Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 7 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Setelah lamaran dilaksanakan, Minggu depan akan dilangsungkan pernikahan. segala persiapan sudah tersusun rapi, mulai dari gedung pernikahan, pakaian sampai makanan telah siap sedia.


Disiang harinya Reyhan menjemput Laras kerumahnya, mereka akan fitting gaun pengantin mereka. sampai dirumah laras, mereka pun bergegas masuk kedalam mobil. sesekali Reyhan melirik kepada Laras.


"Cantik banget, sepertinya aku pernah bertemu dengannya". Gumam Reyhan.


Disepanjang perjalanan tak ada satu pun yang bersuara. Laras hanya menoleh ke jendela mobil dengan tatapan kosong. Laras masih memikirkan bagaimana dia akan mengatakan kepada Ricko tentang Pernikahannya ini. Laras masih sangat mencintai Ricko. Pasti Ricko sangat hancur setelah mengetahui semua ini. Mereka berdua telah berjanji akan sehidup semati.


"Ricko maafkan aku, aku menerima perjodohan ini, karena tante Mia sangat menyayangiku, aku tidak ingin melihat dia kecewa, aku akan menemui mu nanti, dan mengatakan semuanya kepada mu, maafkan aku Ricko". Gumam Laras dalam hati, tanpa disengaja air mata Laras jatuh kepipinya. Laras buru buru menghapusnya sebelum diketahui oleh Reyhan.


Tapi itu percuma, Reyhan ternyata telah memperhatikan Laras sedari tadi. dia melihat Laras menangis. Reyhan berpikir mungkin Laras belum siap menikah dengan nya.


Sampailah mereka di sebuah butik ternama di kota ini dan terbesar.


"Ayo turun". Ajak Reyhan dengan dingin.


Laras menoleh ke Reyhan dan keluar dari mobil. Laras mengikuti Reyhan dari belakang, setelah masuk kedalam Para Pegawai toko menyambut kedatangan mereka berdua.


"Selamat datang tuan dan nona, ada yang bisa di bantu". Ucap pegawai toko sambik menundukan badan.


"Kami ingin mencari gaun pernikahan". Ucap Reyhan dengan wajah dingin.


Pegawai toko pun menunjukkan kepada mereka gaun gaun pengantin yang bagus. Reyhan dan Laras berkeliling dan mencari gaun yang cocok untuk Laras. Dan Laras pun menentukan pilihan gaun yang akan di pakainya. Laras memilih gaun berwarna putih. snagat elegan warnanya. Laras pun mencoba gaun tersebut. dengan wajah tersenyum, di depan cermin.


"Ahh...bagus sekali gaun ini". Ucap Laras.


Reyhan yang melihatnya pun sempat terpesona. menurut Reyhan sangat cantik dan pas ditubuh Laras.

__ADS_1


"Mas Reyhan, bagaimana gaun ini?". Tanya Laras smbil menggerakkan gaun tersebut.


Semenjak lamaran kemarin Laras memanggil Reyhan dengan sebutan mas. Reyhan pun tidak memperdulikannya. terserah menurutnya.


"Mas Rey...". Panggil Laras kepada Reyhan yang lagi bengong.


Karena sedari tadi Reyhan hanya bengong saja. akhirnya Laras menepuk pundak Reyhan sambil melambaikan tangan di depan wajah Reyhan.


"Mas... kok bengong sih, gimana gaunnya?". Tanya Laras.


"Hmm.... bagus." Jawab Reyhan singkat dengan wajah dingin. Sebenarnya Reyhan sangat takjub melihat gaun itu, sangat cantik ditubuh Laras dan sangat pas.


"Hanya itu yang di katakannya, hhuu...dingin dan cuek banget sih ?". Gumam Laras dalam hati.


"Ya sudah... mbak ini saja bungkus". timpal Reyhan. "Sudah selesaikan?". Tanya Reyhan kepada Laras dengan wajah dingin.


"Sudah mas". Jawab Laras.


"Kita mau kemana mas". Tanya Laras.


Sementara yang ditanya hanya diam dan cuek saja, tanpa menjawab pertanyaan Laras. Reyhan hanya melirik Laras sebentar. Laras yang mendapat lirikan pun hanya diam saja.


"hhaa...ditanyak malah ngelirik doang, angkuh banget sih". Gumam Laras dalam hati.


Tapi Laras merasa ini kan bukan jalan pulang kerumah nya. Mau kemana dia membawanya.


Reyhan membawa Laras kerumahnya. Dirumah sudah berkumpul keluarga Reyhan yang menunggu. dan apalagi seorang gadis kecil yang tidak sabar menunggu kedatangan papi nya. Alya juga tidak sabar untuk menemui calon mami nya nanti. Alya sudah menyukai Laras dari pertama mereka bertemu. Dan akhirnya sampai Lah mereka dirumah.

__ADS_1


"Assalamualaikum". Ucap Reyhan dan Laras bersamaan.


"Walaikumsalam". Dengan kompak keluarga Reyhan menjawab.


"Papi...". Teriak Alya dan langsung berhambur kepelukan Reyhan.


"aduh... anak papi, hati hati dong sayang". Ucap Reyhan dengan lembut.


"Sorry papi..., hay mami Laras". Sapa Alya.


Laras merasa kaget Alya memanggilnya dengan sebutan mami.


"hay sayang....". jawab Laras, sambil mengelus rambut Alya.


"Bolehkan Alya manggilny mami??". Tanya Laras dengan pelan. takutnya Laras tidak mau.


"boleh dong sayang, apa sih yang nggak buat anak mami ini". gemas Laras dan diambilnya Alya dari Reyhan. dan dipangkunya Alya.


"Alya sayang.... sebentar lagi kan tante jadi mami nya Alya. jadi mulai sekarang Alya harus memanggil tente dengan sebutan mami". Ucap Laras. sambil mencubit pipi nya.


Laras sangat menyukai anak kecil. apalagi anaknya seperti Alya, cantik, imut dan menggemaskan. mereka berdua sudah sangat akrab seperti ibu dan anak sungguhan. mereka berdua saling bercanda. Alya sangat senang dengan kehadiran Laras dirumah ini, dia tidak akan kesepian lagi.


Tanpa sepengetahuan mereka, ternyata Reyhan sedari tadi telah memperhatikan mereka berdua dan tampak sesekali menyunggingkan senyumam di wajah nya yang tampan itu. Reyhan sangat senang melihat Alya sebahagia ini. Walaupun Alya bukan anak Reyhan tapi Reyhan sangat menyayangi putri nya itu. Sebenarnya Almarhumah istri Reyhan juga sangat menyayangi Alya. Karena Vanesa tidak bisa memiliki keturunan. dikarenakan Vanesa memiliki riwayat penyakit kista. Jadinya Reyhan dan Alya mengadopsi Alya di panti asuhan. Reyhan berharap pilihan orang tua nya tidak salah memilih kan calon istri untuk nya dan mami untuk Alya.


**Bersambung.....


Thor uda up dua episode ini. mudah mudahan banyak yang menyukainnya ya.

__ADS_1


dan tunggu up nya besok ya or lusa. dikarenakan saya ada pekerjaan lainnya.


terimakasih ya, jangan lupa like dan vote cerita perdana saya ini.😍😍😍**


__ADS_2