
Ivan memang sangat kejam. Rencananya, memang ingin membuat Rachel hamil dan setelah itu Ivan pergi tanpa tanggung jawab. Sangat kejam bukan? Namun, Ivan sangat tersiksa atas perlakuan nya terhadap Rachel. Sekarang ia tahu, kalau Rachel wanita yang amat ia cintai itu telah hamil anaknya. Ivan mengetahui setelah Ivan mengikuti kegiatan Rachel kemarin. Mulai dari di toko kue, mini market, sampai akhirnya Rachel ke sebuah klinik, wanita itu ingin memeriksakan kandungannya. Ia tak ingin memeriksakan kandungannya di rumah sakit, karena hampir seluruh rumah sakit di Jakarta ini, adalah milik papa dan kakeknya.
Ivan bahagia sekaligus sedih, mendengar kabar kehamilan Rachel. Bahagia karena ia akan memiliki seorang anak dengan wanita yang di cintainya, sedih karena ia tak berada di samping Rachel.
Dengan cara mengawasi Rachel dari kejahuan saja sudah cukup untuknya. Ia akan terus memantau perkembangan kehamilan sang kekasih.
*****
Sisil terus saja merong - rong Rindi untuk segera menikahkan nya dengan Ivan. Agar Ivan tidak bisa lagi jauh darinya. Karena Sisil merasa Ivan berubah. Sudah tak pernah lagi pria itu menyentuh dirinya selama sebulan ini.
Ivan juga selalu menghindar untuk bertemu dengan Sisil. Wanita itu menjadi geram dan kesal, kenapa Ivan berubah seperti itu.
"Gimana Rin? Apa kau merestui hubungan ku dengan Ivan? Tolong bujuk Ivan Rin..." ucap Sisil memelas. Kini Sisil lagi berada di Mansion Ivan.
"Sampai sekarang, aku belum ketemu dengan kak Ivan mbak." Seru Rindi.
__ADS_1
"Hah...Ivan juga, selalu menghindar dari aku Rin, hiks...sepertinya, Ivan menyesal telah meninggalkan Rachel Rin." Seru Sisil berpura - pura sedih, agar Rindi mengasihaninya.
Mendengar nama Rachel, darah Rindi mendidih, ia marah. "Maksudnya, mbak apa? Kakak aku menyesal?" ucap Rindi dengan suara tingginya.
Sisil mengangguk pelan. "Ivan menyesal Rin." ucapnya sendu dan menunduk. Padahal dalam hatinya ia tersenyum licik.Memang ini yang Sisil mau, agar Rindi semangkin benci dengan Rachel.
"Akan kubuat, wanita itu menderita. Tak akan kubiarkan kakak ku menyesal akan perbuatannya." teriak Rindi kesal.
"Maafkan aku Rin." seru Sisil.
Sisil bersorak dalam hatinya, akhirnya rencana sebentar lagi akan berhasil, menjadi Nyonya Ivan. Sisil pun pamit dari Mansion itu. Rasanya sangat lega. Ternyata gampang sekali menghasut Rindi.
Tujuannya sekarang ingin ke tempat kekasih barunya. Sisil adalah wanita yang membutuhkan sentuhan pria. Setelah Ivan tak lagi menyentuhnya, ia mencari pria cadangan untuk memuaskan nafsunya.
****
__ADS_1
Pengantin baru Keindra dan Mega, keduanya lagi menikmati bulan madu di Paris. Selama seminggu kedepan mereka akan berlibur di Paris, atau mungkin lebih. Karena Mega sangat menyukai tempat itu. Banyak tempat tempat romantis disana.
"Mas...kita tambah seminggu lagi ya? Disini tu asyik Mas." Ucap Mega manja sambil bergelayut manja di lengan kekar sang suami.
"Kamu yakin sayang? Tapi, kuliah kamu gimana?" tanya Keindra.
"Aku kan bisa cuti mas...Lagian, kampusnya kan punya nya Kak Rio." Ucap Mega nyengir.
Keindra mengacak rambut istrinya dengan gemas. Ia juga tak masalah kalau harus menambah seminggu lagi di Paris. Ia malah sangat senang. Ia bisa terus berduan dengan istri tercintanya. Dan ia akan terus menanam benih di rahim sang istri agar cepat istrinya hamil.
"Baiklah sayang...kita akan di sini sampai dua minggu atau bahkan sebulan." seru Keindra.
"Terimakasih Masku sayang..." seru Mega dan mengecup bibir suaminya sekilas.
Mendapat serangan mendadak seperti itu, membuat hasrat Keindra naik. Ia pun langsung menyerang istrinya di atas ranjang. Dan keduanya melakukan penyatuan kenikmatan. Agar lekas tumbuh bayi di rahim sang istri.
__ADS_1
Bersambung.....