Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 89 MIKO DAN AMANDA


__ADS_3

Seminggu sudah Miko dan tim nya menyelesaikan proyek terbaru perusahan Reyhan Angkasa Grup. Dia di beri tanggung jawab untuk menangani proyek itu.


Walaupun banyak hal yang di hadapinya, mulai dari wanita yang bernama Chintya, wanita itu selalu saja menanyakan Reyhan. Kenapa Reyhan pulang lebih awal? Kenapa Reyhan ini lah, kenapa Reyhan itulah. Dan ada satu lagi wanita yang sangat menyebalkan menurut Miko. Gadis itu bernama Amanda Putri, gadis cantik, genit dan centil. Dia adalah sekretaris nya Reyhan.


Sebenarnya Amanda menyukai Miko pada pandangan pertama. Amanda begitu terpesona akan ketampanan pria itu. Menurutnya Miko pria yang gagah, cuek dan dingin. Pria seperti itulah yang dia sukai. Karena menurutnya pria seperti itu akan banyak tantangannya untuk meluluhkan hatinya.


Seperti saat ini, ketika Reyhan sang CEO menelpon dirinya untuk menemani Miko untuk menangani proyek di Bandung. Amanda sangat senang dia pun langsung menerima tawaran Reyhan.


Disinilah dia sekarang berada di kota besar yaitu Bandung. Untuk seminggu kedepan dia akan menemani Miko sang pujaan hatinya.


Beda dengan Amanda, Miko sangat kesal dengan Reyhan, kenapa harus Amanda yang dia pilih untuk menemaninya di Bandung.


"Selamat pagi pak Miko yang tampan." ucap Amanda genit.


Miko memutar matanya malas. Dia sangat jengah dengan sifat dan sikap sekretarisnya Reyhan. "Pagi!!." jawab Miko dingin. Bahkan sangat dingin.


"Pak Miko sudah sarapan? Kalau belum mau saya temani sarapannya?." ucapnya lagi.


Miko yang malas meladeninya hanya meninggalkan Amanda begitu saja. Ia pergi ke Restoran hotel untuk sarapan sendiri.


Di Restoran dia malah bertemu dengan wanita menyebalkan yang kedua, yaitu Chintya, rival nya Laras.


"Hai Ko. Kok sendiri aja. Mana bodyguard lo?." tanya Chintya mengejek. Dia tahu kalau Amanda selalu mendmpinginya seperti bodyguard.


"Brengsek lo Rey, lo ninggalin gue bersama dua wanita yang menyebalkan." Gumam Miko.


"Oya, jam berapa kita akan meeting?." tanya Miko mengalihkan pertanyaan Chintya.


"Sebentar lagi." jawab Chintya singkat.


"Ko? Lo kok tidak menjawab pertanyaan gue, kenapa Reyhan pulang?." tanya Chintya penasaran.

__ADS_1


"Kepo lo!!." ketus Miko.


"Nyebelin banget sih lo." kesal Chintya.


Miko menghela nafasnya panjang. "Dengarkan saya Nona Chintya yang terhormat, Reyhan pulang karena dia sudah kangen setengah mati kepada istrinya yang cantik dan anak - anaknya." tegas Miko. Mendengar perkataan Miki tersebut Chintya merasa kesal.


Chintya pun pergi meninggalkan Miko sendirian. Dengan umpatan - umpatan kasar yang keluar dari mulutnya yang dituju untuk Miko.


Miko menanggapinya dengan senyum sinis. "Dasar pelakor." Gumam Miko.


Meeting terakhir di Bandung pun telah selesai. Miko dan yang lainnya akan prepare untuk pulang. Pukul 16.30 nanti dia akan ke Bandara. Karena dia sudah memesan tiket.


Dengan menggeret kopernya Miko bergegas ke luar dari hotel. Tanpa menunggu Amanda wanita tak tau malu itu. Dia memesan tiket pesawat dengan kelas ekonomi untuk Amanda, sedangkan dirinya dia memesan kelas bisnis. Miko sengaja memisahkan dirinya dengan Amanda. Karena dia ingin menenangkan dirinya. Sampainya dia nanti, Miko akan fokus mencari Shinta. Dia sudah tahu keberadaan Shinta dimana. Miko sudah mengingat siapa pria yang bersama Shinta, pria itu adalah Ricko mantan kekasih Laras.


