Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Berikan Aku Kesempatan Lagi.


__ADS_3

Setelah Rio memceritakan semuanya kepada Reyhan dan Laras. Akhirnya Reyhan mengizinkan Rio untuk menemui Alya. Tapi dengan syarat, apa pun keputusan yang dikatakan oleh Alya putrinya. Rio harus menerimanya. Walaupun itu akan menyakitkan.


Rio menaiki anak tangga, ia berjalan dengan pelan menuju kamar wanitanya. Apa pun itu keputusannya ia akan menerimanya. Sekali pun Alya menolaknya. Ia akan terus mengejar cintanya.


Sampailah Rio di depan pintu kamar Alya. Sebelum mengetuk pintunya, Rio menarik nafas dalam - dalam.


Tok...tok...tok...


Alya yang sedang terbaring lemas diranjang, tersentak mendengar ketukan pintu. Ia bangun dan duduk.


"Alya..." panggil Rio.


Alya terkejut dengan kedatangan Rio. Melihat wajah Rio rasanya sesak di dadanya. Dipandangnya wajah itu yang lagi berjalan menuju ke dirinya.


Rio sudah berada di depan Alya dan duduk di tepi ranjang dimana Alya sedang duduk di ats ranjangnya.


Alya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia tidak ingin melihat wajah Rio.


"Pak Rio? Apa yang anda lakukan disini?" ucap Alya tanpa melihat wajah Rio.

__ADS_1


"Alya...mas kemari ingin menjelaskan sesuatu dan meminta maaf." ujar Rio sambil menggenggam tangan Alya.


"Pa...pak Rio jangan seperti ini. Bisakah anda duduk di sofa itu?." ucap Alya gugup dan menunjuk kearah sofa yang berada di dekat jendela.


Rio menoleh kearah tempat sofa berada. "Mas disini aja." ucap Rio.


"Jangan seperti ini Pak. Anda tidak sopan masuk kekamar wanita!." ucap Alya sedikit meninggi.


Rio tersenyum tipis. Ia tahu kalau wanita yang berada di depannya ini lagi marah kepadanya.


"Mas udah dapat izin dari papi mami kamu masuk ke kamar ini." jelas Rio.


"Anda ingin bicara apa Pak?." tanya Alya.


"Lihat mas Alya."


Alya tetap tidak ingin menatap Rio. "Sayang..." ucap Rio sangat lembut.


Blush....wajah Alya sudah bersemu merah. Gimana tidak, mendengar Rio memanggilnya dengan kata sayang. Ucapannya begitu lembut.

__ADS_1


"Sayang, dengarkan mas. Maafkan mas yang tidak jujur ke kamu. Mas, sebenarnya ingin jujur dengan statusnya mas ke kamu. Mas hanya mencari waktu yang pas saja. Dengar sayang...Mas sudah menikah dan mempunyai anak." Mendengarkan kata menikah membuat Alya nyeri di dadanya. Orang yang sangat di cintainya itu sudah menikah. Alya tak sanggup berlama - lama di dekat pria itu. Alya masih tetap tidak mau melihat wajah Rio. Rasanya ia ingin sekali meneriaki pria itu. Pergi dari sini kamu.!!!


Rio melihat Alya menahan air matanya agar tidak terjatuh dari matanya. Diraihnya kedua pipi Alya dengan telapak tangannya. Dan Rio mengarahkannya tepat ke arahnya. Sehingga mereka saling tatap. Rio melihat di mata wanitanya penuh dengan rasa marah, kecewa dan benci.


"Sayang, Mas mencintai kamu." ucap Rio dengan tulus. Air mata Alya sudah tidak bisa di bendung lagi mengalir begitu deras ketika Rio mengatakan cinta kepadanya. Untuk apa lagi pria itu mengatakan cinta kepadanya. Alya tidak ingin disebut sebagai perebut suami orang.


"Untuk apalagi anda megatakan cinta kepada saya? Kita sudah berakhir." ucap Alya berderai air mata. "Aku mohon pergilah dari sini. Jangan pernah datang kesini lagi. Mulai sekarang hubungan kita hanya sebatas Dosen dan Rektor saja." mohon Alya sambil megatupkan kedua tangannya.


"Sayang...beri mas kesempatan sekali lagi. Mas benar - benar mencintaimu. Mas sudah menggugat cerai istri mas." ucap Rio.


"Aku mohon, Pak Rio pergi dari sini. Dan...satu lagi. Lima hari kedepan saya mengajukan cuti.!" ucap Alya.


"Mas akan pergi dari sini. Tunggu mas, mas akan menyelesaikan semuanya. Dan mas akan datang kepadamu. Mas akan mengejar cintamu." ucap Rio serius. Rio benar - benar sudah memantapkan dirinya untuk menceraikan Rani dan mas akan menggapai kamu lagi. Tunggu mas sayang." ucap Rio sambil mengecup dahi Alya dalam.


Rio beranjak dari ranjang. Ia pun pergi dari kamar Alya.


Alya menatap kepergian pria yang sangat dicintainya itu. Haruskah dia mempercayai semua ucapan Rio? Haruskah dia menunggunya. Alya berharap kalau semua yang di ucapkan pria itu benar.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2