Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Selamat Ulang Tahun Sayang.....


__ADS_3

Kue ulang tahunnya telah selesai, cake nya cukup yang sederhana saja. Cake coklat rasa cinta buatan Alya untuk suami tercinta. Sebelum Rio dan Keindra pulang cake terlebih dahulu ia simpan. Cukup lama mereka di pantai.


Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 malam Rio telah kembali ke villa bersama Keindra sang adik ipar. Kalau mereka sudah berdua ada saja permintaan Keindra. Kali ini Kei minta di beliin handphone keluaran terbaru. Yang masih limited edition dan pastinya harga yang fantastis. Bisa saja ia meminta ke papinya. Tapi Kei lebih suka meminta kepada kakak iparnya yang sultan itu.


"Kak Rio, makasih ya?" ucap Keindra. "Ya...kalau ingin sesuatu lagi, hubungi saja kakak" suruh Rio.


"Pasti dong" ucap Kei mengacungkan jempolnya.


Mereka berdua menuju ruang makan. Sedari tadi Rio belum makan apa pun. Perutnya sudah berdemo untuk minta di isi. Di meja makan telah di hidangkan makanan. Alya sengaja menarok makanan di atas meja makan, karena ia tahu suaminya belum makan sedari tadi.


Rio tersenyum menatap banyaknya makanan. Ia tahu pasti makanan itu masakan istri tercintanya. Dengan lahapnya ia memakannya.


"Kamu gak makan Kei?" tanya Rio yang mulutnya penuh akan makanan.


"Gak lah kak. Udah kenyang. Kei kekamar duluan ya? Mau mandi, terus mau istirahat" seru Keindra.


Rio hanya menganggukan kepalanya saja. Karena ia lagi menikmati makan malamnya.


Selesai makan Rio ingin membersihkan tubuhnya, ingin mandi. Melangkah ke atas lantai dua tempat dimana kamarnya dengan sang istri. Namun sayang pintu kamar di kunci dari dalam. Alya sengaja menguncinya, ia tidak mengijinkan Rio untuk masuk. Istrinya masih saja ngambek.


Tok...tok...tok...


"Sayang....buka dong pintunya. Mas mau mandi nih. Gerah yank...." panggil Rio dari luar.


Namun tidak ada jawaban dari dalam. "Yank....buka dong...sayangnya mas..." teriak Rio lagi.


Pintu kamar sebelahnya terbuka. Ternyata papi Reyhan yang keuar. "Berisik banget sih kamu !! Kan banyak kamar tamu di bawah!!" bentak papi Reyhan.


Rio menatap jengah sang mertua. "Pi, Rio maunya di kamar Rio" ucap Rio sebel.


"Alya pasti sudah istirahat. Jangan di ganggu."


"Tapi kan pi......" ucapan Rio terpotong. Dikarenakan pintu terbuka. Alya keluar dari kamar. Alya mendengar papinya dan suaminya ber adu agumen diluar. "Mau kedalam kamarnya kan? Silahkan saja" ucap Alya ketus dan berlalu ke lantai bawah. Alya sengaja akan pindah ke lantai bawah.

__ADS_1


"Lo yank...mau kemana?" tanya Rio heran istrinya malah turun kebawah dengan memakai pakaian tidurnya.


"Tadi situ bilangkan pengen kekamarnya kan? Ya udah sana masuk. Saya mau ke kamar Rachel saja" ucap Alya ketus.


"Lo gak bisa gitu dong yank...kamu tidurnya sama mas. Rachel bisa dengan Mega" seru Rio menghalangi jalan Alya ketika ingin turun ke tangga.


"Pinggir?!!" ketusnya.


"Gak!! Kamu satu kamar sama mas pokoknya!!" ucap Rio kekeh.


Alya memutar bola matanya malas. "Pinggir!!".


Dengan kesalnya Rio menggendong Alya seperti karung beras dan membawanya masuk ke kamar dan pintu kamar di kunci oleh Rio.


Rio melempar Alya ke ranjang.


Brukkk....


Brakkkk....


