
"Sayang. Mas hanya menginginkan kamu dan mas hanya ingin kamu yang menjadi Maminya Alya. Mas tidak ingin yang lain. Mas cinta sama kamu." Ucap Reyhan menjelaskan dengan penuh kasih sayang.
Laras melihat wajah suaminya dengan linangan air mata .
"Mas. Aku takut mas. Aku takut kehilngan mu...hiks...hiks...." Ucap Laras semakin terisak.
"Sayang. udah jangan nangis lagi. Mas tidak akan meninggalkanmu. Sayang...Kamu lagi mengandung anak kita. Kasihan bayi kita". Jelas Reyhan sambil memeluk Laras dengan erat.
Laras membalas pelukan suaminya sambil terisak.
Silvi merasa senang. Dia tersenyum sinis membayangkan raut wajah Laras yang sedih. Silvi berharap kalau Reyhan akan benar - benar masih mengharapkannya untuk kembali kepadanya. Setidaknya Reyhan kembali padanya hanya demi Alya. Menjadi istri kedua pun tidak masalah pikirnya. Yang terpenting semua kebutuhannya terpenuhi. Dan kehidupannya kembali seperti dulu.
*******
"Sayang. Hari ini Laras ada janji mau maen kerumahnya Shinta. Boleh ya mas." Ucap Laras dengan manjanya.
"Boleh sayang. Nanti perginya di antar sama supir ya?". Jawab Reyhan.
"Makasih masku sayang". Ucap Laras.
Sampailah Laras di apartemen sahabatnya Shinta. Sudah beberapa bulan Laras tidak bertemu dengan Shinta. Selama Laras Hamil, Laras cuti dari kampusnya.
"Ras.......hiks...hiks...". Ucap Shinta dan memeluk Laras dengan erat.
"Shin...lho kenapa?". Tanya Laras tiba - tiba.
"Ras. Hidup gue hancur sudah. Mas Malik mutusin gue. Dia kembali bersama istrinya. Hidup gue hancur Laras." Ucap Shinta dengan isak tangis yang memilukan.
"Lho harus cerita semuanya sama gue Shin."Pinta Laras.
__ADS_1
Laras membawa Shinta duduk di atas sofa di ruang tv apartemen Shinta. Shinta pun meceritakan semuanya dengan Laras. Laras yang mendengarkannya merasa kasihan terhadap sahabatnya ini.
"Lho harus sabar ya Shin. Gue akan selalu bersama lho." Ujar Laras sambik memeluk Shinta.
"Terimakasih Ras. Gue beruntung banget punya sahabat kayak Lho." Balas Shinta.
Shinta sedikit merasa tenang. Karena ada sahabat nya Larasati.
"Lho nginap disini ya?". Pinta Shinta.
"Gue tidak bisa Shin. Lho liat keadaan gue sekarang. Gue lagi hamil besar begini." Tunjuk Laras keperutnya.
Shinta yang baru menyadarinya pun. Ternyata sahabatnya itu sedang hamil.
"Maafin gue Ras." ucap Shinta sambil nyengir lebar.
"Ya nggak papa. Nanti Mas Rey jemput gue".
Dikantor Reyhan masih sibuk dengan file - file yang numpuk. Banyak pekerjaan yang harus di selesaikannya.
Reyhan melirik ponselnya. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak di kenalnya.
💌 Mas ini aku Laras. Mas kok belum jemput sih?.
Reyhan membuka pesannya. Ternyata pujaan hatinya yang mengirim pesan. Sebuah senyuman terbit di wajah tampannya.
💌 Maaf sayang...sebentar lagi ya. Ada sedikit pekerjaan lagi yang harus mas selesaikan. Kamu istirahat di apartemen Shinta aja dulu. I Love U sayangku.
Laras dapat balasan dari suaminya. Sama halnya, Laras pun tersenyum bahagia.
__ADS_1
💌 Laras nyusul mas ke kantor aja ya?. I Love U too My Hubby...
💌 Iya boleh sayang. mas tunggu ya. hati hati dijalan sayangku.
Setelah selesai berbalas pesan dengan istrinya . Pintu Ruangan Reyhan terbuka. Seorang Wanita cantik dan seksi datang menemuinya.
"Hai sayang." Sapanya dengan manja.
Reyhan mendongakan kepala menuju arah suara. Dia terkejut melihat ternyata Silvi yang datang menemuinya dikantor.
"Apa yang kau lakukan disini Silvi?!". Tanya Reyhan heran.
"Aku merindukanmu Mas Rey". Ucapnya dengan nada manja. Tangannya terulur mengusap dada Reyhan dengan cara menggoda.
"Berhenti Silvi!". Reyhan menepis tangan Silvi kasar. "Kau bertindak seperti wanita murahan Silvi". Ujarnya dingin. Silvi diam mematung.
"Kenapa mas Rey?, Aku merindukanmu, aku masih mencintaimu. Aku ini ibu dari anakmu mas. Aku maminya Alya." Ucapnya dengan emosi yang meledak.
"Mas Rey...". Silvi kembali mendekat. Kedua tangannya meraba leher Reyhan dengan cara sensual. Tubuhnya menempel pada tubuh Reyhan dengan cara menggoda. Bohong kalau Reyhan tidak tergoda. "Lihatlah mas. Bahkan tubuhmu masih merindukanku." Bisik Silvi ditelinganya. Dia tahu bahwa ini adalah titik sensitifnya.
Namun segera Reyhan melepaskan tubuh wanita itu dari tubuhnya. "Tidak ada kuncing yang menolak ikan, Silvi. Tapi seberapa tergoda pun tubuhku oleh tubuhmu, aku masih memeliki iman. Masih ada wanita yang halal untukku yang bisa kujamah dengan bebas. Dan kau tau wanita itu adalah istriku. Wanita yang saat ini telah mengandung anakku. Dan satu lagi aku beritahu padamu, dia lebih baik darimu dalam segala hal." Ucap Reyhan mengakhiri kalimatnya. Wajah Silvi memucat.
"Pergilah Silvi. Kumohon. Biarkan keluarga kecilku hidup tenang dan bahagia.
Silvi memaku ditempatnya. Kepalanya menggeleng pelan. "Tidak mas Rey. Kau tidak akan bahagia dengannya. Apa kau lupa kalau kita sudah mempunyai anak mas. Alya butuh kita berdua mas. Aku rela kau jadikan istri kedua mas. Asal aku bisa bersama mu dan Alya!." Silvi bergerak dengan gerakan cepat yang tak bisa Reyhan prediksi. Secara tiba - tiba wanita itu menghamburkan dirinya pada Reyhan dan menciumnya dengan ganas.
"Silvi hentikan!" Tepat disaat Reyhan menjauhkan wanita itu, pintu kantornya terbuka.
"Ya Allah...!" Pekikan tertahan itu keluar dari mulut seorang wanita.
__ADS_1
"Sayang....?!" Reyhan terbelalak.
Bersambung.....