Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 19


__ADS_3

Ivan sangat gugup melihat kedatangan Rachel. Tubuh Ivan menegang, ia takut ketahuan oleh Rachel, takut keberadaan Sisil diketahui oleh Rachel.


"Mas...kamu kenapa? Kok gugup gitu?" tanya Rachel.


Ivan mendekati Rachel, sebelum itu ia mengunci ruangan kamar. Ivan merapikan pakaian yang di kenakannya.


"Kamu sendiri sayang?" tanya Ivan gugup.


"Iya mas. Oya, mas, kau bawa makanan untuk kamu." ucap Rachel.


Rachel mengajak Ivan duduk di sofa. Rachel mengernyitkan dahinya, wangi tubuh sang kekasih berbeda seperti biasanya. Ada wangi farfum wanita yang menempel. Rachel juga heran melihat penampilan sang kekasih, sangat acak acakan.


Ivan menikmati makanan yang di bawakan oleh Rachel. Kebetulan sekali ia belum makan. dan sangat lapar, dikarenakan pertempurannya dengan Sisil.


Rachel menatap Ivan begitu lekat, ada yang beda dari kekasihnya itu. "Mas...penampilan kamu kok acak - acak kan seperti ini?" tanya Rachel tiba tiba.


^^^Uhuk ...uhuk ...^^^


Ivan menyemburkan makanannya, ia kaget dengan pertanyaan Rachel. Ia bingung harus berkata apa.

__ADS_1


"I..itu, sayang...mas baru bangun tidur. Ra...rasanya sangat lelah, capek." jawab Ivan gugup.


"Ya ampun...sayang, jangan lelah bekerja." ucap Rachel perhatiannya.


"Iya..."


"Yank....kamu ganti parfum ya?" tanya Rachel lagi.


Lagi lagi Ivan bingung harus menjawab apa. Pasti parfum nya Sisil nempel di bajunya.


"Ng...nggak sayang, parfum biasa kok." sahut nya gugup.


Keduanya pun melanjutkan makannya. Ivan semakin tak tenang, takut kalau Sisil keluar dari ruangan kamar. Dan pasti akan bertemu dengan Rachel, bakalan akan terjadi perang pikirnya.


Ivan melihat ponselnya di atas meja kerjanya. Ia berpikir akan mengirim sebuah chat untuk Sisil, karena seingatnya Sisil mebawa ponselnya ke kamar. Ivan ingin mengetik di ponslenya, dan mengatakan bahwa ada Rachel, kamu jangan keluar dulu.


Ivan mengambil ponselnya, dan mengetik pesan itu. Setelah itu ia menarok nya lagi di atas meja kerjanya.


Keduanya telah selesai makan. Rachel membereskan sisa sisa makanan mereka. Setelah selesai, ia melihat sang kekasih lagi duduk di kursi kerjanya, sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Rachel tahu, kekasihnya itu pasti sangat lelah. Ia memberanikan diri untuk mendekati Ivan dan duduk di atas pangkuannya.


"Sayang...capek ya?" ucap Rachel lembut dan mengusap dada Ivan dengan lembut.


Ivan semakin mengeratkan penjaman matanya. Ia menikmati elusan lembut Rachel di dadanya. Entah kenapa begitu sangat nyaman sekali.


"Mas..." bisik Rachel.


Ivan membuka matanya, ia sungguh tak kuat atas sentuhan Rachel. Ivan memandang wajah cantik Rachel yang begitu dekat dengan nya. "Sungguh cantik." gumamnya dalam hati. Entah apa yang di pikirkan Ivan. Jujur saja, ia sangat menginginkan Rachel di atas ranjangnya. Pasti begitu nikmat tubuh Rachel.


Karena gairahnya, Ivan menyambar bibir merah nan mungil itu. Ivan ******* kasar bibir itu. Sungguh membuat candunya. Berbeda sekali dengan bibir nya Sisil.


Ciuman keduanya terlepas. Keduanya mengatur nafas nya. "Mas...aku mencintai kamu." bisik Rachel di telinga Ivan.


Ivan menelan saliva nya kasar, jantungnya berdebar kencang. Ia juga bingung kenapa, mendengar kata cinta dari Rachel mebuat kerja jantungnya begitu cepat.


Ivan hanya menjawab dengan senyuman saja. Sulit rasanya menjawabnya. Ingatan akan dendamnya masih teringat jelas di otaknya. Ia tak boleh jatuh cinta dengan Rachel apa pun yang terjadi.


Sementara itu, seorang wanita mengepalkan kedua tangannya, ia tak senang melihat kemesraan antara Ivan dan Rachel. Sisil dapat melihat dari balik pintu kamar yang dibukanya sedikit. Ia juga mendengar pernyataan cinta Rachel untuk kekasihnya. Dan juga dia melihat keduanya berciuman.

__ADS_1


"Ivan hanya milikku...tak ada yang bisa memilikinya selain aku. Dan...kau Rachel, kau hanya alat balas dendam Ivan." gumam Sisil dalam hati.


__ADS_2