Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 35


__ADS_3

"Usianya sudah empat minggu lebih lima hari iya pak, Bu", Ucapan Dokter membuat Laras dan Reyhan bingung, mereka hanya saling pandang.


"Usia apa Dok", tanya Reyhan yang penasaran.


"Apa belum pernah melakukan tes kehamilan sebelumnya?", ucap Dokter yang menatap Rey dan Laras.


"Tes kehamilan Dok?", tanya Reyhan masih bingung.


Dokter Romi menganggukan kepalanya, "Ya istri Bapak sedang hamil, usia kandungannya 4 minggu lima hari", jawab sang dokter.


Mendengar pernyataan Dokter Romi membuat Reyhan seketika mengulas senyum bahagianya. Pria itu mendekat lalu mengecup kening istrinya cukup lama.


"Jadi Dok, saya hami?", tanya Laras lagi.


Dokter Romi yang baru saja menaruh transducer pada tempatnya lagi, menoleh lalu menganggukan kepalanya.


"Dijaga yang baik ya, untuk beberapa hari ke depan. Saya akan meminta dokter spesialis objyn untuk memeriksa lagi, saya khawatir ada beberapa efek samping yang terjadi pada Ibu ataupun pada kandungannya", ujar Dokter Romi.


Reyhan pun menganggukan kepalanya, menyetujui saran Dokter itu.


"Dokter, bagaimana dengan luka di bagian tualng rusuknya?", tanya Reyhan.

__ADS_1


"itu akan kembali pulih dengan sendirinya. Nanti saya kasih obat pereda rasa sakit untuk ibu hamil", ujar Dokter.


Setelah tidak ada lagi pertanyaan lain, Dokter Romi meninggalkan ruang rawat Laras bersama suster.


Setelah tak ada seorang pun di dalam sana, Reyhan kembali menghampiri istrinya dan duduk di kursi yang di sediakan. Dengan wajah yang sangat senang, pria itu kembali menggenggam tangan istrinya dengan erat lalu mengecup punggung tangan istrinya berulang - Ulang.


"Mas, aku hamil", Gumam Laras sembari mengusap perutnya yang masih rata.


"Iya sayang, makasih ya", ucap Reyhan sambil mencium punggung tangan istrinya.


Sepasang suami istri tersebut sangat bahagia karena mereka akan dikaruniai seorang bayi.


Ceklek....


"Mami", teriak putri mereka.


"Sayangnya mami", sahut Laras.


Alya yang di bantu Reyhan naik ke atas brankar Laras dan duduk di samping maminya itu.


"Mami, kenapa?, kok dirumah sakit?", tanya Alya.

__ADS_1


"Mami nggak papa sayang", sahut Laras sambil mencium puncak kepala Alya.


"Laras, tante khawatir banget dengar kabar kamu kecelakaan, kok bisa sih sayang?", ucap tante Mia dengan lembut.


"mulai sekarang kamu nggak boleh naik bus atau angkutan umum lainnya, sayang suami kamu itu mobilnya banyak ada supirnya juga, kamu tinggal pilih, mama sayang banget sama kamu", ucap mama Ratih.


"Tenang ma, tante, Reyhan akan jaga istri Reyhan, apalagi sekarang Laras sedang hamil", Ucap Reyhan.


Mendengar kata hamil, Mama Ratih dan Tante Mia sangat bahagia, apalagi Mama Ratih, sebentar lagi dia akan punya cucu.


Laras sangat bahagia mendapat perhatian dan kasih sayang begitu besar dari mama mertuanya, tantenya Mia, Alya putrinya dan suami yang begitu mencintainya.


************


Seminggu sudah Laras dirawat dirumah sakit, ia pun sudah boleh pulang kerumah.


Reyhan benar -benar bersikap protectif pada istrinya itu. Setelah kepulangan Laras dari rumah sakit Reyhan bener menjaga nya dengan hati - hati. Bahkan Laras juga sering dibawa ke kantor oleh Reyhan, Ia tidak ingin meninggalkan istrinya sendiri di rumah.


"Sayang, mulai sekarang mas nggak akan ngebiarin kamu pergi -pergi lagi sendirian. Mas juga nggak akan biarin kamu naik angkutan umum lagi. Dan mas juga nggak akan biarin kamu kemana -mana tanpa ditemani mas", ujar Reyhan, dan Reyhan mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir Laras dengan singkat.


"Iya suami ku sayang", sahut Laras sambil memeluk suaminya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2