Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Permainan akan dimulai


__ADS_3

Rachel duduk saling berhadapan dengan mamanya. Medengarkan cerita mamanya, mendengarkan sakit apa mamanya. Melihat wajah sang mama yang pucat pasih.


"Sayang...maafkan mama sayang. Apa kamu percaya sama papa kamu? Percaya apa yang dikatakan papa kamu tetang mama?" lirih Rani sambil terisak.


Rachel entah harus jawab apa. Apa dia harus percaya dengan mamanya atau papanya. Papanya bilang, kalau papa punya bukti sebuah video tentang mamanya. Tapi, papa belum bisa memberikan nya kepada dirinya.


"Ma...udah jangan nangis. Rachel kan disini sekarang. Rachel gak akan ninggalin mama" ucap Rachel menjelaskan mamanya.


"Sayang, tinggalah bersama mama. Temanin mama sayang?" pinta Rani memohon. Kalau Rachel mau tinggal bersama dirinya, ini sangat bagus untuk Rani. Ia bisa meracuni pikiran Rachel. Dan dengan mudahnya ia akan mengganggu rumah tangga Rio dan Alya.


"Mama sakit? Mama sakit apa?" tanya Rachel.


Rani menarik nafasnya perlahan. "Hidup mama gak akan lama lagi sayang?" ucap Rani terisak.


Rachel melongo terkejut. "Ma...maksud mama apa?"


"Mama sakit cancer sayang" lirihnya.


Rachel begitu kaget mendengarnya. Mamanya sakit. Sendirian, apa Rachel akan tinggal bersama mamanya saja.


Setelah ngobrol dengan Rachel. Rani berpura - pura pusing dan ingin istirahat. Dengan perlahan Rachel memapah mamanya ke dalam kamar.


"Mama istirahat ya?" seru Rachel penuh perhatian.


"Jangan tinggalin mama sayang" Rani memohon kepada putrinya.


Rachel bingung, apa ia harus memberitahukan tentang sakitnya mamanya kepada papa. Mungkin untuk saat ini jangan dulu, karena sang papa masih menikmati indahnya masa pengantin baru.


Rachel ingat ketika papa Rio mengatakan tentang video, bukti dari perselingkuhan mamanya. Apa ia harus melihatnya. Kalau saja video itu benar seperti yang dikatakan papa Rio. Rachel harus gimana. Mamanya lagi sakit.


Anak perempuan seusia Rachel yang akan beranjak remaja pasti bisa membedakan mana perbuatan yang baik dan tidak baik. Jadi kalau nanti ia melihat video yang di beri pap Rio, pasti Rachel akan mengerti.


Kini Rachel masih di apartemen milik mamanya. Ia menyusuri setiap ruangan yang ada. Ia memang jarang sekali ke apartemen mamanya ini. Ia juga gak tau kenapa mamanya bisa mempunyai apartemen semewah ini. Langkah Rachel berhenti, ia melihat sebuah foto mamanya Rani berpelukan mesra dengan seorang pria. Pria itu seusia opa Faisal.


Pose dari foto tersebut begitu mesra, pria memeluk mamanya dari belakang dan mengecup pipi sang mama. Siapa pria yang ada di foto ini, Rachel masih memikirkannya.


***********

__ADS_1


Dikamar Hotel.


Sepasang suami istri yang masih baru itu masih saja menikmati manisnya surga dunia mereka. Rio melakukanya tiada henti. Tubuh Alya sangat nikmat untuk di lewati. Sudah entah berapa ronde mereka lakukan.


Tidak sedikitpun Rio memberi izin Alya keluar dari kamar pengantin mereka. Sarapan pagi sampai makan malam pun mereka lakukan di dalam kamar. Mereka masih belum mau keluar dari hotel sampai waktu yang ditentukan. Mereka di beri tiga hari untuk menginap di hotel berbintang milik Papi Reyhan, yang sekaran telah menjadi mertuanya Rio.


"Mass...udahan ya? Alya bosan dikamar terus" ucapnya cemberut.


Rio terkekeh geli melihat wajah menggemaskab istrinya. Memanyunkan bibirnya yang begitu seksi menurut Rio. "Bukannya kita disini tiga hari ya sayang? Papi Reyhan yang memberikan kamar mewah gratis yank. Sayangkan kalau tidak nikmati" ucap Rio.


