Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 11


__ADS_3

Keindra semakin uring - uringan di buat Mega. Tak sedikit pun Mega menegur sapanya. Sebenarnya pun Mega juga tak tahan berlama - lama mendiamkan Keindra. Ia sudah sangat merindukan pria itu. Namun, karena kekesalannya, Mega harus tetap bertahan.


Sabtu ini Mega menginap di Mansion nya Alya dan Rio, karena sang kakak memintanya untuk menemaninya, sebab Rio suaminya pergi ke luar kota, ada kerjaan yang harus di selesaikannya di sana. Meminta Rachel menemaninya di Mansion, namun putrinya itu tidak bisa, dengan alasan adanya pekerjaan. Padahal, Rachel ada janji dengan Ivan sang kekasih.


Jadi, mau tak mau Mega lah yang menemani Alya.


Karena hari ini Sabtu, Mega tak ada jadwal kuliah, sehingga ia bisa dengan cepat ke Mansion Kak Alya. Pukul sebelas siang Mega sudah tiba di Mansion Alya.


Mega sungguh senang bisa menemani sang kakak, ia akan banyak dapat ilmu memasak bersama Alya. Seperti sekarang ini, Mega dan Alya memasak bersama untuk makan siang nanti.


Mega di beri tugas oleh Alya memotong - motong sayuran dan yang lainnya, sedangkan Alya bagian memasaknya.


"Dek, kamu dan Keindra lagi marahan ya?" tanya Alya sambil memasak.


Mega mengeryitkan dahinya. "Marah gimana kak? Aku sama Kak Kei kan memang gak pernah akur." sahut Mega datar. Mega heran kenapa sang kakak bisa bertanya seperti itu.


"Beda Lo dek, gak kayak seperti biasanya. Kalian kan kalau ketemu kayak tikus dan kucing." ujar Alya.


"Ough..." sahut Mega singkat.


"Kok Ough sih. Iya kan? Kalian berdua marahan."


"Aku lagi sebel aja sama kak Kei. Gak ada manis - manis nya sama aku." ucap Mega lirih. Ia ingin jujur sama Alya, kalau ia sangat menyayangi Keindra.


Alya melihat perubahan raut wajah Mega yang berubah sendu. Ia sangat yakin kalau Mega menyukai Keindra adiknya.

__ADS_1


"Dek? Kakak boleh nanyak?" tanya Alya hati - hati.


Mega mengangguk.


"Kamu...suka sama Kei?" ucap Alya.


Mega sedikit terkejut, Kak Alya kenapa bisa tahu. "Si...siapa yang bilang kak? Kak Kei kan ...kakak nya Mega." Ucap Mega gugup.


Alya menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya. Mega menjawab dengan gugup, itu berarti pertanyaan Alya itu benar.


Alya tanya menanyakan lagi apa pun tentang Keindra. Keduanya melanjutkan memasak untuk makan siang nanti.


*****


Suara deru mobil terdengar memasuki halaman Mansion Alya. Sebuah mobil sport hitam memasuki halaman dan berhenti. Seorang pria berjas rapi keluar dari mobil tersebut. Siang ini tak tahu kenapa ia ingin sekali makan siang di Mansion kakak nya dan ingin memakan makanan buatan sang kakak.


Langkah kakinya terhenti ketika mencium aroma masakan. Ia pun langsung menuju dapur. Terlihat dua orang wanita lagi memasak. Bibir Keindra menerbitkan sebuah senyuman tipis. Ia melihat dua wanita cantik. Kakak Alya nya dan Mega...si wanita pengganggu. Eits...tunggu! Keindra telah mengakui Si Wanita Pengganggu Cantik?!.


"Kak..." bisik Keindra.


Alya merasa di panggil menoleh. "Hei, Kei. Tumben ke Mansion?" seru Alya, dan ia pun melirik Mega yang menegang mendengar Keindra di sebut.


Menutupi kegugupan nya, Mega tak memperdulikan Keindra datang, ia terus saja memasak, tanpa menoleh.


Keindra melihat sikap Mega yang masih cuek, ia sedikit kecewa. "Masih cuek juga tuh anak." gumam Keindra Kesal.

__ADS_1


"Kei...kenapa melamun?" tanya Alya.


"Nggak kak. Aku boleh makan siang di sini kan?" tanya Keindra.


"Boleh."


"Kak Alya. Ini udah masak sepertinya." Ucap Mega sambil menunjukkan masakannya ya di aduk aduk nya.


"Kamu tuang ke Mangkuk saja Meg." sahut Alya.


Masakan telah selesai di buat. Dan juga sudah terhidang di atas meja. Jam sudah menunjukan pukul satu siang, itu berarti kedua wanita cantik itu membutuhkan waktu dua jam untuk memasak.


Pandangan Keindra terus saja memandangin wajah Mega. Semakin cantik saja pikirnya. Alya pun memperhatikan adik laki laki nya itu.


Terlintas di pikiran Alya untuk sekali saja menggoda adik laki laki nya itu.


"Mega? Kamu sudah punya kekasih?" tanya Alya di sela makan siang.


Mega yang ingin menyuapkan nasi ke mulutnya di urungkannya. "Belum kak." sahutnya.


Sedangkan Keindra hanya mendengar saja.


"Di kampus, bukannya ada dosen baru ya Meg?" tanya Alya. Semenjak menjadi seorang istri Rio. Alya tak lagi mengajar sebagai dosen, ia di minta Rio mengurus Mansion dan anak anak.


"Iya kak. Namanya Pak Amar." Sahut Mega.

__ADS_1


"Katanya juga, tampan kan dan juga masih muda? Kenapa gak kamu dekati aja. Mana tahu jodohkan?" ucapnya sambil melirik Keindra yang lagi makan.


Uhuk...uhuk... Mendengar itu Keindra terbatuk.


__ADS_2