
Keindra keceplosan, mengucapkan kalau Mega adalah miliknya. Pria itu merutuki dirinya. "Sial!" gumam nya dalam hati.
Mega sangat senang, akhirnya pria arogan itu mengakui juga. Namun, wanita cantik itu berpura pura biasa saja. Padahal ingin rasanya ia bersorak ria.
Mega memasang wajah datar nya. "Kak Kei, ngomong apa sih?" ucap Mega datar.
Keindra mendengus kesal. Karena malu ia beranjak dari situ dan masuk ke dalam Mansion. Ketika pas di dekat pintu masuk, Kei berpapasan dengan Alya sang kakak.
Alya menahan tawanya. Adik laki - laki nya ternyta punya malu juga. "Akhirnya mengakui juga." ucap Alya mengejek dan berlalu meninggalkan Keindra.
Sementara itu Mega tersenyum bahgia. Keindra si manusia arogan itu mengakui bahwa dirinya adalah milik pria itu.
*******
Keindra terus bergumam tidak jelas. Berjalan mondar mandir di dalam kamar tamu Mansion kakak nya.
"Huh...dasar mulut rese, kok bisa keceplosan sih." Keindra menepuk bibirnya.
Ia duduk di tepi ranjangnya, ia tersenyum, geli dengan kelakuan nya. Entah kenapa setelah mengucapkan itu, Keindra merasa lega. Seolah olah bebannya terlepas sudah. Karena gadis menyebalkan itu mendiamkan nya, Keindra tak tahan, ternyata selama ini pria itu suka dengan gadis itu.
Ditaman belakang.
__ADS_1
Kedua wanita berbeda usia itu, tertawa terbahak, rencana kedua nya berhasil, membuat pria arogan itu mengakui perasaannya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah pengakuan Keindra kemarin, pria itu lebih sering bertemu dengan Mega. Bahkan Kei juga sudah mulai berani untuk berdekatan dengan Mega, ia sudah mulai memberi perhatian untuk Mega. Dari menjemput Mega ke kampus dan Kei juga menyempatkan dirinya untuk mengantar Mega ke kampus.
Pagi ini seperti biasanya Keindra akan mengantarkan Mega ke kampus. Melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Seminggu ini hati nya berbunga - bunga. Rambu lalu lintas menunjukan berwarna merah, tanda nya seluruh kendaraan berhenti. Mobil sport hitam Keindra berhenti, menunggu beberapa saat untuk jalan. Jalanan di pagi hari cukup ramai, dan tanpa sengaja mata tajam Keindra melihat Rachel lagi bertengkar dengan kekasih nya. Dan yang membuat Keindra geram, kekasih Rachel menampar pipi wanita itu.
Dengan emosi nya, Keindra turun dari mobil nya, syukurnya mobil Keindra berhenti di tepi.
Dengan langkah panjang nya, Keindra mendekati sepasang kekasih tersebut.
Sekali pukulan di wajah Ivan kekasih Rachel, Keindra memukul tepat di pipi nya Ivan.
"Brengsek Lo?!" geram Keindra.
Ivan tak mau kalah, ia juga membalas pukulan dari Keindra.
Bugh...
"Siapa Lo? Jangan ikut campur masalah gue sama cewek gu?!" sahut Ivan tak kalah emosi.
__ADS_1
"Lo beraninya sama Cewek!" hardik Keindra.
"Bukan urusan Lo!" sahut Ivan.
Kedua nya sudah babak belur. Sementara Rachel hanya menangis saja. Ia kecewa dengan kekasihnya, tidak setia. Berselingkuh dengan sekretarisnya.
"Hiks...stop!!" teriak Rachel.
Kedua pria itu berhenti dari berkelahi nya.
"Sayang...dengarkan aku, kamu salah paham. Mas gak ada hubungan apa pun dengan Rasti." Ivan menjelaskan nya. Padahal yang sebenarnya Ivan memang ada afair dengan Sekretarisnya. Tapi, karena Ia masih membutuhkan Rachel, dan ia juga membalas dendam dengan Rachel atas kejahatan yang di buat mama kandung Rachel yaitu Rani.
"Hiks...Mas bohong! Aku melihat sendiri mas." teriak Rachel.
"Sayang...dengarkan mas." seru Ivan lagi.
Keindra hanya diam, sambil menahan rasa sakit di wajah nya. Keindra juga lupa untuk mengantar Mega ke Kampus.
Double up hari ini ya...
jangan lupa VOTE ya....
__ADS_1