Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 44


__ADS_3

Keindra telah sampai di kantornya Ariel, kakak iparnya. Kei ingin meminta bantua Ariel mencari tahu siapa orang yang selalu mengganggu istrinya.


Keindra mendengus kesal, kesal kepada Ariel, bisa - bisanya kakak iparnya itu menyuruhnya menunggu di lobi depan ruangannya. Sekretarisnya mengatakan kalau Tuan mereka lagia ada meeting dengan seseorang.


Jadi mau tak mau Kei menunggu duduk di sofa lobi depan ruangan Ariel. Satu jam juga Keindra menunggu Ariel. Kei sangat kesal sekali, kalau bukan kakak ipar udah dimaki nya.


Akhirnya pintu ruangan Ariel telah terbuka, dan betapa terkejutnya Keindra apa yang dilihatnya. Ternyata dari ruangan itu keluarlah seorang wanita cantik dan seksi, wanita itu merapikan pakaiannya dan rambutnya. Penampilan wanita itu sungguh mengenaskan. Bahkan Keindra melihat wanita itu mengkancingkan satu kancing kemejanya yang terbuka.


Kei tahu apa yang telah dilakukan kakak iparnya itu. Dengan kesalnya Keindra bangkit dari duduknya dan bergegas menuju ruangan Ariel. Ia membuka pintu ruangan Ariel dengan sangat kencang.


Bbrraakkk....


Keindra membanting kuat pintu itu. Sontak Ariel yang sedang merapikan baju dan celananya terkejut. Namun, tanpa merasa berdosa Ariel hanya cengir kuda saja.


"Brengsek Lo! Gue nunggu Lo sampai satu jam diluar, cuma nunggu lo *** *** sama wanita tadi?!" seru Keindra dengan suara tingginya.


"Ck. Santai bro. Wanita itu menggoda gue." Alasannya menjawab. Padahal ia yang menggoda.


Kei menghempaskan bokongnya diatas sofa ruangan Ariel. Ia masih sangat kesal dengan Kakak iparnya itu.


"Kenapa Lo kemari?" tanya Ariel yang telah selesai merapikan pakaiannya.

__ADS_1


Masih dengan kekesalannya Keindra pun menjawab juga. "Gue kesini mau minta bantuan Lo." sahutnya jutek.


"Biasanya ngomongnya Bro." Kekeh Ariel. Adiknya iparnya masih kelihatan kesal.


"Ck. Kalau bukan kakak ipar gue, habis Lo." kesal Keindra.


"Heheheh...maafin gue. Ya udah ngomong Lah." ucap Ariel.


"Mega, istri gue setiap hari ada aja orang yang selalu menerornya lewat chat dan telpon." seru Keindra serius.


Ariel mengernyitkan dahinya. "Siapa yang berani meneror adik gue?!" bentak Ariel.


Lagi - lagi Keindra mendengus kesal. "Huh. Kalau gue tahu, ogah gue kemari." seru Keindra.


"Gue gak tau siapa orangnya. Nomor ponselnya selalu ganti terus. Jadi, gue gak bisa melacaknya." Seru Keindra.


"Kenapa Mega gak pernah bilang ke gue." tanya Ariel.


"Mana gue tahu. Lo sebenarnya bisa bantu gak sih?" Ucap Keindra kesal lagi.


"Santai bro. Gue pasti bisa bantu lo kok. Ntar kalau tu orang neror Mega lagi. Lo langsung kasih tu nomor sama gue." seru Ariel.

__ADS_1


Keindra mengangguk setuju. "Ok. Kalau gitu gue balik dulu. Oya...gue ada berita nih. Mili, sahabat istri gue. Cewek itu di lamar sama Dosennya dikampus." bisk Keindra. Kei tahu kalau Ariel menaruk hati kepada Mili.


Deg...


Ariel diam terpaku. Apa ia tak salah dengar tadi. Mili nya dilamar oleh seseorang.


Dengan menahan tawanya Keindra bergegas keluar dari ruangan Ariel. Keindra puas mengerjai Ariel. Ia berkata bohong kalau Mili dilamar oleh Dosennya. Ia hanya mengetes perasaan Ariel saja. Ternyata benar kata istrinya kalau Kakaknya Ariel menyukai Mili. tapi ia takut menyatakan cintanya.


***


"Hai. Kamu Rachel kan?" sapa seorang wanita.


"I...iya, kenapa Ya?" tanya Rachel.


"Aku ... Sisil." Seru wanita itu sambil mengulurkan tangannya.


Rachel membalasnya. "Sisil?" Rachel tak mengenal wanita itu.


"Aku Sisil. Temennya Mas Ivan. Aku...sudah berhari - hari mencarinya." seru Sisil sendu.


Rachel melihat sedih wanita itu. Apalagi wanita itu memanggil nama calon suaminya dengan sebutan Mas. "Ada a..apa, mencari mas Ivan?" tanya Rachel gugup.

__ADS_1


"Mas Ivan..." ucap Sisil berakting sedih.


__ADS_2