
Ivan sangat panik sekali ketika sang istri merasakan sakit diperutnya. "Sayang...kita kerumah sakit ya?" Ivan sungguh sangat panik.
"Aduh...mas....sakit...." teriak Rachel tak tertahan.
Dengan sigap Ivan membantu Rachel berjalan keluar kamar, ia akan segera membawa sang istri kerumah sakit. Istrinya akan segera melahirkan.
"Mas...sakit." keluh Rachel lagi.
"Iya sayang, kita kerumah sakit." seru Ivan.
Dikamar Papa Rio dan Mama Alya. Kedua orang tua itu mendengar suara teriakan anak perempuan mereka. Dengan cepat papa Rio turun dari ranjangnya dan begitu juga mama Alya.
Ceklek...
Papa Rio dan Mama Alya sangat terkejut melihat anaknya kesakitan.
"Sayang kamu kenapa Nak?" tanya mama Alya khawatir.
"Ma...istri aku mau lahiran ma. Kita bawa kerumah sakit Ma." Seru Ivan panik.
"Iya, Ayo." Mama dan Papa Rio membantu Ivan.
Sampai di halaman Mansion, Papa Rio dengan sigap membantu.
__ADS_1
...****...
Sudah pembukaan lengkap, Rachel akan segera melahirkan sang buah hati mereka. Ivan dengan setia mendampingi sang istri. Andai saja Ivan dapat menggantikan kesakitan sang istri, tentu saja Ivan akan dengan senang hati menggantikannya.
Ivan juga rela tangannya digigit, dicakar oleh Rachel untuk mengurangi rasa sakitnya. Dengan penuh kekuatan akhirnya Rachel melahirkan seorang putra.
Oek...oek...oek...
Suaranya begitu nyaring sekali, Rachel menitikan air mata bahagianya, begitupun Ivan. Pria itu berucap terimakasih kepada sang istri. Telah lahir buah hati Ivan dan Rachel berjenis kelamin laki laki.
"Terimakasih sayang, kau telah berjuang untuk melahirkan anak kita. Mas mencintai kamu." Ucap Ivan tulus sambil mengecup dahi Rachel dengan sayang.
Rachel hanya mengangguk lemah saja. Dirinya tak memiliki tenaga lagi untuk menjawab.
...****...
Mega segera mengajak suaminya kerumah sakit untuk bertemu dengan Rachel. Mega juga ingin melihat bayinya Rachel.
"Ayo dong mas, cepatan." seru Mega kesal. Gimana tidak kesal, sang suami sudah satu jam yang lalu baru sampai rumah. Mega menyurhnya pulang, karena ingin kerumah sakit.
"Sabar dong Yank." Sahut Keindra.
Mega menarik lengan sang suami dan membawanya ke garasi mobil.
__ADS_1
Kini keduanya telah berada didalam mobil. Keindra meminta supir yang mengemudi. Karena Keindra masih sangat lelah. Dipaksa pulang.
"Gak sabaran amat si Yank." tanya Keindra kepada sang istri.
"Iya dong mas. Aku pengen gendong dedek bayinya mbak Rachel." jawab Mega antusias.
Keindra hanya menggelengkan kepalanya. Istrinya selama hamil sifatnya manja dan kekanak kanakan. Tapi, itu sangat menggemaskan buat Keindra.
Tiga puluh menit kemudian. Pasangan suami istri itu telah sampai dirumah sakit. Dengan perut buncitnya Mega turun duluan dari mobil. Sungguh tak sabaran dirinya untuk menggendong bayi Rachel.
"Yank?! Pelan pelan jalannya. Ingat, kamu lagi hamil." Seru Keindra memperingatkan.
Mega menghentikan langkahnya. Ia menunggu suaminya berjalan sejajar dengannya.
"Sini, mas pegang tangannya. Kamu harus pelan Yank jalannya." ucap Keindra.
Mega hanya nyengir. Ia akui dirinya salah. Karena terlalu antusias, sampai lupa kalau dirinya lagi hamil besar. Tiga bulan lagi Mega juga akan melahirkan seperti Rachel.
Ceklek...
Mega dan Keindra membuka pintu ruangan rawat Rachel.
"Mbak Rachel?" teriak Mega antusias.
__ADS_1
Membuat Ivan dan Rachel terkejut. "Mbak...selamat ya. Dedeknya mana?"tanya Mega.
"Mega. Kamu ini ngagetin aja tau." seru Rachel.