Sesampainya nanti dia akan menyatakan rasa cintanya kepada Shinta. Dia ingin melamar Shinta sebagai istrinya. Kali ini dia tidak ingin kehilangan Shinta lagi. Bahkan dia sudah menyiapkan sebuah cincin yang dibelinya di Bandung, untuk melamar Shinta.


"Shinta, tunggu aku, aku akan membuat mu bahagia, aku tidak peduli dengan masa lalu mu, aku akan menerima kamu apa adanya. Karena aku sangat mencintaimu." batin Miko sambil memandang cincin yang sudah di belinya.


Akhirnya mereka sampai di kota mereka. Amanda mencari keberadaan Miko. Ia ingin pulang bersamnya. Seseorang yang dicarinya telah ia temukan.


"Pak Miko!!." teriak Amanda.


Miko yang mendengarkan teriakan memanggil namanya, dan dia tahu siapa yang meneriakinya itu. Miko tidak memperdulikannya. Dia terus berjalan menuju mobil jemputan.


"Pak Miko?!." panggil Amanda lagi. Tapi yang di panggil keburu naik mobil dan pergi begitu saja.


Didalam mobil Miko terus tersenyum sambil memandang cincin yang dibelinya untuk Shinta. Dia sudah tak sabar untuk menemui Shinta. Tapi untuk saat ini dia akan kerumah Reyhan terlebih dahulu. Dia ingin memberikan laporan hasil proyek di Bandung..


Sampainya di Halaman rumah Reyhan, supir memarkirkan mobilnya di halaman rumah Reyhan. Miko pun turun dari dalam mobilnya dan menuju ke pintu rumah Reyhan.


Sampainya dia di depan pintu rumah, dia mendengar suara seseorang yang sedari tadi dia pikirkan. Dengan perasaan bahagia dia berjalan terus ke ruangan makan rumah Reyhan. Dan Langkahnya berhenti. Betapa hancurnya dia mendengar ucapan wanitanya. Dia mendengar keputusan wanitanya, dia akan menikah dengan Ricko. Hancur sudah rencananya untuk melamar Shinta.

__ADS_1


"Shinta!." ucapnya lirih. Orang - orang yang berada di ruang makan pun terkejut mendengar suara Miko.


Shinta menoleh kearah suara. Betapa terkejutnya dia melihat Miko. Dia melihat wajah kesedihan di raut mukanya Miko. Ada perasaan bersalah di dirinya.


"Apa maksud semua ini?." tanya Miko tidak percaya.


"Mas Miko?. Kapan ...." ucapan Laras terpotong.


"Katakan ini nggak benar Shinta! Lo bohongkan, Lo bohongkan Shinta!!." bentak Miko.


Shinta tidak bisa menahan air matanya lagi. Akhirnya air matanya jatuh juga di pipi mulusnya. "Mas....ini benar mas. Aku akan menikah dengan kak Ricko." ucap Shinta berderai air mata.


"Kenapa?!." tanya Miko. Dadanya serasa sesak. Dia kalah sebelum berperang.


"Kau tahu Shinta, aku mencarimu kemana - mana. Aku menunggumu, AKU MENCINTAIMU SHINTA!!! teriak Miko meluapkan emosinya.


Pria yang terkenal dengan ketegasannya dan sifat dinginnya kini menjadi pria yang cengeng. Dia menangis sedih meratapi kisah percintaanya.


Laras dan Reyhan terkejut mendengar apa yang di katakan Miko. Ternyata Miko mencintai Shinta. Laras pun ikut menangis sedih melihat Miko. Di peluknya suaminya dengan erat. Dia tidak tega melihat Miko yang sudah di nggapnya sebagai kakak laki - lakinya itu.


"Maafkan aku mas Miko...hiks...hiks..." ucap Shinta terisak.


Ricko yang melihat Shinta yang menangis mendatanginya dan memeluk wanita yang sangat dia cintai itu.


Sakit hati Miko melihat Ricko memeluk Shinta dengan kasih sayang. Tanpa berkata - kata lagi, ia pergi meninggalkan rumah itu. Tapi sebelumnya dia meletakan laporan hasil proyek dan sebuah cincin di atas meja. Dan dia berkata.


"Rey, ini laporan hasil proyek kita. Dan Rey, tolong kau berikan cincin itu kepada wanita yang tidak punya perasaan itu." ucap Miko sangat dingin. Dan dia pun pergi.


Bersambung.....


jgn lupa vote, like dan komen ya. terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2