^^"Sayang lagi apa?" Sapa Rio dari sebrang sana.^^^
"Iya mas. Alya lagi bantu mami masak makan malam. Mas uda makan?."
"Belum sayang, mas kangen."
Sontak ungkapan rindu Rio membuat Alya tertawa. "Makanya, mas kerja jangan jauh jauh."
"Ya udah besok mas pulang aja ya?."
"Jangan dong mas. Kerjaannya aja belum selesai kan?."
"Belum yank. Cuma mas kangen berat ini." Rio mengaktifkan panggilan mode video. Tapi itu akan menjadi tindakan yang salah sekarang, karena Alya tiba tiba saja menangis saat melihat wajah Rio tertampang di layar ponsel membuat Rio panik.
"Sayang hei. Kok nangis."
"Mas....hiks...hiks..."
"Sayang...jangan nangis yank. Nanti mas di sini gak tenang kerjanya. Mami mana sayan?" tanya sang suami.
"Hiks...hiks...ada di dapur mas."
"Sayang, dengerin mas. Jangan nangis cantik. Kasih ponselnya ke mami yank" Alya mengangguk sembari terisak lalu berjalan ke dapur.
Sesampainya di dapur, tak hanya Rio. Mami Laras pun kaget melihat putrinya menangis.
Alya menggeleng. Ia memberikan ponselnya kepada sang mami.
"Halo mi."
"Rio? Alya kenapa nangis? Kamu apain Alya?" tuduh sang mami yang membuat Rio semakin membuat kebingungan.
"Justru Rio heran Mi. Alya tiba tiba menangis ketika melihat wajah Rio." jelas Rio. Mami Laras segera melirik anak perempuannya itu.
"Kamu kenapa sayang?" bukannya menjawab, Alya lagi lagi menggeleng dan tak mau menjawab pertanyaan sang mami. "Kamu kangen sama suami kamu?" tanya Mami Laras lagi. Tanpa sepengetahuan Alya, Mami Laras mengarahkan ponsel itu pada Alya.
"Kamu kangen sama Rio sayang?" tanya sang mami lagi. Dan tiba tiba saja Alya mengangguk. "Ya ampun sayang. Kalau kamu kangen bilang dong. Jangan nangis kayak gitu?" ucap sang mami.
"Hiks...hiks...Alya gak mau mas Rio kepikiran di sana Mi." ucap Alya manja sambil terisak.
"Ck. Kamu bilangan kangen aja banyak dramanya sayang." ejek Mami Laras.
Alya memberenggut mendengar ledekan sang mami. "Udah tahu jawabannya kan? Istri kamu kangen sama kamu." ucap Mami Laras ke Rio.
Rio mengangguk. Sejujurnya Rio juga sangat merindukan Istri dan anaknya. Belakangan ini Alya sangan manja dengannya. Gak tau kenapa.
"Nih, ngomong lagi sama suami kamu. Mami mau lanjut masak lagi." ucap Mami Laras menyerahkan ponselnya ke Alya. Alya menerimanya dan membawanya ke arah kolam renang dan duduk di gazebo.
__ADS_1
"Mas kapan pulang?" tanya Alya manja.
"Dua hari lagi Yank. Kamu jangan nangis gitu dong yank. Nanti mas gak konsen disini." Bujuk Rio.
"Ya, habis aku kangen sama kamu mas." ucap Alya manja dan mengrucutkan bibirnya. Itu membuat Rio merasa gemes. "Bibir kamu yank. Buat mas pengen aja."
"Alya bener kangen sama mas."
"Mas juga kangen sayang."
"Makanya mas pulang." pinta Alya.
"Tadi gak di bolehin. Sekarang kamu nyuruh mas pulang."
"Mas...pulang aja. Hiks...hiks...aku kange" Alya menangis lagi.
Entah kenapa melihat wajah suaminya, Alya mendadak berubah menjadi wanita cengeng.
"Hahaha. Ya udah. Nanti mas usahakan cepat nyelesaiin kerjaan mas disini. Mas juga uda kangen bakpao buatan kamu Yank."
"Nanti mas pulang aku buatin banyak untuk mas."
"Mas pegang janji kamu ya. Love you."
"Love you too sayangnya mas."
"Ya udah ya sayang. Mas mandi bentar ya. Jangan lupa makan. Oya. Rachel mana sayang?" tanya Rio. Ia sampai lupa menanyakan kabar putrinya.
"Rachel di kamar mas. Lagi belajar."
"Sampai kan. Salam kangen mas sama Rachel ya sayang."
"Iya suamiku sayang..." ucap Alya.
"Kamu jaga kesehatan yank."
"Kamu juga mas."
"Iya sayanggku."
Sebelum menutup panggilan tersebut, mereka sempat bertukar kata sayang lagi.
Setelah benar benar menutup panggilannya, Alya kembali masuk kedalam. Makanan sudah terhidang semua di meja makan. Di sana tampak mami Laras lagi menuang air ke dalam gelas.
"Udah selesai kangen kangenan nya?" tanya mami Laras. Yang dijawab anggukan Alya dan tersenyum.
"Ya udah. Kamu panggil Rachel untuk makan malam. Mami biar panggil papi dan Keindra." ucap sang mami.
Lagi lagi Alya mengangguk dan berjalan menuju kamar Rachel. Ketika ingin menaiki anak tangga tiba tiba kepala Alya terasa pusing dan mual. Ia berpegangan kuat agar tidak jatuh.
__ADS_1
Mami Laras yang melihat itu sangat khawatir. Ia menghampiri sang anak. "Sayang...kamu kenapa?"
bersambung......