"Itu sih mau kamu mas. Kita udah dua hari disini mas" rengek Alya.


"Ya udah besok siang kita check out dari sini. Kita langsung pergi honeymoon ya sayang...?" pinta Rio.


Alya menatap Rio jengaj. Honeymoon pasti akan hanya pindah kamar saja ke negara lain. Alya mencebikan bibirnya. "Kalau honeymoon nya hanya dikamar terus Alya bosan mas" rengek Alya.


"Namanya honeymoon sayang, pasti dikamar aja kan?" goda Rio.


"Gak mau. Harus ada jalan - jalannya dong mas..." Alya gemes banget dengan suaminya. Ternyata sangat mesum sekali.


Lagi - lagi Rio hanya terkekeh. "Ok yank, kita juga nanti jalan - jalan. Tapi lebih banyak di kamarnya dong yank, biar kamu cepet hamil" ucap Rio menaikan - naikan alisnya.


Tiga hari sudah Alya dan Rio di hotel milik keluarga Alya. Dan kini mereka mampir kerumah milik Rio yang di tempat Rachel.


"Yank, kita kerumah mas dulu ya? setelah itu kita ke Penthouse kita" seru Rio yang diangguki oleh Alya. Ia juga ingin bertemu Rachel.


Tidak butuh waktu lama, mereka berdua telah sampai ke rumah. Sebenarnya Rio ingin mengajak Rachel tinggal bersama mereka di penthouse.


Asisten rumah tangga yang bik Marni membukakan Pintu untuk kedua orang baru saja menjadi sepasang suami istri itu.


"Assalamualaikum, Tuan, Nyonya" sapa bik Marni.


"Walikumsalam Bik" ucap mereka berdua.


"Rachel mana bik?" tanya Rio.


Bibik Marni ragu - ragu untuk menjawab pertanyaan sang majikannya. "An..anu Tuan, Nona Rachel di kamar bersama..."

__ADS_1


"Bersam siapa bik?" potong Rio.


"Anu Tuan, bersama Non Rani Tuan" ucap Bibik.


Rio melototkan matanya mendengar nama Rani ia sangat geram. Buaknnya wanita jalang itu sudah di usir dari rumah ini.


Alya melihat raut wajah suamimya yang merah menahan emosinya, menenangkan dirinya. "Mas...sudah sabar. Mungkin mbak Rani hanya berkunjung saja" ucap Alya menenangkan suaminya.


Tanpa membalas ucapan istrinya. Rio segera naik kelantai atas menuju kamar sang putri. Ia ingin memperingati mantan istrinya itu.


Brak....


Rio membuka pintu kamar dengan sangat keras. Alya yang mengikutinya dari belakang saja kaget mendengar suara pintu yang kuat.


Apalagi kedua orang yang berada di dalam kamar. Mereka sangat terkejut. "Papa?!" pekik Rachel.


Dengan nafas yang ngos - ngosan Rio masih berdiri di depan pintu kamar Rachel di dampingi sang istri. Rio mengernyitkan dahinya. Ia melihat sang mantan istri terbaring di atas ranjang dengan wajah sangat pucat. Sama halnya dengan Alya, ia sangat terkejut melihat mbak Rani terbaring lemah di ranjang dengan wajah yang pucat.


"Rachel, kenapa kamu izinkan wanita itu masuk kerumah?!" ucap Rio sedikit meninggi.


"Papa?!! Wanita ini mama aku. Jadi dia berhak berada disini. Kalau papa tidak mengizinkan mama disini. Rachel akan ikut mama kemanapun mama pergi!!" seru Rachel membentak papanya.


"Kamu ngebentak papa?!" tanya Rio tidak percaya.


" Kalau itu menyangkut mama, Rachel akan ngelakuin apa pun, walaupun harus membentak papa!" ketus Rachel.


"Mas" seru Alya dan menggenggam tangan suaminya. Ia tidak ingin suaminya sampai melakukan sesuatu kepada Rachel.


Sementara itu Rani yang terbaring di ranjang, Tersenyum tipis menandakan permainan akan segera dimulai. "Kau lihat Alya, melalui Rachel aku akan mneghancurkan rumah tangga kalian." batin Rani.


Bersambung......


vote....


like...


Komen....

__ADS_1


hadiah.....


__ADS_2