
Keindra dan Mega, kini keduanya lagi menikmati jalan jalan nya. Keduanya mengelilingi setiap toko di mall, dan juga membeli banyak makanan.
Keindra tak pernah melepas tautan tangan Mega. Para pengunjung Mall sangat iri melihat kemesraan pasangan itu.
"Yank...segini banyak makanan, apa kamu bisa ngabisinnya?" tanya Keindra sambil melihat tentengan yang di bawa sang kekasih.
"Aku pasti makan kak, kalau tak habis, bagikan saja sama para pekerja dirumah." Jawab Mega santai.
Keindra mengangguk anggukan kepalanya. Benar juga.
*****
Di Apartemen...
Ivan sudah berada di apartemen sang kekasih. Ia mengaku, dirinya merindukan Rachel. Walaupun, sebenarnya Ivan, akhir akhir ini memang sangat merindukan Rachel.
Karena Ivan lagi berada di apartemen. Rachel pun memasakan makan siang untuknya. Ivan sering makan masakan Rachel, menurutnya sangat lezat.
"Sayang...apa masih lama masak nya?" tanya Ivan sambil memeluknya dari belakang.
"Sabar dong Mas, sebentar lagi." Sahut Rachel. Ia membiarkan tangan kekar Ivan melingkar di pinggang nya.
__ADS_1
"Mas laper sayang. ..." rengek manja Ivan.
"Iya, bentar lagi."
Akhirnya masakan nya telah selesai seluruhnya dan siap untuk di santap. Rachel melayani Ivan dengan baik, layaknya istri melayani suaminya.
"Terimakasih sayang..." ucap Ivan.
Rachel membalas hanya dengan senyuman. Keduanya pun menikmati makan siang mereka.
*****
Makan siang telah keduanya lakukan. Kini keduanya bersantai di sofa ruang televisi. Rachel bersandar di dada Ivan, menikmati elusan sang kekasih.
Rachel pun menurut. Bahkan Rachel duduk di atas pangkuan Ivan dan menghadapnya. Rachel melingkarkan kedua tangannya dileher pria itu.
Keduanya saling menatap. Ivan mengelus pipi sang kekasih, menatap wajah sang kekasih. Apakah Ivan sanggup, untuk menyakiti hati wanitanya? Sungguh sebenarnya ia tak sanggup.
Bibir Rachel yang mungil, membuat candu Ivan. Ivan mendekatkan wajahnya ke wajah Rachel, ia ingin menikmati bibir sang kekasih. Perlahan tapi pasti, bibir keduanya sudah menempel. Dengan lembut Ivan mencium bibir wanitanya. Rachel yang tak mau kalah membalas ciuman sang kekasih. Ciumannya semakin memanas. Ivan tak bisa menahan gairahnya. Ia menggendong Rachel seperti anak Koala. Membawa Rachel kekamarnya daj ia membaringkan tubuh Wanitanya di atas ranjang.
Ivan berada di atas tubuh sang kekasih. "Mas...mencintai kamu." bisik Ivan lembut.
__ADS_1
Rachel sungguh terpana. "Aku juga mencintai kamu Mas." sahut Rachel.
Ivan ******* bibir Rachel lagi, dan tangan Ivan sudah mulai nakal, bergeliria kemana mana. Ivan membuka satu persatu kancing kemeja Rachel, sampai terlihat dada Rachel yang masih terbungkus.
Ivan ingin membuka kaitan penutup dadanya. Namun, Rachel menahan tangannya. "Mas...jangan." ucap Rachel takut.
"Percayalah sama mas." bisik Ivan lagi.
Lagi lagi Rachel pasrah. Membiarkan Ivan membuka seluruh pakaiannya. Kini tubuh Rachel sudah polos. Sedangkan Ivan masih memakai pakaian lengkap.
Ivan sungguh tak bisa menahannya. Ia pun membuka seluruh pakaiannya. Keduanya pun sudah polos. Tak ingin menunggu, Ivan melancarkan aksinya. Menyatukan kedua tubuh mereka. Menikmati, peluh membanjiri tubuh keduanya. Hingga sore hari mereka menikmati indahnya surga dunia.
*****
Senja sore menyapa, Sepasang kekasih telah selesai menjemput kenikmatan. Ivan yang terbangun duluan dari tidur lelahnya. Ia memandangi wajah cantik sang kekasih, wanita yang akan merasakan sakitnya dendam yang ia akan buat. Di kecupnya dahi Rachel dengan lembut. Ia pun bangun dan bangkit daru tidurnya. Membersihkan tubuhnya yang lengket.
Dibawah guyuran air shower, "Maaf...." gumamnya.
Bersambung....
Maaf ya...akhir akhir ini jarang up. Dikarenakan lagi ujian Semester.
__ADS_1
jangan lupa Vote ya....