Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Kecewa Part 4


__ADS_3

Rio begitu terkejut melihat seorang wanita yang sedari tadi terpaku memandangnya. Wanita itu sudah mendengar dan melihatnya. Antara lega dan merasa bersalah Rio. Ia memanfaatkan cintanya Alya terhadapnya untuk membalas rasa sakitnya kepada istrinya Rani.


"Alya..." ucap Rio lirih.


Alya hanya menatap Rio dengan rasa kecewa. Selama ini ia di bohongi oleh Rio.


"Alya..." ucapnya lagi dan berdiri ingin menuju ke Alya.


Namun Alya hanya tersenyum getir dan matanya mulai berkaca - kaca.


"Alya...a..ku bisa jelaskan." ujar Rio.


Air mata yang sudah tergenang di mata Alya akhirnya jatuh juga. Alya menangis terisak.


"Hiks...hiks..."


Rio mendekat ke Alya, ia ingin menghapus air mata di pipi Alya. Namun Alya menepisnya.


"Terimakasih..." ucap Alya lirih. Alya pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan sakit dihatinya.


Ingin rasanya Rio mengejar gadis itu. Ia ingin menjelaskan semuanya dan meminta maaf kepadanya. Tapi, diurungkannya. Situasi yang tidak tepat. Rachel anak Rio sedari tadi melihat nya.


"Papa? Tante tadi siapa? Kok tante tadi menangis?." tanya Rachel.


Rio menoleh ke anaknya. "Sayang, tadi itu temennya papa.Yawda kita makan yuk?." ajak Rio. Rio tidak fokus lagi untuk makan. Ia masih memikirkan Alya. Wanita yang ia jadikan alat untuk balas dendam.


*******


Di dalam mobil yang dikendarai oleh Alya. Gadis itu menangis tersedu - sedu. "Mas Rio jahat.....!!!". teriaknya.


Alya melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat kencang. Ia tidak perduli dengan keselamatannya. Alya ingin segera sampai kerumhnya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama hanya 40 menit saja Alya sudah sampai di halaman rumahnya. Ia memarkirkan mobilnya asal saja. Sehingga membuat satpam yang menjaga rumah kelihatan kebingungan melihat Nona nya keluar dari mobilnya sambil menangis.


Alya berlari masuk kerumahnya. Ia tak perduli sang Mami menyapanya. "Sayang kamu udah pulang?." tanya Mami Laras.


Alya tida menggubris maminya. Ia terus berjalan sambil menangis menuju kamarnya di lantai dua. Mami Laras kebingungan, putrinya kenapa menangis.


Alya membuka pintu kamarnya dan menutupnya dengan cara membantingkan pintu dengan sangat kuat. Sampai - sampai Mami Laras terkejut luar biasa.


Mami Laras naik kelantai dua menyusul putri kesayangannya. Ia ingin menanyakan kenapa? Apa yang terjadi.


Mami Laras sudah berada di depan pintu kamar Alya. Sebelum masuk ia mendengar Alya menangis tersedu - sedu. Mami Laras membuka pintu kamar Alya.


Ceklek....


"Sayang...boleh mami masuk?." tanya Mami Laras lembut.


Alya masih mau menjawab. Ia masih saja menangis. "Sayang..." ucap Mami Laras mendekat ke arah Alya. Tanpa izin anaknya ia masuk begitu saja.


Alya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menunduk. Ia masih saja menangis.


Alya mendongakan kepalanya dan menatap wajah maminya yang sudah berada di depannya.


Alya mengambur kepekukan maminya. "Mami...mas Rio bohongi aku." isaknya.


"Rio? Maksud kamu Rektor kamu itu?" tanya mami Laras.


Alya mengangguk di pelukan maminya dan masih menangis.


"Emangnya kamu Rio ada hubungan apa sayang?."


"Mami...Alya hiks...hiks... dan mas Rio sebulan ini menjalin hubungan. Kami menjalin kasih Mi." jelas Alya sambil terisak.

__ADS_1


"Terus...Rio bohong apa sayang?"


"Mm...maass Rio, hiks...hiks....ternyata dia sudah menikah Mi."


Laras terkejut mendengarnya. Ternyata Rio sudah menikah. "Kamu tau dari mana?"


"Tadi Alya ketemu sam mas Rio di mall. Ia bersama anaknya Mi." Alya masih saja menangis.


"Yaudah, kamu jangan nangis lagi. Sekarang kamu istirahat ya. Nanti cerita lagi." ucap Mami Laras dengan lembut mengelus rambut Alya.


Alya mengngguk. Ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Alya tidak memperdulikan dengan pakaian yang dikenakannya. Ia belum sempat mengganti pakaiannya. Ia sungguh sangat lelah. Nanti saja ia membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya. Alya memejamkan matanya dan tertidur.


Mami Laras mengecup dahi putrinya itu. Dan membiarkan Alya beristirahat.


******


Rio yang sedari tadi sangat gelisah. Ia masih bersama putrinya. Menemani Rachel ke toko buku. Pikiran Rio tidak fokus. Ia memikirkan keadaan Alya. Alya pasti sangat kecewa kepadanya.


Sebenarnya Rio ingin mengatakan dengan jujur tentang statusnya. Dan menceritakan tentang rumah tangganya kepada Alya. Tapi, karena kesibukannya Rio belum menemukan waktu yang tepat untuk berbicara dengan Alya.


Semuanya sudah terlambat, Alya sudah mengetahuinya tentang statusnya. Rio tidak ingin seperti ini Alya mengetahuinya. Tapi sudahlah.


******


Hari sudah sore. Rio sudah berada dirumahnya. Tadinya ia setelah mengantar Rachel pulang. Rio langsung ke kantornya. Tapi karena tidak fokus. Ia memutuskan untuk pulang saja. Ia menyerahkan semua masalah pekerjaan dengan asisten pribadinya Alex.


Sampai dirumah Rio berjalan gontai menuju kamarnya. Sampai di kamar ia merebahkan tububnya, di pandangnya langit - langit kamarnya. Ia masih memikirkan Alya.


Rio harus segera menemui Alya. Ia ingin mengatakan yang sebenarnya. Kalau boleh jujur, Rio mempunyai rasa ke Alya. Ia ingin menjalin hubungan serius ke Alya. Rio berencana setelah prosea perceraiannya dengan Rani. Ia akan melamar Alya.


"Maafkan aku sayang...mas tidak bermaksud membohongi kamu. Mas benar - benar sayang sam kamu." Rio bermonolog di dalam hatinya.

__ADS_1


Rio memutuskan besok ia akan menemui Alya dan mengatakan yang sebenarnya.


jangan lupa vote nya ??


__ADS_2