Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 72 Shinta


__ADS_3

Shinta begitu menyayangi kakak iparnya itu. Sudah dianggapnya sebagai kakak kandungnya sendiri.


"Kalian sama - sama manusia bajingan, brengsek, tak tahu diri!!!." Shinta semakin histeris.


Evan mendengar makian adik sepupunya itu tersulut emosi dan langsung mendekati Shinta yang terduduk. Evan menarik rambut panjang gadis itu hingga membuat kepala Shinta mendongak keatas.


Shinta jijik sangat jijik melihat kelakuan Evan. Evan terkejut saat Shinta meludahinya. Evan yang emosi langsung menampar Shinta sekeras mungkin membuat telinga gadis itu berdengung dan kepalanya berkunang - kunang.


Shinta kembali menjerit saat Evan kembali menarik rambutnya, wajah Shinta sudah di banjiri air mata.


"Kau itu munafik Shinta !!, bukannya kau sering melakukan kegiatan panad sepertiku dengan kekasih Dosenmu itu!!." ucap Evan emosi sambil menarik rambutnya Shinta.


Evan sangat tau semua kelakuan Shinta diluar sana. Shinta dengan mudahnya memberikan tubuhnya kepada kekasihnya yang telah mempunyai Istri. Cinta membutakan mata Shinta. Ia tidak memikirkan semuanya terlebih dahulu. Namun yang namanya penyesalan selalu datangnya belakangan. Shinta yang awalnya yakin akan cinta Malik, yakin bahawa Malik sangat mencintainya sehingga dia rela memberikan mahkota dirinya. Malik berjanji akan menceraikan istrinya. Tapi sayang Malik malah memilih kembali kepada sang istri. Di karenakan sang istri mengandung anaknya. Hati Shinta begitu hancur dengan keputusan Malik. Walaupun keputusan Malik itu benar. Shinta merasa bersalah kepada Istrinya Malik, karena sempat ingin merebut Malik darinya. Semuanya telah berakhir Malik yang saat ini telah bahagia bersama istrinya dan calon anak mereka.

__ADS_1


Shinta masih saja menangis, karena Evan masih saja menarik rambutnya.


"Kau akan ku beri hukuman Shinta!!." ucap Evan tersenyum licik. "Kau akan ku beri hukuman kenikmatan!."


Shinta yang sadar akan ancaman yang siap menghampirinya, dengan reflek Shinta langsung mengambil tangan Evan yang menarik rambutnya tadi dan memutarnya kedepan membuat Evan berteriak kesakitan.


Tak hanya sampai di situ saja, Shinta juga meninju wajah Evan dengan kuat dan Shinta juga menendang kuat tubuh Evan sampai pria itu terjerembab ke lantai.


"BRENGSEK!!!." teriak Evan. Silvi yang masih belum memakai bajunya segera memakai pakaian dan membantu Evan berdiri.


Silvi segera menurut., setelah ponsel sudah berada di tangan Evan, pria itu segera menyuruh anak buahnya untuk menahan Shinta dan mengurung gadis itu di kamar.


"Telanjangi dia, lalu ikat tangan dan kakinya." perintah Evan tak terbantahkan.

__ADS_1


Sedangkan Silvi hanya tersenyum sinis mendengar perintah pria itu.


Shinta yang sedang melarikan diri dari ancaman Evan tapi sayang beberapa orang pria memegang kedua tangannya dan menariknya kedalam.


"Apa - apaan ini, lepasin gue brengsek!!." teriak Shinta tak terima. Shinta terus saja memberontak saat pria yang berjumlah dua orang itu menariknya ke kamar dan mengikatnya di tas tempat tidur, menelanjanginya dan meninggalkannya di tempat tidur.


Evan memerintahkan anak buahnya tadi untuk menggilir tubuh Shinta. Dengan senang hati anak buah Evan menikmati tubuh Shinta yang mulus itu. Shinta merasakan sakit yang luar biasa. Walaupun dirinya sudah tidak perawan lagi. Tapi Shinta sudah benar - benar hancur. Dia merasakan kesakitan yang luar biasa. Diperkosa oleh dua orang yang tidak di kenalnya. Tidak ada pria yang mau hidup bersamanya.


Ia juga tak bisa berteriak karena mulutnya yang di tutup dengan lakban dan kain.


"Bunda? Sinta bisa apa Bun sekarang? Ratap Shinta dalam hati.


"Wah...gimana jalang kau menikmatinya?." itu suara Silvi. Wanita Sialan itu dengan dengan si pria brengsek Evan. Mereka sangat tega kepadanya. Menyuruh anak buahnya menggilir tubuhnya.

__ADS_1


Bersambung.....


Hi semuanya saya kembali lagi. Malam ini saya up lagi. terimakasih yang sudah memberi vote nya dan yang belum beri vote yang sebanyak - banyak nya ya. jgn lupa like, dan komen kalian. dan juga berikan koin kalian. terimakasih.


__ADS_2