
"Mami Laras?". Tanya Silvi terkejut.
"Iya mami. Mami Laras, Oma, Opa dan Nenek Mia juga ikut". Jawab Alya antusias.
Silvi terkejut dengan apa yang dikatakan Alya. Semua keluarga ikut. Bahkan Laras juga ikut. Silvi berpikir bakal gagal rencana yang telah di susunnya.
Dilihatnya dari arah pintu masuk Restoran. Masuklah seorang lelaki tampan dan gagah berjalan bergandengan tangan dengan seorang wanita hamil namun tetap cantik. Mereka adalah sepasang suami istri Reyhan dan Laras. Silvi merasa kesal kepada Reyhan kenapa harus membawa Laras bahkan Reyhan membawa keluarganya. Silvi meminta Reyhan agar datang bersama Alya saja.
"Maaf mbak lama nunggu ya ?". Tanya Laras.
"Ough....tidak. Kalian semua datang?". Tanya Silvi.
"Kata mas Reyhan kami semua mbak undang juga kan?". Ucap Laras.
Silvi tidak bisa berkata apa - apa lagi. Semua rencananya gagal. Silvi yang geram melihat kedekatan Alya dan Laras. Alya sangat manja terhadap Laras. Mereka seperti ibu kandung dan anak. Sementara Silvi yang ibu kandungnya saja tidak seperti itu. Walaupun Alya sudah di beritahukan bahwasan Silvi adalah ibu kandungnya. Bahkan Orangtua Reyhan pun tau Alya memang benar anak Reyhan. Mama Ratih orangtua Reyhan sangat membeci Silvi karena dia telah meninggalkan anaknya yang dulu tidak mempunyai apa apa dan dia tega membuang anaknya sendiri.
Silvi yang tidak terima di cuekin oleh Alya pun membisikan sesuatu ke Reyhan.
__ADS_1
"Mas Rey!. Aku tidak terima ya, di perlakukan seperti ini. Alya itu anakku, anak kita, Kenapa Alya lebih dekat dengan Perempuan itu dari pada aku mami kandungnya?".
"Kau ingin tau kenapa Alya lebih menyayangi Laras istriku?. Karena kamu tidak pernah ada untuknya selama ini. Kau membuangnya!!. Ucap Reyhan ketus.
"Ha? Apa maksudmu mas, kamu nyalahin aku mas?".
"Bukannya memang benar. Kau membuangnya demi lelaki kaya!!". Sahut Reyhan.
Silvi tidak bisa berkata apa - apa lagi. Semuanya memang benar apa yang dikatakan Reyhan. Dia membuang anaknya demi lelaki kaya.
Silvi iri melihat kemesraan antara Reyhan dan Laras. Reyhan begitu menyayangi Laras dan memanjakannya.
"Sayang...mas ke toilet bentar ya?". Ucap Reyhan lembut. Sebelum beranjak dari duduknya Reyhan mengecup kening Laras dengan sayang. Itu semua membuat Silvi cemburu dan iri.
Silvi dengan sengaja menyusul Reyhan ke toilet. Dia ingin mengatakan sesuatu kepada Reyhan.
"Mas Rey". Ucap Silvi yang sedang menunggu di depan pintu toilet.
__ADS_1
"Silvi!". Sahut Reyhan yang terkejut. Ternyata Silvi mengikutinya.
"Mas Rey. Aku Masih Mencintaimu". Ucap Silvi yang memeluk Reyhan tiba - tiba. "Mas. Aku mencintaimu, aku ingin kembali bersamamu". Ucap Silvi masih memeluk Reyhan.
Reyhan yang mendapat serangan mendadak dari Silvi menahan emosinya. Dia membiarkan Silvi memeluknya untuk sesaat.
Tapi ada sepasang mata yang melihat mereka dengan sakit dihatinya dan menangis melihat suaminya dipeluk oleh mantan istrinya. Yang disesalinya suaminya membiarkan perempuan itu memeluknya.
"Mas". Ucap Laras Lirih.
Reyhan yang merasa di panggil melihat kearah suara. Dia membelalakan matanya, ternyata istrinya sedang melihat semuanya.
"Sayang". ujar Reyhan yang langsung melepaskan pelukan Silvi.
Tapi sayang Laras cepat - cepat meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sakit dan sesak didadanya.
Bersambung.....
__ADS_1