Alya yang sedari tadi menahan tawanya sudah tak bisa tertahan lagi. Alya tertawa terbahak sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Suaminya ternyata kesal juga. Surprise nya akan berlaku beberapa jam lagi tepatnya di jama dua belas malam nanti. Suami tercintanya akan ber ulang tahun ke 38.


Alya dan Rio berada di kamar. Sementara di lantai bawah mereka sibuk menyiapkan persiapan ulang tahun untuk Rio. Tepatnya di taman belakang, taman belakang sudah di hias secantik mungkin. Tinggal tunggu waktu nya saja. Waktunya sekitar tiga jam an lagi.


Di dalam kamar. Alya berpura - pura sudah tidur dengan lelapnya. Rio yang baru saja selesai mandi melihat sang istri sudah tertidur lelap hanya menghelakan nafasnya saja.


Rio menaiki ranjangnya dan berbaring di samping sang istri sebelum memejamkan matanya Rio mengecup pipi sang istri dan berucap. "Selamat tidur sayang...mas mencintai kamu."


Alya tersenyum kecil. "Alya juga mencintai kamu mas, sangat." Gumamnya dalam hati.


Rio memeluk Alya dari belakang dan memejamkan matanya. Sungguh lelah hari ini. Di diami sang istri tidak lah enak. Rio sudah terlelap.


Merasakan tidak ada pergerakan lagi dengan suaminya. Alya mencoba untuk turun dari ranjang dan ingin keluar menuju taman belakang. Jam sudah menunjuk pukul setengah dua belas malam. Setengah jam lagi suami tercintanya akan berulang tahun.

__ADS_1


Sebelum turun kebawah Alya mencium pipi sang suami. "Alya sayang mas."


Dengan perlahan Alya membuka pintu kamar. Dan menutupnya kembali. Semua orang sudah di bawah tepatnya di taman belakang. Alya mematikan semua lampu. Dan ia pun bergabung dengan yang lainnya.


Dikamar, Rio membuka matanya merasa tenggorokkannya terasa kering dan ingin mengambil air minum ke dapur. Rio melirik ke arah Alya, istrinya tidak ada di sampingnya.


"Sayang..." panggil Rio. Rio segera turun dari ranjang. Mencari keberadaan sang istri. Mengetuk kamar mandi dan membukanya istrinya tidak ada. Rio terus mencarinya. Rio mencari ke dapur.


Setelah keluar dari kamarnya. Semua ruangan terlihat sangat gelap, hanya ada cahaya dari arah belakang taman. "Kenapa lampu taman hidup? Apa masih ada orang?" pikir Rio. Ia pun menuju arah taman. Dengan hati hati Rio berjalan karena seluruh ruangan gelap. Ketika sampai pintu belakang. Semua orang berteriak.


"SURRPRISEEE.......!!!!."


Rio berdiri mematung melihat semua orang berteriak memberikan sebuah kejutan ulang tahun. Rio merasa terharu melihatnya. Sang istri memegang cake ulang tahun di tangannya sambil tersenyum.


"Selamat ulang tahun suamiku tersayang..." ucap Alya.


Rio tersenyum bahagia. Istrinya mengingat hari ulang tahunnya. Ia saja lupa. Memberika kejutan. Mata Rio berkaca kaca merasa terharu.


Alya mendekat ke arah Rio. "Selamat ulang tahun sayang...wish you all the best" ucap Alya lembut.


"Terima kasih sayang" balas Rio mengecup dahi sang istri.


"Papa....selamat ulang tahun..." teriak Rachel sang putri.


Rio memeluk putri kesayangannya. "Terimakasih sayang."


"Maaf ya mas, buat kamu kesal satu harian ini" seru Alya.


"Ternyata kalian ngerjain mas ya??" ujar Rio tak percaya.


Kedua wanita kesayangannya hanya tersenyum saja. Dan mengangguk.


Betapa bahagianya ia mendapat kejutan dari keluarganya. Ini semua berkat ide sang istri. Semoga saja kebahagian ini akan terus selamanya.

__ADS_1


__ADS_2