
Malam ini mereka akan menginap dirumah mereka lagi untuk menemani anaknya.
Reyhan yang tengah asyik menonton Tv di dalam kamarnya sambil menikmati cemilan yang dibuat istrinya tadi. Laras yang baru saja keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk yang di lilitkannya di tubuhnya. Ia pun memakai pakaiannya dan menunjukan nya kepada Reyhan. Membuat Reyhan mau tak mau harus memalingkan pandangannya yang tadi pada televisi berubah menjadi menatap istri cantiknya.
"Mas, bagus nggak?" Tanya Laras menunjukkan baju yang dikenakannya. Selama hamil yang sudah mulai membesar. Tubuh Laras menjadi agak berisi dikarenakan nafsu makan yang bertambah selama kehamilannya.
Pakaian yang di kenakan Laras lumayan seksi. Laras memakai Dress yang lengannya selebar dua sentimeter. Dan panjang Dress hanya di atas lututnya sehingga menampakkan paha istrinya yang mulus. Walaupun dalam keadaan hamil besar Laras tampak seksi dan montok di mata Reyhan. Dengan pemandangan indah itu membuat Reyhan mendadak gila.
"Mas, bagus nggak?" tanya Laras lagi. Kini Laras sudah berada di depan Reyhan sambil berkacak pinggang.
Reyhan masih belum sadar situasi. Otaknya masih berputar kemana - mana. Apalagi sudah sebulan ini dia berpuasa menyentuh istrinya. Di karenakan terlalu banyak masalah yang mereka hadapi. Dan juga di karenakan Laras sedang hamil besar. Walaupun itu dilakukan sangat bagus untuk kelancaran persalinan nantinya.
"Shit!Kenapa tegang gini?" Rutuk Reyhan membatin. Reyhan merasakan juniornya dibalik celana kaos longgar yang di pakainya.
"Mas?" tanya Laras lagi dan kali ini dengan suara yang agak keras yang membuat Reyhan terkejut.
"Ah?Bagus kok sayang, cantik." Jawab Reyhan sambil menahan diri sekuat mungkin.
Seketika mendengar pujian suaminya Laras tersenyum dengan manisnya. Ada rona merah di pipi Laras.
"Duduk sini." Perintah Reyhan sambil memukul pahanya.
"Tapi, Laras kan berat mas." Ucap Laras ragu.
__ADS_1
"Nggak sayang, sini?." Perintah Reyhan lagi.
Laras pun akhirnya menurut. Laras pun segera berjalan mendekati Reyhan dan duduk diatas paha suaminya.
Laras duduk menyamping dan memutar sedikit tubuhnya menghadap Reyhan.
Reyhan menyampingkan anak rambut istrinya yang mengganggu wajah cantik Laras.menyampingkannya di balik telinga Laras.
Reyhan memainkan rambut istrinya itu dengan lembut. Dan sesekali mencium aroma wangi yang ada dirambut istrinya itu.
Gairah Reyhan semakin memuncak. Rasanya sudah tak terhankan lagi.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Laras sambil mengelus dada bidang suaminya.
Laras tahu dengan keadaan suaminya. Laras pun semakin menggodanya. "Sayang...." bisik Laras mendesah dengan manja di kuping suaminya.
"Sayang....jangan menggoda mas. Mas udah nggak tahan sayang". Ucap Reyhan semakin Frustasi.
Reyhan menyentuh paha mulus istrinya. Dress yang hanya di atas lutut membuat paha Laras terekspos seluruhnya karena Laras sudah mengubah duduknya menjadi mengangkang di tas paha suaminya. Reyhan dengan bebasnya menggerakan tangannya di atas paha istrinya.
"Kenapa pakai baju ini sayang?" tanya Reyhan serak. Ia menahan nafsunya mati - matian. Apalagi kini bagian bawah Laras tepat dibawah selangkangannya.
"Kenapa?Jelek ya mas?" ucap Laras cemberut.
__ADS_1
Reyhan menggeleng. "Kamu cantik banget sayang".
"Trus?"
"Mas tak bisa menahannya sayang." Reyhan menekan tepat pada bagian tengah pangkal paha Laras membuat istrinya itu meremang geli sekalugus nikmat.
"Mas.....". Ucap Laras menatap mata Reyhan yang sudah di penuhi kabut gairah.
"Kamu menggoda mas sayang. Sangat menggoda." Laras kembali mendesah tanpa bisa ia kontrol karena Reyhan kembali menekan bagian bawahnya.
"Jangan menggoda mas sayang. Mas sedang berusaha menahan...Aggh...Laras..." Desah Reyhan kelimpungan. Pasalnya Laras semakin menggodanya.
"Gimana mas?" tanya Laras dengan gerlingan matanya dengan penuh godaan.
Reyhan merasa tertantang. tanpa pikir lagi Reyhan mencium bibir istrinya dengan panasnya dan penuh gairah.
Dan dengan girah yang sudah memuncak mereka pun melakukan penyatuan yang sedari tadi sudah di puncaknya. Reyhan melakuaknnya dengan lembut tanpa membahayakan Kandungan istrinya. Sampai mereka kelelahan dan akhirnya tertidur.
*************
"BRENGSEKK!!." Entah sudah berapa kalinya wanita itu berteriak mengumpati dirinya. Semua rencana gagal. Ia gagal untuk memisahkan Reyhan dan istrinya.
Wanita itu tak lain adalah Silvi. Sedari rumah Reyhan kemarin Silvi tak henti - hentinya mengamuk. Sampai- sampai asisten rumah tangganya kewalahan untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Brengsek kau Laras!!!!, akan hancur kan kau, kau tidak boleh bahagia. Reyhan hanya milikku!!!" teriak Silvi dengan histerisnya.