
Pagi ini di Kampus akan ada rapat bersama Dosen- dosen. Alya sudah sangat terburu - buru. Ia bangun kesiangan, karena terlalu asyik bermimpi tentang Pangerannya.
"Mami, Papi Alya berangkat duluan ya? Alya sudah terlambat." ucapnya sambil memasukan roti kedalam mulutnya.
Reyhan dan Laras hanya geleng - geleng melihat tingkah anaknya.
"Kakak!!. Aku numpang di mobil kamu ya?" teriak Keindra sang adik.
"Maaf sayang. Kakak sudah telat ini.!!" ucap Alya sambil melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobil.
Keindra yang sudah berlari mengejar sang kakak ia ingin pergi bareng kakaknya. Tapi kakaknya tidak mengizinkannya. Keindra sangat kesal dengan kakaknya.
"Papi!. Kei pergi sama papi aja deh. Kak Alya pelit.!" ucap Keindra ketus.
"Ok boy. Papi masih sarapan. Kamu gak buru - buru kan?." tanyanya.
"Ok Pi."
__ADS_1
*********
Dikampus. Alya sudah tiba di parkiran kampus. Ia turun dari mobilnya tergesa - gesa. Menuju ruangan rapat. Ketika dia memegang handle pintu ruangan rapat. Seseorang pun memegang handle pintu itu. Tangan mereka berdua jadi berpegangan.
"Maaf nona. Biar saya yang mebukakannya." ucap Pria itu dingin dan datar.
Alya melepaskan handle pintu itu. Dan membiarkan pria itu membukakan pintunya. Alya diam terpaku menatap wajah pria itu. Pria yang hadir di mimpinya itu sekarang berada di depan matanya. Wah...apa aku masih mimpi? Alya menampar pipinya. Ternyata ini nyata.
Semua peserta rapat telah hadir. Rapat kali ini akan membahas tentang pergantian Rektor baru yang akan menggantikan Pak Ramli. Pak Ramli adalah Rektor di Kampus ini. Dan ia juga Kakak Laki - laki dari pemilik Kampus ini. Pemilik Kampus ini adalah Faisal Malik Baharsya . Dan rencananya posisi pak Ramli akan di gantikan dengan anak dari pemilik kampus ini yang bernama Rio Tama Baharsya.
Hari ini akan diadakan serah terima jabatan. Antara Pak Ramli dan Rio. Didalam rapat, seorang gadis selalu memandang kearah tempat duduknya Pangeran hatinya. Sungguh sangat sempurna ciptaan Allah.
Rio yang merasa dipandangi terus. Ia menoleh pas kearah Alya. Pandangan mereka saling mengunci beberapa menit. Pandangan mereka teralih ketika Pak Malik berbicara.
Acara serah terima jabatan pun telah selesai. Semua Dosen - dosen meninggalkan tempat rapat. Kini Kampus bergengsi itu telah mempunyai Rektor baru anak dari pemilik kampus.
"Selamat datang Pak Rio. Dan Selamat untuk jabatan anda." ucap salah satu Dosen yang bernama Vino. Vino adalah salah satu Dosen terbaik di kampus itu. Dan dia juga sahabat dari Rio. Sejak SMA mereka menjadi sahabat.
__ADS_1
"Ah...Lo bro. Geli gue Lo panggil Bapak." ucap Rio tersenyum.
Alya yang sedari tadi memandang ciptaan tuhan itu merasa takjub. "Wah....senyumnya manis banget." ucap Alya dalam hatinya.
Pria matang berumur 37 tahun Rio Tama Baharsya anak sematawayang dari pasangan Faisal Malik Baharsya dan Revi Ayu Dewi. Rio sudah menikah dan mempunyai anak perempuan bernama Rachel Baharsya. Istrinya bernama Rani Utari.
Istri dari Rio adalah seorang model terkenal di Indonesia. Rani ingin sekali menjadi model Internasional. Apa pun dilakukan nya untuk menjadi Model Internasional. Bahkan dia rela mengencani para pemilik agency terkenal.
Seperti sekarang ini dia juga menjadi wanita simpanan dari salah satu pemilik Agency ternama di dunia. Demi karirnya ia rela melakukan apapun. Walaupun statusnya sekarang ini adalah seorang istri dari Rio sang CEO terkenal di dunia.
Rumah tangga Rio dan Rani selalu saja panas. Mereka selalu bertengkar hanya karena Rani istrinya selalu jarang dirumah dengan alasan sibuk. Sehingga putri mereka terabaikan. Rachel putri mereka sosok anak perempuan yang cantik dan pintar. Usianya sekarang 12 tahun. Ia sekarang bersekolah di SMP bergengsi di kotanya. Namun sayang Rachel kerap kali kurang kasih sayang dari orang tuanya. Kedua orang tuanya selalu sibuk.
Masih di kampus. Ketika Alya berjalan menuju koridor kampus ia berpapasan dengan sang Rektor Tampan. Senyuman manis pun ia berikan ke sang Rektor. Namun sayang sang Rektor yang bersifat dingin seperti es itu tidak menggubris Alya yang tersenyum manis kepadanya.
Alya menghembuskan nafasnya kasar. "Sombong banget tuh Rektor." kesal Alya.
Karena tidak ada kelas hari ini Alya pun ingin segera pulang. Ia kecewa dengan sikap sang Rektor yang tidak ramah ke dosennya.
__ADS_1