
Ternyata kesempatan itu tidak akan ada. Sang pujaan hati begitu mecintai istrinya. Di depannya sang pujaan hati nya menghubungi istri tercintanya.
"Assalamualaikum sayang..." sapa Rio dibalik telpon.
"Walaikumsalam mas" sahut Alya.
"Sayang kamu dimana? Jadi ke kantorkan?" tanya Rio dengan lembutnya.
"Iya mas, lagi dijalan juga kok" sahutnya lagi.
"Hati - hati ya sayang. Mas tunggu"
"Iya mas"
Hari ini Alya akan mengunjungi suami tercintannya di kantor. Membawakan bekal untuk suaminya.
Dikantor, Rio kedatangan seorang CEO cantik bernama Reina Ghina. Dan sekarang sudah berada di dalam ruangan Rio. Betapa terpesonanya Reina melihat wajah Rio yang tampan.
"Pak Rio? Apa bisa kita mulai meeting kita?" tanya wanita cantik itu.
Rio yang memang lagi banyak pekerjaan, lupa akan meetingnya dengan Reina. Rio menghela nafasnya panjang. "Maafkan saya Nona Reina. Mari kita mulai?" Rio berdiri dari duduknya. Dan berjalan ke tempat Reina duduk di sofa kantor. "Sambil menunggu asisten saya Morgan. Boleh saya melihat proposalnya?" pinta Rio kepada Reina.
Dengan senyum manisnya Reina memberikannya kepada Rio sang pujaan hati.
"Tampan banget sih kamu pak Rio?" gumamnya dalam hati.
Rio sadar kalau sedari tadi ia terus di pandangi oleh Reina. Tapi ia tidak memperdulikannya. Ia akan selalu menjaga hatinya hanya untuk istrinya Alya dan Rachel putri mereka.
"Nona Reina. Proposal anda sangat bagus. Kita akan menunggu Morgan asisten saya terlebih dahulu. Apa anda sudah makan siang?" tanya Rio.
Reina menggeleng dengan cepat. Ia senang Rio menawarkannya makan siang. Itu berarti ia akan makan siang bersama.
"Kalau begitu, saya akan menyuruh OB untuk memesankan makanan untuk anda" seru Rio.
__ADS_1
Reina kecewa, ia pikir Rio akan mengajaknya makan siang di restoran atau cafe. Tapi ternyata Rio hanya memesan makanan dan menyuruh OB nya.
"Terimakasih pak Rio?" ujar Reina.
Tak lama OB mengantarkan makanan keruangan CEO nya. Makanan yang di pesan hanya satu saja, untuk Reina saja.
Reina bingung, kenapa makanannya hanya satu saja. "Hmm. Pak Rio. Kenapa hanya satu?" tanya Reina menunjuk ke arah makanannya.
"Istri saya sebentar lagi akan datang dan membawa makanan untuk saya" jawab Rio datar.
"Oh.." ujar Reina. Ternyata istri dari pria yang ia sukai akan datang dan membawa makanan.
Pintu ruangan Rio terbuka.
Ceklek....
Seorang wanita cantik memasuki ruangan Rio dan diikuti oleh asisten Rio yaitu Morgan.
Alya berjalan menuju sofa, dan duduk di single sofa. Sedangkan Rio dan Reina duduk berdua di sofa yang besar. Rio menyadari raut wajah istrinya. Ia dengan cepatnya berdiri dari duduknya dan menghampiri sang istri.
"Sayang...kok lama banget sih datangnya? Mas kan lapar sayang...?" ucap Rio dengan manjanya.
"Maaf mas, tadi Alya ke kampus dulu" ucap Alya.
"Yawda gak papa. Sini kamu duduk dekat mas" Rio menarik lembut tangan Alya dan mendudukannya dekat dirinya.
Rio dan Alya duduk di sofa yang satunya lagi. Reina merasa iri melihat kedekatan Rio dengan istrinya. Kelihatan Rio sangat mencintai istrinya. Morgan sang asisten duduk di samping Reina. Pria itu tahu kalau wanita di sampingnya ini sangat mengagumi bosnya.
Sebenarnya Morgan menaruk hati ke Reina. Dari awal bertemu Morgan sudah suka dengan Reina.
"Oya sayang...kenalkan ini Nona Reina. Dia klien baru mas" ucap Rio memperkenalkan Reina kepada istrinya.
"Ah...iya. Saya Reina Nona Alya" ucap Reina memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Alya, istri Rio." seru Alya.
"Kamu, bawa apa sayang?" ucap Rio.
"Alya bawa makan siang kita mas" seru Alya.
Reina hanya melihat keromantisan pasangan suami istri yang ada di depannya. Sungguh beruntung wanita yang mendapatkan Rio.
"Bagaimana kita makan bersama?" Morgan bersuara.
"Ah...iya, ayo kita makan bersama" sahut Reina.
Mereka pun makan siang bersama di dalam ruangan Rio. Reina makan makanan yang di pesan Rio tadi. Rio dan Morgan makan makanan yang di bawa Alya.
Bersambung.......
Maaf ya baru bisa up sekarang....
Berhubung kemarin ya berpergian...
Katakanlah saya liburan sejenak.....
Ini hari senin jangan lupa ....
vote...
like...
hadiah....
komen....
Terimakasih....
__ADS_1