
Sore hari menjelang malam. Seorang gadis dikamarnya lagi merenung tentang perjodohannya. Bisa - bisanya papinya menjodohkannya. Bahkan ia tak tahu dengan siapa ia dijodohkan.
Ingin rasanya Alya pergi dari rumah ini. Pergi ketempat kekasihnya dan mengajak kekasihnya untuk menikah secepatnya. Alya tidak ingin menikah dengan yang lain. Hamya dengan Rio seorang.
Beberapa jam lagi Alya akan diajak papi dan maminya untuk bertemu dengan calonnya. Lamunan Alya buyar ketika suara ketukan di pintu kamarnya.
Tok...tok...tok...
"Sayang...mami boleh masuk gak?!" teriak mami Laras dari luar. Alya masih tidak mau menjawab teriakan maminya. Ia masih kesal sama mereka.
"Sayang....!!" teriak mami Laras lagi.
Alya tidak tega mendengar maminya berteriak. Ia pun membukakan pintu kamarnya.
Ceklek....
Mami Laras langsung masuk tanpa disuruh oleh Alya. "Sayang...mami cuma mau kasih ini?" Mami Laras memberikan paper bag kepada Alya yang isinya sebuah gaun cantik untuk ia kenakan nanti malam.
"Apa ini Mi!" tanya Alya ketus.
__ADS_1
"Kamu lihat dulu ya sayang. Kamu udah makan?" tanya mami Laras lembut. Ia tahu anak gadisnya ini masih kesal dengan perjodohan itu.
"Sayang...mami tanya Lo, kamu udah makan belum? Mau mami buatkan sesuatu?"
"Udah!" jawab Alya singkat dan malas.
Mami Laras hanya menghela nafasnya. Ternyata Alya ngambek. "Yawda, Mami keluar dulu ya?"
"Hmm"
Mami Laras keluar dan menutup pintu kamar Alya. Ia pun menuju tempat dimana suaminya lagi santai. Mami Laras disuruh oleh Papi Reyhan untuk menyerahkan paper bag yang berisi gaun itu. Reyhan membelikan Alya gaun mahal untuk bertemu dengan calon mertuannya. Padahal calon mertua yang ia maksud adalah orang tua dari Rio kekasihnya. Papi Reyhan hanya terkekeh geli saja dengan perbuatannya yang menjahili anak gadisnya.
"Pi, kenapa ketawa sendiri?" tanya mami Laras bingung.
Mami Laras menurut saja. "Gimana udah mami kasih belum?"
"Udah Pi. Tapi sepertinya Alya ngambek Lo pi. Kamu jahil banget sama anak." seru Mami Laras.
"Udah mami tenang aja. Toh, Alya akan kita nikahkan dengan pilihannya kok. Ini kan cuma sedikit untuk mengerjain anak kita sayang."
__ADS_1
"Terserah papi deh." jawab mami Laras malas.
*************
Sementara itu dirumah Mewah seorang Pengusaha terkenal se asia tenggara. Yaitu rumah Faisal Malik Baharsya. Disitu juga ada seorang Pria yang lagi menahan emosinya karena ulah sang papa.
"Pa, Rio gak mau dijodohin. Rio udah punya pilihan sendiri!!" seru Rio tegas.
"Pilihan seperti apa? Seperti Si Rani itu?!" ucap Papa Faisal datar.
"Ck. Pokonya Rio gak mau!" tegas Rio lagi. Ia pun beranjak dari situ dan meninggalkan rumah papanya. Langkahnya terhenti dengan teriakan papanya.
"Rio...kamu dengar ya?! Walaupun kamu tidak mau bertemu dengan calon yang papa pilih untuk kamu malam ini. Papa akan tetap melanjutkan perjodohan ini.!!" teriak papa Faisal.
Rio tidak menggubris teriakan papanya. Ia terus melangkah keluar dari rumah menyebalkan itu. Dan pergi ke Penthousenya untuk menenangkan pikirannya.
Dirumah papa Faisal. "Pah? Kamu ini, kok sekarang suka jailin anak kamu pa?" seru mama Revi.
"Udah deh ma. Mama tenang aja. Seru kali ma. Lihat wajah anak kamu itu kalau lagi ngambek." ucap papa Faisal terkekeh geli.
__ADS_1
Mama Revi menghela nafasnya. Dan menggelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir suaminya ini seperti anak Abg saja.
Bersambung.....