Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Ingin Meminta Maaf


__ADS_3

Pagi yang cerah. Rio dengan keyakinannya untuk meminta maaf dengan Alya. Pagi ini Rio akan ke kampus terlebih dahulu setelah itu ia akan ke kantornya.


"Tunggu mas ya sayang...mas akan menjelaskan semuanya sama kamu." Gumamnya.


Rio menuruni anak tangga, di anak tangga terakhir ia melihat seorang wanita lagi duduk manis di meja makan bersama Rachel putrinya.


Siapa lagi kalau bukan Rani. Rio sudah muak melihatnya. Rio tidak memperdulikan adanya Rani. Rio duduk di sebelah putrinya.


"Mas..." ucapan Rani terpotong.


"Rachel sayang, papa ke Kampus dulu ya? Kamu pergi sekolahnya sama supir aja ya?." ucap Rio lembut.


"Mas, biar aku yang ngantar Rachel." ucap Rani.


Namun Rio masih saja mendiamkan Rani. Rio sudah benar - benar tidak ingin bersama Rani lagi. Rani bisa kerumah hanya karena Rachel saja. Rachel menyayangi ibunya.


"Rachel sayang papa pergi dulu ya? Nanti Rachel pergi sama Mang dedi saja." ucap Rio sayang dan mengecup pucuk kepala anaknya.


Rio pergi tanpa memperdulikan Rani. Dengan langkah gagahnya dia pergi ke kampus. Ia ingin bertemu dengan Alya. Ia ingin menjelaskan semuanya.


Dengan raut wajah ceria. Rio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia ingin bertemu dengan wanita yang sebulan ini telah menggetarkan hatinya.

__ADS_1


Sementara itu Alya, telah mengirimkan surat cutinya melalui email ke bagian tata usaha di kampus. Alya izin cuti untuk lima hari.


Surat cuti Alya telah sampai di tangan seorang Dosen yang bernama Vino. Pegawai tata usaha telah menitipkannya ke Vino untuk di berikan kepada Pak Rektor. Dan kebetulan Vino sahabat sang Rektor.


Rio memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Parkir khusus untuk Rektor dan Dosen. Semua mata mahasiswi tertuju ke arah Rio. Karena memiliki wajah tampan dan sangat berwibawa.


Hal yang paling dituju Rio adalah Ruangan Dosen cantik. Ketika Rio mencari tapi sang Dosen tidak kelihatan. Rio ingin bertanya dengan Dosen lain tapi ia malu. Dan kebetulan seorang Dosen yang tak kalah tampan dari Rio memasuki ruangannya. Dosen tersebut adalah Vino. Vino melihat Rio berada di dalam ruangan Alya. "Woi..Ri. Kenapa Lo disini?" tanya Vino mengejutkan Rio.


"Ck. Ngejutin aja." ucap Rio berdecak.


"Lo cari Alya?"


Rio mengangguk. "Iya." jawabnya singkat.


"Apa ini. Ah...kita keruangan gue aja dulu." ajak Rio.


Mereka berdua berjalan menuju ruangan Rio.


Rio duduk di kursi kebesarannya. Sementara Vino duduk di sofa yang ada diruangan itu.


"Surat apa ni Vin?" tanya Rio.

__ADS_1


"Lo baca aja, ntar juga tau."


Rio membuka amplop surat itu. di bacanya. Rio menghelakan nafasnya kasar dan menyandarkan tubuhnya di kursinya.


"Kamu izin cuti Alya? Apa ini gara - gara mas?." Batin Rio.


"Kenapa Lo?" tanya Vino.


"Vin, gue mau curhat sama lo." ucap Rio serius.


"Tumben banget."


Rio menceritakan semuanya ke Vino. Rio juga menceritakan kepada Vino tentang Alya salah satu dosen di kampusnya. Alya yang awalnya ia jadikan untuk membalas Rani. Gimana rasa melihat orang yang kita sayang selingkuh. Tapi , ia terjebak dalam rencananya. Rasa sayang itu tumbuh untuk Alya. Rio tidak ingin berpisah dari Alya. Ia berencana untuk menjelaskan tentang statusnya. Rio juga ingin bercerai dari Rani.


"Jadi Lo suka dosen cantik itu?" tanya Vino.


Rio mengangguk. "Iya Vin. Bantu gue." Mohon Rio.


"Kalau Lo mau sama tu dosen. Lo harus benar - benar bercerai dengan Rani."


"Itu pasti. Gue udah ngajukan ke pengadilan agama. Tinggal nunggu sidang aja."

__ADS_1


Vino manggut - manggut. "Apa Alya mau nerima gue ya Vin?" tanya Rio.


__ADS_2