Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Cemburu Part 2


__ADS_3

Reza dan Alya sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Sebenarnya Alya menerima Reza hanya ingin melupakan Rio. Ya. Anggap sajalah Reza sebagai pelariannya.


Sikap Reza sangat perhatian ke Alya. Ternyata seorang playboy bisa juga perhatian kepada kekasihnya. Semenjak Reza dan Alya jadian, gelar playboy untuk Reza sudah tidak ada lagi. Reza memilih Alya sebagai pasangannya.


Waktu istirahat telah tiba. Reza dengan semangat ingin mengajak kekasihnya untuk makan siang bersama. Atas permintaan Alya. Reza tidak di izinkan untuk ke ruangannya. Kalau ingin bertemu Reza harus memberi kabar melalui chat atau telpon.


Reza mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia memchat kekasihnya itu untuk makan dikantin.


💌 "Yank...aku tunggu di kantin ya?"


Send to Alya.


Alya duduk diruangannya. Satu pesan masuk di ponselnya. Alya membacanya tanpa membalasnya. Reza kekasihnya mengajak Alya makan siang di kantin. Alya bangkit dari duduknya, ia ingin makan siang di kantin kampus bersama Reza.


Dengan anggunnya Alya berjalan menuju Kantin. Seseorang pria menarik lengan Alya dan membawanya keruangan kosong.


Ruangan itu di kuncinya. Pria itu menyandarkan Alya ke dinding ruangan. Ditatapnya Alya dengan wajahnya yang sendu.


"Kenapa kamu menerima cintanya?!" tanya pria itu.


Alya tidak ingin menjawabnya. Rio pria itu terus menyudutkan Alya. Terus bertanya.


"Jawab mas Alya?" tanyanya lagi.


"Bukan urusan kamu!" jawabnya ketus dan memalingkan wajahnya.


"Alya...mas hanya meminta kamu menunggu mas." lirih Rio.

__ADS_1


"Apa saya pernah mengatakan kalau saya akan menunggu anda?" jawabnya ketus.


Rio semakin gemas saja dengan tingkah Alya.


Rio melihat bibir mungil dan merah Alya. Karena Alya tidak menjawab pertanyaan Rio. Rio pun mencium bibir Alya dengan lembut. Tidak ada penolakan dari Alya. Bahkan Alya membalas ciuman Rio.


"Kau suka sayang? Itu tandanya kamu masih mencintai mas." ucap Rio mengelus pipi Alya.


"Mas, kalau kita berjodoh, kita pasti bersatu mas. Jangan seperti ini. Aku gak mau di sebut pelakor." jelas Alya.


"Iya mas tahu. Tolong, selama kita berpisah, kamu jangan dekat sama pria manapun dan jaga hati kamu untuk mas." pinta Rio tulus.


"Apa mas bisa menjaga hati mas untuk aku?" tanya Alya.


"Sayang...mas akan jaga hati mas untuk kamu. Mas akan menceraikan Rani secepatnya." janjinya.


"Sekarang kamu telpon kekasih kamu itu, katakan padanya kamu tidak bisa makan siang bersama dia." perintah Rio.


Alya pun mengangguk. Ia menghubungi Reza dengan ponsel yang ada di genggamannya.


Setelah menghubungi Reza, Rio mengajak Alya makan siang bersamanya.


"Kita makan siang sama ya? Kita makan di cafe langganan kita sayang." ajak Rio.


Alya mengangguk. Rio dan Alya meninggalkan ruangan kosong itu. Mereka menuju parkiran. Sampai di parkiran. Seorang pria memanggil Alya.


"Sayang...Alya?." teriak pria itu.

__ADS_1


Alya yang merasa dipanggil menoleh kearah suara. "Reza?." lirihnya. Rio yang mendengar Alya menyebut nama Reza menoleh kearah Alya. "Kenapa sayang?" tanya Rio.


"Sayang...kamu mau kemana?" tanya Reza. Ia melihat kekasihnya ingin pergi bersama Rektornya. Reza berpikir ada hubungan apa kekasihny itu dengan sang rektor. Yang Reza lihat sang rektor menggenggam tangan Alya dan membukakan pintu mobil untuk Alya.


"Oh...Za...maaf aku ada keperluan sam Pak Rio. Maaf ya? Makan siangnya kita tunda ya? ucap Alya merasa bersalah.


Sebenarnya Reza sangat kecewa dan cemburu. Sang Rektor menggenggam tangan Alya dengan mesra.


"Ya udah sayang...kamu hati - hati ya." ucap Reza dengan sayang. Reza juga mengecup dahi Alya.


Rio mendengus kesal, ia melihat wanitanya di cium oleh seorang pria di depan matanya. Rio dengan kesalnya menekan klakson mobilnya dengan sangat kencang.


Tin...tinnnn....tinn....


Reza dan Alya terkejut. Alya tahu pasti Rio marah dengannya. Ia pun buru - buru masuk kedalam mobil Rio. Setelah masuk kedalam mobil, Rio langsung menghidupkan mesin mobilnya. Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Enak ya, di cium tadi ?" ucap Rio kesal.


"Biasa aja kok." jawab Alya cuek. Ia malas untuk meladeni kekesalan Rio.


"Ck. Sayang, pokoknya kamu harus putusin tu cowok." ucap Rio kesal.


Alya memutar matanya malas. "Kan aku bilang tadi apa mas? Kalau kita berjodoh pasti kita akan bersatu."m Biarkan saja Reza bersam aku." ucapnya.


"Pokoknya gak!. Enak aja kamu. Kamu itu milik mas.!" ucapnya tegas.


Alya hanya diam saja. Tanpa membalas ucapan Rio.

__ADS_1


__ADS_2