
Pekerjaan telah selesai semua. Sungguh sangat melelahkan. Ivan sudah sangat merindukan kekasihnya, ia membereskan segala berkas diatas mejanya. Setelah selesai ia mengambil kunci mobilnya dan memakai jas nya. Ia segera keluar dari ruangannya.
Ivan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia ingin menuju ke tempat sang kekasih.
Di Mansion papi Reyhan sangat Ramai sekali. Seluruh anggota keluarga berkumpul. Semuanya sekalian menyambut kepulangan pasangan pengantin baru yaitu Keindra dan Mega.
Sudah hampir sebulan pasangan itu di paris. Menikmati indahnya kota Paris. Menikmati manisnya berbulan madu. Para orang tua berharap pasangan itu akan segera memiliki momongan. Karena mereka semua sangat merindukan tangisan seorang bayi.
****
Keindra melihat sang istri masih tiduran diatas ranjang mereka. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Tidak seperti biasanya istrinya itu bangun sampai pukul sepuluh.
"Yank...bangun. Kamu gak kuliah hari ini?" tanya Keindra membangunkan Mega.
"Hmmm....bentar lagi mas." Jawab Mega malas malasan.
Keindra semakin bingung dibuatnya. "Bangun dulu Yank" ajak Keindra lagi.
Dengan malas Mega bangun dari tidurnya dan mendudukan dirinya di atas ranjang.
"Mas...uda rapi, mau kemana?" tanya Mega.
__ADS_1
"Mau ke kantor dong sayang."
"Aku tidur lagi ya Mas. Masih ngantuk banget." rengek Mega.
Keindra hanya geleng - geleng kepala, tiga hari ini istrinya itu sangat malas. Dan nafsu makannya sangat meningkat.
"Ya sudah sayang. Mas pergi kerja ya." Seru Keindra dan mencium dahi sang istri dengan sangat lembut.
Mega pun melanjutkan tidurnya lagi. Ketika kaki Keindra melangkah menuju pintu, ia menghentikan langkahnya, Keindra melihat ponsel sang istri begetar. Karena penasarannya, Keindra mengambil ponselnya dan ia melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa notifikasi pesan.
Keindra pun membuka dan membaca isi pesan tersebut. Mata Keindra membelalak. Ia menggenggam erat sampai meremasnya. Si peneror brengsek itu masih saja mengganggu istri tercintanya.
Keindra tak bisa membiarkannya. Ia harus mencari tahu siapa orang itu. Sebelum meletakan kembali ponsel sang istri, Keindra memblokir nomor orang tersebut. Setelah itu ia meletakkannya kembali.
****
Seorang pria merasa kesal sekali, lagi - lagi nomornya di blokir. Entah sudah berapa kali nomornya telah diblokir. Pria itu tahu siapa yang ngeblokir. Pasti suami cewek yang disukainya.
"Brengsek, nomorku di Blokir lagi!" geram pria itu. Pria yang bernama Amar itu sangat kesal sekali. Namun, ia tak pernah menyerah. Ia akan terus meneror Mega, wanita yang disukai nya sejak awal bertemu.
Amar yang berprofesi sebagai Dosen itu tak pernah menyerah untuk mengejar cinta Mega mahasiswinya. Walaupun Mega sudah bersuami ia tak akan menyerah.
__ADS_1
Mau tak mau Amar harus membeli nomor baru lagi. Karena nomornya sudah di blokir.
***
Dikantor.
Keindra masih terus berpikir siapa orang yang terus saja mengganggu istrinya. Mau melacak nomor ponsel orang itu tak bisa. Karena nomornya menggunakan nama lain.
Keindra meminta bantuan kepada kakak iparnya. Kakak iparnya bisa diandalkan. Karena Ariel banyak memiliki orang orang yang berkompeten.
Keindra bergegas ke tempat kerja kakak iparnya. Diperjalanan menuju kantor Ariel, ponselnya berdering. Nama istri tercintanya tertera dilayar ponselnya. 'My wife' Keindra tersenyum dan menggeser tombol hijau.
"*Hallo."
"Mas...aku pengen martabak manis rasa coklat. Nanti pulang kantor beli ya?" seru Mega dengan manjanya.
"Tumben Yank, biasanya beli rasa susu keju." sahut Keindra.
"lagi pengen mas. Jangan lupa ya?" seru Mega.
"Siap kanjeng Ratu." ucap Keindra.
__ADS_1
"Terimakasih suamiku sayang. I Love You..." seru Mega manja.
"Love you too*."